Magic Blessing In Another World

Magic Blessing In Another World
Chapter 145



Blood Meal: Marus (Makanan Darah: Marus)


Beberapa hari setelahnya, pak Seisen kembali ke bawah tanah untuk mengecek ruangan Gravitasi, sesaat setelah pak Seisen melihatnya, sebuah tendangan dari ruangan itu menyerang pak Seisen tepat di wajahnya, namun tendangan itu berhenti sebelum benar-benar mengenai pak Seisen, Naori langsung menarik kembali kakinya dari depan wajah pak Seisen setelah menunjukkan kalau dirinya sudah mampu bergerak bebas di dalam ruangan itu.


"Pergilah ke kantin dan istirahat, kau sudah beberapa hari tidak makan nak" ucap pak Seisen dengan raut wajah setius lalu pergi kembali ke atas menaiki tangga.


"Apa-apaan pak tua ini? dia benar-benar tidak melatihku dengan serius, tapi setidaknya aku bertambah kuat dengan bantuan system" batin Naori mengikuti pak Seisen menaiki tangga ke atas.


Setibanya di atas permukaan, Naori merentangkan tangannya lalu menghirup nafas panjang karena merasa lega setelah bernafas dengan udara yang bersih.


"Fuuuu ... Huff"


"Yah~ sudah berapa hari aku tidak merasa bebas seperti ini?" ucap Naori sambil meregangkan tubuhnya.


"Oohhh sepertinya kau menyelesaikan pelatihanmu di ruangan Gravitasi tingkat 100" ucap seseorang di belakang Naori.


Naori pun berbalik untuk mencari sumber suara yang mengatakan itu lalu berkata "DR/Dokter Nevario!"


"Haha, sudah lama tidak bertemu, kau masih mengingatku ya" ucap Dokter Nevario menyapa Naori sambil memperbaiki posisi kacamatanya.


"Yah~ bagaimana bisa aku lupa seseorang yang mengukur kapasitas Magic powerku, lagipula aku sibuk berlatih jadi jarang menemui orang lain" ucap Naori menjawab dengan ekspresi canggung.


"Kalau begitu ayo ke Kantin! pak Seisen menyuruhku memberimu makanan Marus setelah kau menyelesaikan latihanmu" ucap Dokter Nevario memperbaiki posisi kacamatanya lagi.


"Marus!?"


"Kau akan tau saat tiba di kantin" ucap Dokter Nevario sedikit tersenyum.


Setibanya di kantin bersama dengan Dokter Nevario, Naori merasakan tatapan beberapa orang mengarah padanya, ia pun menoleh ke arah ia merasakan tatapan itu, segerombolan orang yang terlihat dengan ekspresi marah melotot ke arah Naori dengan menggertakkan giginya.


Naori yang melihat hal itu menjadi kesal lalu membalas ekspresi mereka dengan kesal seraya berkata "Hah!? apa yang kalian lihat!?"


Seketika orang-orang itu berhenti membuat ekspresi marah dan hanya melotot ke arah Naori, Naori mengabaikan hal itu lalu berlari sebentar untuk mengikuti Dokter Nevario karena tertinggal sebab harus membalas tatapan yang mengarah padanya.


Saat berada di depan tempat di mana orsng-orang mengambil makanan, Dokter Nevario berkata "tolong Marus kualitas tinggi dua porsi"


Naori sedikit penasaran, baru kali ini ia mendengar makanan yang bernama Marus ini, seketika setelah Dokter Nevario memesan makanan itu, Naori merasakan tatapan banyak orang mengarah padanya, tidak, lebih tepatnya mengarah ke Dokter Nevario, Naori sedikit terkejut, ia berpikir, kenapa makanan ini membuat orang-orang di sekitarnya langsung menatapnya hanya dengan mendengar namanya.


"Berhati-hatilah nak!, jangan sampai makananmu di rebut orang lain" ucap Dokter Nevario memperingatkan.


"Huh? ..." Naori terdiam dan berpikir tentang apa yang di maksud oleh perkataan Dokter Nevario barusan.


Setelah Dokter Nevario mengambil pesanan makanan yang ia pesan, Dokter Nevario mengajak Naori untuk duduk di kursi yang berada di tengah-tengah ruangan kantin, Naori hanya mengikuti sambil merasakan tatapan orang-orang yang mengarah padanya.


Keduanya pun duduk, Naori melihat pesanan yang di pesan Dokter Nevario lalu berkata "Apa ini Marus?" tanya Naori melihat sekumpulan benda kenyal berwarna merah yang mirip seperti daging sapi.


( Marus adalah makanan yang berasal dari darah Bahemoth yang bunuh kemudian dibekukan dengan cara pengukusan )


"Benar, lihat! teksturnya bagus kan? ini adalah Marus dengan kualitas tertinggi ucap Dokter Nevario dengan nada tinggi.


"Cih ..." Naori memdecakkan lidahnya lalu bertanya, "bisakah aku bertanya makanan ini berguna sebagai apa?" tanya Naori dengan ekspresi kesal.


"Yah~ pantas saja mereka semua menatapku" ucap Naori yang langsung berdiri dan menghilang dari tempat itu.


Brak!


Suara kursi yang Naori duduki barusan hancur, seseorang di belakang Naori memukul kursi itu dengan sangat keras hingga membuat lantainya benar-benar hancur.


"Pak tua sialan! di benar-benar menyebalkan" ucap Naori yang berada di atas dan terbang melihat sekumpulan orang yang menatapmya dari atas.


"Memberikanku makanan yang membuat orang lain berusaha membunuhku begitu saja ..." ucap Naori sambil menggertakkan giginya, lalu di lanjutkan dengan perkataan "tapi, ... karena kau sudah memberikannya, ... Kau pikir aku akan diam saja saat makanan mahal yang kau berikan padaku di ambil orang lain!?" teriak Naori.


"Jangan bercanda denganku pak tua!" ucap Naori langsung bergerak ke bawah dan memukul mundur orang yang menghancurkan kursi yang ia duduki dengan dengan berkata "Reflex"


Naori pun mengambil dua porsi piring berisi Marus hingga membuat semua orang yang sedang duduk di sekitarnya berdiri lalu menatap Naori, Naori langsung berdiri di atas meja dan memperlihatkan dua piring berisi Marus seraya berkata "Kalian ingin ini kan!? ... kalau begitu, kalahkan aku dulu!" teriak Naori sambil menyimpan dua porsi piring itu di Inventory system.


Melihat Marus yang ada di tangan Naori menghilang, semua orang langsung menggila dengan menyerang Naori sehingga tidak ada tempat untuk kabur, Naori pun berpindah tempat ke lapangan tempat berlatih dengan raut wajahnya yang tersenyum jahat seraya berkata "Ini akan benar-benar menyenangkan"


Di dalam kantin, semuanya terkejut melihat Naori yang langsung menghilang.


"Menghilang!?"


"Tidak, dia ada di lapangan!" ucap seseorang yang merasakan keberadaan Naori.


"Semuanya ayo ke lapangan!"


Semuanya pun langsung berlari keluar gedung, hanya Dokter Nevario dan juru masak serta penyaji makanan yang tinggal di kantin, melihat orang-orang mengincar Naori, Dokter Nevario memperbaiki posisi kacamatanya seraya berkata "Apa yang akan kau lakukan selanjutnya nak Naori?"


Di lapangan, semuanya telah tiba dan melihat Naori yang ada di tengah lapangan sambil membawa satu piring berisi Marus, Naori mengambil Marus yang ada di piring lalu memainkan Marus itu tepat di depan mulutnya seraya berkata "Kalian ingin ini? maka aku ambil satu" ucap Naori memasukkan Marus itu ke dalam mulutnya.


Seketika setelah semuanya melihat Naori memakan satu porsi dari Marus, orang-orang yang berada di pinggir lapangan langsung menggila dan berlari menyerang Naori dengan berteriak "Hhaaaa!"


Naori mengunyah Marus itu lalu membuat sebuah pedang dari Magic power seraya berkata "Magic Clone"


Orang-orang yang berlari maju pun berhenti, mereka semua bingung melihat Naori yang seketika menjadi sangat banyak.


"Dimana yang asli!?"


"Siapa yang peduli? kita hanya harus membunuh seluruh seluruh tubuhnya untuk menemukan tubuh yang asli"


"Kau benar, habisi mereka semua!"


Semuanya pun maju, Naori yang menyadari hal itu membuat Clone miliknya berpencar ke setiap penjuru lapangan dengan tujuan memisahkan setiap orang-orang yang berkumpul, saat semuanya telah terpisah Naori berkata "Reflex" lalu memukul leher salah satu orang hingga membuatnya pingsan dan kembali berkata "Reflex" lalu berpindah ke orang lainnya dan membuatnya pingsan.


Orang-orang yang menyadari Naori mulai menyerang berkata "Semuanya! jangan berpencar! kembali berkump- ..." ucapan orang itu terputus karena Naori sudah membuatnya pingsan dengan memukul lehernya.


"Baiklah~ karena kalian sudah berniat membunuhku, ... jangan salahkan aku karena menjadi sedikit kasar" ucap Naori dengan senyuman jahat yang terlihat di wajahnya melihat orang-orang yang mencoba membunuhnya.


Advanced In thr Next Chapter~