
"Apa tujuanmu melakukan ini nak?" tanya pak Seisen dengan raut wajah kesal.
"Tentu saja mewakili kak Chloe menyerangmu" jawab Naori.
"Apakah Chloe yang menyuruhmu melakukan hal ini?"
"Tidak juga, aku menyadarinya waktu kak Chloe mengujiku di lapangan ini setengah bulan yang lalu"
"Saat itu, aku bertarung melawan kak Chloe, namun diam-diam Magic powermu menyerang kak Chloe saat aku melancarkan serangan sehingga membuat kak Chloe terluka" jelas Naori mengingat pertarungan mendadaknya melawan Chloe waktu itu.
"Kau menyadarinya ya?" ucap pak Seisen dengan ekspresinya yang masih kesal.
"Jangan malah bilang menyadarinya!" teriak Naori, lalu di lanjutkan dengan perkataan "dasar pak tua sialan! aku akan membalas semua perbuatanmu padaku termasuk perbuatanmu kepada kak Chloe" ucap Naori maju menyerang pak Seisen dengan pedangnya.
Pak Seisen semakin kesal, ia pun berkata "Beraninya bocah nakal sepertimu memanggilku pak tua!" teriak pak Seisen mengikuti Naori dan maju menyerang.
Keduanya menyerang bersamaan, Naori dengan pedangnya dan pak Seisen dengan tangannya yang di lapisi Magic power padat, mereka beradu serangan yang kuat sehingga membuat semua orang yang terbaring setelah di tebas Naori terpental hanya karena angin yang di hasilkan dari duel antara Naori dan pak Seisen, pertatungan sengit terjadi, sekilas, pertarungan antara Naori dan pak Seisen terlihat seimbang, namun sebenarnya Naori kesulitan karena harus mengkonsumsi Magic power yang besar karena harus melambatkan waktu untuk mengimbangi pergerakan pak Seisen, merasa Magic powernya beekurang begitu banyak, Naori mundur untuk menjaga jarak lalu melompat ke udara dan berputar seraya berkata "Spinning Slash!"
Pak Seisen yang tertipu kalau Naori sudah tidak bisa bergerak lebih ceoat lagi saat berada di udara, pak Seisen malah mendekati Naori dan berakhir terkena tebasan memutar Naori, suara Klang! berbunyi karena benturan pedang Naori dan tangan pak Seisen yang di lapisi Magic power.
Pak Seisen pun mundur karena sedikit waspada, melihat Naori yang semakin kuat, pak Seisen tersenyum, "sepertinya aku meremehkan bocah nakal ini" gumam pak Seisen.
Kemudian tekanan Magic power yang kuat keluar dari tubuh pak Seisen dan membuat seluruh tempat gedung Pelatihan khusus bergetar, Naori terkejut, sepertinya pak Seisen tidak main-main, ia akhirnya mengeluarkan seluruh Magic powernya setelah sekian lama.
"Observation"
Naori menganalisa kekuatan pak Seisen, panel system pun menunjukkan peringkat kekuatan pak Seisen yang tertulis
T-Rank 789.971/801.220
"De-delapan ra- ... tus!" ucap Naori tercengan setelah melihat kapasitas Magic power milik pak Seisen.
"Sial, monster ya? pak tua ini benar-benar monster yang berwujud manusia" gumam Naori.
Kemudian, tekanan Magic power pak Seisen mulai berhenti dan meresap ke dalam dirinya, Naori ingin menyerang sekarang, namun mendekatinya saja susah karena tekanan itu membuat tubuhnya menjadi berat, Naori tetap waspada, ia melihat pak Seisen bersiap melancarkan serangannya.
Duar!
Ledakan Magic power tiba-tiba terjadi dan meledak tepat di bawah dagu Naori dengan pak Seisen yang tiba-tiba berada di depannya, Naori terpental ke atas dan berteriak "Aaakkhhh" karena dagunya di pukul.
Rahang bawah Naori hancur, ia terpental lalu melambatkan waktu karena panik, pak Seisen seketika berada di depannya, padahal waktu masih melambat, gerakan pak Seisen begitu cepat sampai-sampai melambatkan waktu seperti tidak ada gunanya, Naori pun menghindar, namun pak Seisen mampu mengikuti Naori dengan kecepatannya yang tidak terganggu oleh lambatnya waktu, merasa terdesak Naori memutuskan menghentikan waktu.
Naori pun menyentuh rahang bawahnya yang hancur, ia tidak bisa berbicara dengan banyak darah yang keluar dari mulutnya.
[Apa perlu saya bantu Master?]
Naori mengangguk, seketika luka Naori kembali sembuh dengan rahang bawahnya yang kembali normal, Naori pun menggertakkan giginya lalu berkata "Pak tua ini benar-benar serius menghancurkan mulutku, jangan salahkan aku karena membalas" ucap Naori menebas pak Seisen hingga salah satu lengannya terpotong.
Slash!
Waktu kembali normal, Naori menjauh dari pak Seisen sebelum benar-benar mengembalikan waktu seperti semula.
Pak Seisen yang terluka oleh tebasan Naori mengambil lengannya yang putus lalu memasangkannya pada tangannya, seketika lengan pak Seisen sembuh, namun Magic power pak Seisen terkuras hingga lima puluh ribu, Naori yang melihat angka di atas kepala pak Seisen yang tertulis T-Rank 736.799 mulai tersenyum dengan keringat yang menetes dari keningnya.
Glek*
Naori menelan ludahnya, ia takut dengan pak Seisen yang bisa menyembuhkan lengannya yang terputus sama seperti Chloe, walaupun caranya berbeda, tetap saja, mereka mampu menyambung kembali lengan mereka yang telah putus, Naori pun berjalan mundur seraya berkata "Kita sudah impas pak tua" ucap Naori mencoba kabur dari sana.
Slash! Slash!
Kedua tangan Naori di tebas hingga terpotong, saking terkejutnya Naori tidak bisa bergerak dan hanya mengeluarkan air matanya karena rasa sakit yang timbul akibat tangannya yang terpotong.
"Aarrggh!"
Di saat Naori hanya diam tidak bergerak dan berteriak karena kesakitan, pak Seisen menusuk perut Naori dengan tangannya sampai tertembus seraya berkata "Inilah akibat menebas murid-muridku!"
"Kalau kau berani menebas orang lain, maka kau sendiri harusnya sudah siap menjadi yang di tebas" ucap pak Seisen dengan nada yang mengerikan.
"Tele- ... portasi"
Wush!
Naori menghilang dari hadapan pak Seisen dengan berpindah tempat ke atap gedung pelatihan khusus, Naori merasakan sakit yang luar biasa, kedua tangannya terpotong, serta perutnya yang mengeluarkan banyak darah, dengan cepat kesadaran Naori mulai menjadi kabur, di saat itu, Naori masih terpikirkan satu hal setelah skill Fate of Blessing mulai aktif kembali.
Ting!
[Skill Fate of Blessing telah aktif karena kondisi tertentu]
"Char- ... ge- ...r"
Cling*
Cahaya terang mulai bersinar terang di atas gedung, cahaya terang itu keluar dari tubuh Naori yang terluka, bukan hanya itu saja, cahaya itu membentuk sebuah bagian tubuh Naori yang terpotong yang terbuat dari cahaya di kedua tangan dan bagian perutnya yang tertembus, kesadaran Naori kembali pulih saat cahaya itu muncul dari tubuhnya.
Cling*
Cahaya yang membentuk bagian tubuh Naori mulai hilang secara perlahan setelah membentuk kembali seluruh tubuh Naori hingga utuh tanpa satu luka sekalipun, semua kondisinya kembali seperti semula, bahkan untuk statistik kekuatannya juga kembali seutuhnya seperti tidak pernah di gunakan.
Naori pun bangun dengan darah yang masih membekas di tubuhnya setelah terluka, Naori membuat raut wajah mengerikan, ia menatap pak Seisen dari atas gedung sambil mengumpulkan Magic power di tangannya lalu membuat sebilah pedang seraya berkata "Akan aku tebas pak tua ini!"
"Coba saja kalau bisa nak!" ucap pak Seisen memukul Naori secara tiba-tiba setelah muncul di belakang Naori dalam sekejap, Blar! suara Naori terpental menabrak tembok, "Blerg ..." Naori memuntahkan sedikit darah dari mulutnya dan mencoba bangkit setelah di pukul pak Seisen sampai terpental.
"Kau pikir bisa semudah itu lepas dariku setelah membuatku marah nak!" ucap pak Seisen yang berada di depannya.
"Dasar pak tua gila"
Duar!
Ledakan terjadi, Naori terpental sampai keluar dari tempat pelatihan khusus ke arah perkotaan padat penduduk, karena tidak ingin melibatkan orang biasa, Naori berpindah menggunakan teleportasi ke atap gedung pelatihan khusus.
"Sudah aku duga kau akan ke sini lagi nak!" ucap pak Seisen yang menunggu Naori di atap gedung.
"Cih, sampai kapan aku harus di pukul?" tanya Naori di tengah-tengah pertarungan.
Pak Seisen diam tanpa menjawab pertanyaan Naori dan memukulnya lagi sampai terpental ke tengah lapangan, Naori langsung bangkit lagi, namun kepalanya di cengkram pak Seisen dan di benturkan ke tanah sampai tanahnya retak,
"Hampir saja" ucap Naori di belakang pak Seisen
Scrash!
Kedua tangan pak Seisen di tebas Naori hingga terpotong, Naori pun menunjukkan raut wajah sombong seraya berkata "Inilah pembalasanku demi kak Chloe pak tua!"
Advanced In the Next Chapter~