Magic Blessing In Another World

Magic Blessing In Another World
Chapter 92



Latihan Menatap


Di lapangan itu semuanya terdiam, belum pernah ada murid baru yang mampu menyentuh pria tua itu saat tes penerimaan murid baru, jangankan menyentuh, hampir semua murid yang ada di pinggir lapangan mengingat tes yang mereka jalani saat di hajar habis-habisan olehnya.


Semuanya merinding, menatap Naori yang tergeletak di sana dengan darah yang mengalir dari kepalanya.


Setelah pria tua itu berjalan pergi, ia mengeluarkan sebuah botol kecil dan meminumnya dengan ekspresi senang, di samping itu, ada dua orang yang membawa tandu bergegas berlari ke tempat Naori, "apa dia terluka parah?" ucapnya.


Salah satunya langsung mengecek kondisi Naori dan melihat luka yang ada di kepalanya sembari berkata "tulang tengkoraknya retak, cepat sembuhkan dia!"


"Baik" ucap orang yang satunya lagi langsung menyentuh luka Naori dan berkata "Recovery"


Luka Naori sembuh seketika namun dirinya masih belum sadar, lalu kedua orang itu mengangkat Naori ke tandu dan membawanya ke dalam gedung.


Semua orang yang melihat langsung kembali ke aktivitas mereka masing-masing, orang-orang yang melihat dari jendela gedung kembali bekerja, Murid-murid yang melihat di luar lapangan pun kembali berlatih.


Hingga akhirnya hari berlalu dan malam pun datang, di sebuah kamar kecil yang hanya berisi kasur yang lusuh dan sebuah lemari kecil, Naori terbangun dan perlahan-lahan bangkit dari kasurnya kemudian menengok ke kanan dan ke kiri melihat ruangan itu.


Baju-bajunya sudah di letakkan di lemari dan ruangannya tampak bersih serta kopernya yang berada di sudut ruangan.


"Apa aku masih di gedung Pelatihan Khusus!?"


Naori langsung berdiri dan berjalan mendekati pintu lalu membukanya, terlihat dari ruangan sebelah, ruangan itu begitu luas dengan banyak kasur-kasur yang berderet mulai dari yang kecil hingga yang besar, deretan dari kasur-kasur itu seperti menunjukkan sebuah peringkat dari para remaja yang sedang tidur di ruangan itu.


"Hhmmm!?"


...


"Apa aku di kucilkan di sini?"


Naori kembali ke dalam kamarnya dan membaringkan tubuhnya ke kasur, lalu ia pun mengangkat tangannya mengarah ke langit-langit ruangan itu dengan berkata "Yah~ itu wajar, aku murid baru di sini kan? sudah aku duga pelatihan khusus itu tidak menyenangkan"


"Alter, bisakah kau membuat aku terkena Narcolepsy? aku tidak ingin efeknya tiba-tiba muncul saat hari pertamaku besok"


[Baiklah Master, seperti keinginan anda]


Ting!


[Anda terkena efek abnormal Narcolepsy]


...


Naori pun menggengam tangannya dan menjatuhkannya ke kasur karena tiba-tiba tenaganya melemah, Mata Naori mulai tertutup secara perlahan dan mulai terlelap.


[Selamat malam Master]


Keesokan harinya di sebuah kolam kecil di luar gedung pelatihan, tempatnya persis di samping lapangan tempat Naori melakukan tes penerimaan murid baru.


Byur!


Pria tua itu menceburkan seseorang ke dalam kolam, tidak lama kemudian gelembung udara muncul dari bawah air dan terlihat dari permukaan air sebuah kepala muncul dan berkata "Bwuahh"


"Hah ... Apa yang terjadi?" ucap Naori yang terkejut karena tiba-tiba dirinya tidak bisa bernafas dan terbangun dari tidurnya akibat efek Narcolepsy.


"Kau terlambat bangun nak!" ucap pria tua itu yang kemudian berbalik dan berjalan pergi sembari berkata "Cepat ke lapangan! dan kenalkan dirimu pada semua orang"


"Orang tua ini!" ucap Naori menggertakkan giginya dan menatapnya dengan tajam, karena airnya begitu dingin ia pun segera keluar dari kolam itu dan berjalan mengikuti pria tua itu dari belakang.


Tidak lama setelahnya Naori berjalan ke tengah lapangan di mana semua orang berbaris dan menunggu pria tua itu mengatur mereka, Naori berdiri tepat di sampingnya dan kemudian melirik pria tua itu.


"Namaku Naori Asake ...: Naori terdiam sesaat dan kemudian menoleh untuk melihat semua orang sembari berkata "Salam kenal"


"Masuklah ke barisan!"


"Baik"


"Kalian kedatangan murid baru, jadi sekarang jumlah kalian genap" ucap pria tua itu kembali meminum botol kecilnya, namun sayang isinya sudah habis dan pria tua itu mencoba melihat ke dalam botolnya seraya berkata "Lao Tzu, kau akan berpasangan dengan Naori hingga seterusnya! jangan lupa melatihnya, aku akan mengambil alkohol sebentar"


"Baik pak" jawab orang yang bernama Lao Tzu dengan tegas.


"Bubar!"


Seketika semua orang langsung ke sebuah kolam kecil di bawah lapangan, semuanya langsung berjongkok dan menatap kolam itu dengan tatapan tajam, Naori heran dengan semua orang dan berkata di dalam hatinya "Kenapa aku kembali ke sini?"


Lalu seseorang bernama Lao Tzu menepuk pundak Naori dan berkata "Ini adalah latihan menatap, di saat natamu berkedip nanti seekor ikan akan menyerangmu dan membuatmu terpental ke belakang" ujar Lao Tzu.


"Latihan menatap!? untuk apa? aku kira kita akan melatih Magic Power" tanya Naori.


"Apa kau tidak sadar kemarin? di saat kau mengedipkan matamu, tiba-tiba saja pak Seisen ada di depanmu kan?"


"Benar juga, aku lengah kemarin, apa latihan menatap ini juga di gunakan untuk pertarungan?" tanya Naori lagi.


"Tentu, awalnya aku juga mengira latihan ini tidak berguna, tapi setelah aku mencobanya dalam sebuah pertarungan ..." Lao Tzu berhenti berbicara sejenak dan Naori menatapnya sembari mendengarkan dengan fokus.


"Siapa pun yang berkedip lebih dulu, maka dia akan kalah dalam pertarungan" ujar Lao Tzu memberitahu.


"Begitu ya, kalau begitu aku akan mencoba berlatih" ucap Naori yang kemudian mencari tempat di antara orang-orang yang ada kolam dan mulai menatap kolam setelah mendapatkan tempat yang bagus dan berjongkok di situ.


Satu menit setelahnya mata Naori perih, Lao Tzu yang melihat di belakangnya hanya tertawa dengan orang-orang yang melihat Naori di sampingnya.


Naori pun berkedip, seketika seekor ikan melompat dari bawah dan mengibaskan ekornya ke dagu Naori hingga membuatnya tersungkur ke belakang.


Plak!


Ikan itu kembali ke air dan membuat sebuah suara Byur! di dalam air hingga membuat beberapa ikan memampakkan dirinya di tempat Naori menatap.


"Pfft"


Banyak orang menahan tawanya saat melihat Naori yang hanya bertahan menatap dalam satu menit.


"Ugh"


Naori kembali bangun dan mulai menatap kolam itu lagi, namun saat melihat ada beberapa ikan yang menunggunya di bawah air ia pun mulai takut dan melihat semua orang yang ada di sana seraya berkata di dalam hatinya "Kenapa mereka semua tidak di serang ikan-ikan itu?"


"Jangan-jangan mereka tidak berkedip sama sekali!?" tebak Naori.


Lalu Naori kembali mematap kolam itu dengan melotot ke arah para ikan yang menunggunya, tidak lama setelah itu matanya mengeluarkan air mata dengan matanya yang mulai menjadi merah.


Tes*


Air matanya jatuh ke dalam kolam itu dan membuat salah satu ikan melompat kecil, karena terkejut, Naori pun berkedip dan mengangkat wajahnya sedikit ke atas untuk menghindari serangan ikan, namun sayangnya beberapa ikan melompat sangat tinggi dan menyerang dagu, pipi, dan dahinya bersamaan dengan mengibaskan ekor mereka dan membuat Naori terpental ke belakang.


Di dalam hatinya Naori berkata "Latihan apa ini Sialan!?" sembari melihat banyak orang menertawakannya.


To be Contiuned*