
Kembalinya Sosok Dark Crow
Di sebuah taman di mana mesin minuman yang sering Naori gunakan, ia memasukkan sebuah koin silver dan membeli sebuah minuman dengan rasa kopi, Naori mengambil minuman itu dan segera pergi berjalan menjauh dari taman karena hari sudah menjelang sore.
"Begitu banyak hal yang terjadi hari ini, entah kenapa ini terasa melelahkan" ucap Naori.
"Bersyukur dan tidak boleh mengeluh ya, ucapan God of Destiny terasa masuk akal"
Naori terus berjalan dan menikmati sore hari yang di hiasi dengan cahaya matahari terbenam yang berwarna oranye, Naori berhenti dan ia pun melihat ke arat barat dengan meminum minuman kalengnya.
....
"Kyaa"
Naori terkejut, ia langsung berbalik untuk mencari suara barusan, di belakang Naori terdapat seorang perempuan dengan rambut perak terjatuh di belakangnya dengan memegang dahinya.
"Eehh!? perempuan ini kan ..." ucapan Naori terpotong, ia mengingat kembali beberapa kejadian di mana ia selalu bertemu dengan perempuan yang ia lihat di depannya, hal yang tidak di inginkan Naori pun kembali muncul.
Ting!
Suara notifikasi aktifnya Skill Fate of Blessing muncul setelah Naori mengingat kejadian-kejadian di mana perempuan itu selalu muncul.
[Skill Fate of Blessing telah aktif]
"Lagi? kenapa? itu aktif lagi?" ucap Naori heran dengan notifikasi system.
Perempuan berambut perak itu pun berdiri dan mulai melihat Naori dengan kedua matanya setelah melepas tangan yang menyentuh dahinya, perempuan itu terus menatap Naori hingga merasa aneh, kenapa perempuan sepertinya menatap Naori dengan tajam, hingga akhirnya Naori berpikir "Sepertinya aku pernah melihat wajahnya di suatu tempat" batin Naori.
Perempuan itu pun berbalik dan berjalan pergi meninggalkan Naori, Naori diam, ia masih mencoba mengingat perempuan yang ada di depannya itu.
"Saat itu ..." ucap Naori terpotong karena ia segera berjalan menyusul perempuan itu.
Naori terus berjalan hingga akhirnya ia berhasil menyusul perempuan itu dan meraih tangannya seraya berkata "Kau ada di sana kan?" ucap Naori, namun perempuan itu mengibaskan tangannya dan membuat Naori terkejut dengan membekukan tangannya.
"Eugh ..." Naori mundur, ia terkejut karena tiba-tiba perempuan itu menyerangnya, setelah ia kgmbali melihat ke arah depan, perempuan itu sudah menghilang dari tempat itu meninggalkan Kertas Skill yang di sobek menjadi dua.
Naori melamun, ia pun melirik ke bawah di mana tangannya kedinginan karena di selimuti oleh lapisan es yang tebal, ia pun mengeluarkan api di tangan yang satunya untuk melelehkan es yang ada di tangannya seraya berkata "Api!"
Es itu mencair, Naori juga ikut mengibaskan tangannya melihat perempuan itu, tangannya kembali normal, ia pun mendongak ke atas dan kembali berjalan ke suatu tempat entah dimana itu.
Setelah hari menjelang malam, di Distrik 17 jalan nomor 35, di pinggir jalan Naori mendekati toko yang menjual Takoyaki, ia pun menghampiri orang yang menjaga toko kecil itu dan berkata "Paman, aku memiliki informasi mengenai Dark Crow"
Orang itu pun langsung terkejut dan memasang wajah serius sembari menyobek sebuah kertas skill dengan begitu cepat, sebuah pelindung kedap suara pun terbentuk mengelilingi toko itu dan orang itu langsung mendorong wajahnya untuk menatap Naori lebih dekat.
"Nak, kau yang menjual informasi mengenai makluk hijau yang di panggil Dark Crow waktu itu kan?"
"Paman ... ingatanmu sangat tajam, kau bahkan mampu mengingat di mana kejadian setengah tahun yang lalu telah berlalu" ucap Naori mengambil Koin platina yang ada di atas meja dan menyimpannya di kantung celananya.
"Tentu saja, hanya dalam sekali lihat saja aku mempu mengingat semuanya" jawab orang itu.
"Ingatan sempurna ya? iri sekali, itu adalah kemampuan yang hebat" batin Naori.
"Jadi ... informasi apa yang ingin kau jual kali ini?" tanya orang itu dengan menggabungkan kedua tangannya dan dengan ekspresi yang tiba-tiba berubah menjadi serius, Naori menyadari bukan waktunya untuk basa-basi lagi jadi ia langsung berbicara "Aku melihat Dark Crow pergi dari sebuah kota terbengkalai yang ada di antara perbatasan Easteria dan Northen saat aku berjalan-jalan untuk mengunjungi sebuah kota reruntuhan"
"Lanjutkan!" ucap orang itu mendengar cerita Naori dengan seksama.
"Saat aku ke kota itu tidak ada apa pun, namun ... setelah aku melihat ke luar kota ... banyak sekali orang dengan jubah ini mati di tebas seseorang" ucap Naori memperlihatkan jubah yang ia bawa dengan lambang Organisasi Murder yang di selimuti darah.
"Mustahil ... Ini kan!" orang itu terkejut melihat jubah yang Naori perlihatkan
"Ada apa?" tanya Naori dengan wajah heran.
"Baiklah aku mengerti" ucap orang itu dengan raut wajah panik dan segera mengambil puluhan Koin Platina dan memberikannya kepada Naori sembari berkata "Aku akan menutup toko lebih awal, jadi ini bonus untukmu" ucapnya memberikan tiga bungkus Takoyaki yang masih hangat kepada Naori.
"Baiklah" ucap Naori mengambil Koin Platina dan ketiga bungkus Takoyaki yang ada di dalam plastik itu dan memvawanya pergi sembari berkata "Aku pergi dulu paman" ucap Naori pergi dengan senyum jahat yang terbentuk di wajahnya.
Setelah Naori berjalan menjauh ia pun tersenyum melihat sebuah danau yang luas berbentuk persegi panjang yang di sampingnya terdapat kursi-kursi yang mengelilingi danau itu, Naori mendekat, ia melihat tempat yang sepi itu dengan heran seraya bergumam "Apa tempat ini di gunakan untuk memancing?"
"Entahlah~ lebih baik aku mencari tempat yang tenang, aku tidak mau Skill itu aktif lagi" ucap Naori segera melepaskan tusuk Takoyaki yang telah habis dan membuangnya lalu berlari di jalan itu dengan cepat menuju ke perkotaan di mana banyak sekali gedung-gedung tinggi terlihat.
Hup*
Naori berlari dan melompat ke atas atap gedung lalu berlari di antara atap-atap gedung yang lain menuju ke arah gedung tertinggi yang ada, segera setelah sampai di atap gedung Naori memanggil Zygritte dan membuatnya berubah menjadi cahaya untuk masuk ke dalam gedung yang memiliki Tulisan Asosiasi Awakener.
"Tempat ini tenang sekali tanpa kekacauan ya~" ucap Naori tersenyum melihat gedung itu.
Naori pun melihat ke bawah di mana banyak mobil, bis, truk, dan beberapa sepeda motor sedang berlalu-lalang di jalan yang dekat dengan gedung Asosiasi Awakener seraya berkata "Enaknya jadi orang biasa, ... tapi mereka tidak memiliki kekuatan untuk melindungi orang tercinta mereka"
"Sayang sekali namun aku telah memutuskam untuk menjadi lebih kuat dari semuanya demi melindungi Kaori apa pun yang terjadi" ucap Naori terjun dari gedung itu dengan set pakaian Dark Crow yang tiba-tiba ia pakai dan mengeluarkan Twillight Wingnya untuk mendarat di depan Gedung Asosiasi.
Orang-orang yang ada di sana pun terkejut dengan kehadiran Dark Crow dengan berteriak keras lalu berlari menyelamatkan diri mereka, Naori mengabaikan hal itu dan berjalan masuk dengan berkata "Saksikanlah kembalinya Dark Crow" ucap Naori dengan sayapnya yang tiba-tiba saja berubah warna menjadi hitam di ikuti dengan notifikasi system yang berbunyi.
Ting!
[Dark Wing telah di peroleh]
[Dark Wing trlah di tambahkan ke daftar Skill]
Advanced in The Next Chapter~