Magic Blessing In Another World

Magic Blessing In Another World
Chapter OVA 1.9



Demon King Nahemah


Swosh!


Naori menembakkan anak panahnya dan menghujani pasukan iblis dengan anak panahnya yang sangat banyak.


Malam itu adalah pembantaian bagi pasukan iblis yang ingin melintasi lembah, hampir semuanya mati di habisi oleh Temuo dan Naori.


Hingga akhirnya fajar pun tiba, pasukan iblis yang mencoba melewati lembah mulai mundur setelah mereka melihat adanya secercah cahaya matahari dari timur.


Temuo dan Naori yang ada di atas lembah langsung membaringkan tubuhnya karena kelelahan membunuh ribuan pasukan iblis.


"Hah ... hah ..." nafas Naori tersenggal-senggal, begitu juga dengan Temuo yang berbaring di sampingnya.


"Berhasil, aku tidak menyangka kita bisa menghadapi ribuan pasukan iblis yang akan menyergap" ujar Naori dengan nafasnya yang masih tersenggal-senggal.


"Ya~ itu pertempuran yang sengit, aku kehabisan mana beberapa kali saat menggunakan Ghost mode dan harus mengisi mana ku kembali dengan ramuan" ucap Temuo menjelaskan keadaanya.


"Benarkah? kalau tanganku sangat kelelahan seperti mau patah saat menarik tali busur"


...


Mereka diam sejenak, mencoba membayangkan apa yang mereka alami tadi malam.


"Hahaha" keduanya pun tertawa bersama.


Lalu Temuo bangun seraya berkata "Apa kau lapar Naori? aku akan membakar daging" tanya Temuo.


"Aku sangat lapar" jawab Naori.


"Kalau begitu ayo bakar bersama, tolong siapkan apinya! aku akan menyiapkan dagingnya"


"Baiklah"


Keduanya pun langsung menyiapkan makanan untuk mereka makan, setelah dagingnya sudah matang, mereka berdua duduk dengan makanan yang ada di tengah-tengah.


"Tunggu dulu kak" ucap Naori menghentikan Temuo yang hendak memakan dagingnya sembari mengeluarkan sebuah Koin Gold.


"Alter, tukarkan dengan empat mangkuk nasi dan empat kaleng minuman dingin" ucap Naori.


Seperti yang Naori sebutkan tadi, empat mangkuk nasi dan empat minuman kaleng dingin tiba-tiba muncul di depan mereka.


"Ayo makan kak!" ajak Naori.


Temuo mengangguk dengan ekspresi yang sangat bahagia melihat nasi dan langsung mengambilnya lalu memakannya dengan daging yang sudah di panggang.


Cess


Suara kaleng minuman dingin di buka, Naori meminumnya sembari melihat Temuo yang makan dengan lahap.


Hap


Kemudian Naori juga ikut makan dan bergumam "Ini enak" lalu makan dengan lahap menghabiskan dua mangkuk nasi bagiannya itu bersama Temuo.


Selesai makan mereka berdua menikmati satu kaleng minuman dingin lagi dan mulai bersantai untuk mengistirahatkan tubuh mereka yang kelelahan akibat pertempuran yang terjadi semalam.


"Naori ..."


"Ada apa kak?"


"Pertempuran melawan Demon King akan lebih sulit dari ini, persiapkan dirimu!"


"Aku sudah melakukannya kok, aku sudah naik level sangat banyak tadi malam" jawab Naori.


"Semoga saja begitu" batin Temuo di dalam hatinya dengan perasaan gelisah.


Mereka pun melanjutkan perjalanan ke medan pertempuran di garis depan, berjalan keluar dari hutan dan masuk ke kota terdekat yang ada di medan pertempuran.


"Kota ini rusak parah, tidak ada lagi penduduk yang tinggal karena kekuatan ledakan dari Demon King waktu itu" ujar Temuo.


Setelah melewati kota yang hancur lebur itu, Naori dan Temuo mulai berjalan keluar ke sebuah gerbang besar yang sudah rusak dengan pintunya yang sudah terbakar dan menjadi abu.


Mereka terus berjalan ke luar dari kota itu ke sebuah gurun yang di penuhi dengan bukit pasir dengan terik matahari yang sangat panas di pagi hari, keduanya pun mendaki bukit pasir yang paling tinggi dengan cepat dan melihat medan pertempuran antara manusia dan iblis dari atas bukit itu.


"Tidak mungkin, apa-apaan itu?"


Dari atas bukit terlihat gurun yang begitu luas di penuhi dengan darah dari mayat manusia dan iblis yang terbunuh, pemandangan itu sangat mengerikan jika terlihat dari jauh.


"Ribuan, tidak ... mungkin puluhan ribu nyawa sudah mati dalam peperangan ini" gumam Temuo.


Naori yang melihat pemandangan mengerikan itu menunjukkan ekspresi takut dan gemetaran di hadapan perang yang sedang berlangsung.


"Hhmmm!?"


Karena merasagan suatu gelombang kekuatan yang sangat besar, Naori mendongak ke atas dan melihat langit yang di penuhi dengan awan.


"Ada apa Naori?"


"Tidak ada, mungkin hanya perasaanku saja" jawab Naori yang kemudian kembali melihat medan perang yang sedang berlangsung.


"Jangan membohongi dirimu sendiri nak! kau juga merasakannya kan? kekuatan itu ..." ucap perisai yang ada di tangan kiri Naori tiba-tiba saja berbicara.


"Mungkin saja itu adalah Arashi" gumam Naori.


Lalu Naori menatap tajam medan pertempuran itu dan langsung berlari turun dari bukit seraya berkata "Kak, aku akan membantu ke sana duluan"


"Hati-hati" ucap Temuo.


"Jadi dia di sana ya" ucap Temuo yang kemudian mendongak ke atas melihat langit seperti yang dilakukan Naori.


"Ini adalah satu-satunya kesempatan yang di berikan oleh dewi, aku harus melakukannya sampai tuntas" gumam Temuo.


Di bawah bukit terdapat banyak sekali tenda-tenda yang di gunakan untuk merawat orang-orang yang terluka karena medan perang, Naori yang melihat banyak orang terluka turut prihatin dan menunjukkan ekspresi ingin membantu.


Namun kekuatannya akan lebih berguna di garis depan untuk melawan para iblis, karena itulah ia memutuskan untuk segera meninggalkan tempat itu dan bergegas ke garis depan dengan terbang melewati kerumunan orang-orang yang ada di tenda.


Setelah cukup lama terbang melewati tumpukan mayat yang ada di medan perang, Naori pun berhenti terbang dan mengeluarkan busurnya lalu menarik talinya, membuat satu anak panah dari elemen cahaya dengan pemadatan Magic Power yang cukup padat lalu melepaskannya.


Swosh!


Anak panah itu melesat dan seketika menjadi banyak untuk menghujani pasukan iblis, orang-orang yang sedang bertempur di bawah diam sejenak dan mendongak ke atas untuk mencari asal dari anak panah cahaya yang menghujani pasukan iblis.


Dari bawah terlihat sosok hitam yang membawa busur, karena teriknya matahari orang-orang tidak bisa melihat sosok Naori dengan jelas, benar-benar hanya sosok hitam yang memegang busur dan menyerang pasukan Iblis dari atas.


Lalu Naori pun menembakkan anak panah kedua yang anak panah itu kembali menjadi banyak dan membunuh ratusan iblis sekaligus.


Para iblis yang merasa terancam dengan serangan panah cahaya miliknya mencoba menyerang Naori dari bawah dengan menembakkan serangan dari Mana yang telah berbentuk seperti bola.


Banyak dari pasukan iblis yang menembaki Naori dengan bola yang terbuat dari Mana.


Karena tidak begitu mahir dalam terbang, Naori terkena beberapa bola Mana yang akhirnya melukainya karena meledak setelah menyentuh tubuhnya.


Dengan kesal Naori kembali tali busurnya untuk membalas serangan pasukan iblis, namun tiba-tiba perisai itu berbicara dan menghentikan Naori menarik busur.


"Dia datang!"


Perkataan perisai itu langsung membuat Naori terkejut karena ada serangan besar yang tiba-tiba menyerangnya.


Naori langsung mengarahkan perisainya ke atas langit dan kemudian perisai itu membesar dan menutupi tubuh Naori.


Blar! Suara antara serangan yang tidak di ketahui dan perisai Naori berbenturan.


"Anak manusia, tidak aku sangka kau masih hidup setelah menerima pukulanku" ucap sosok hitam yang turun dari atas langit.


"Kau ... Demon King Nahemah!?" ucap Naori yang terkejut dan teringat dengan sosok hitam yang memukulnya hingga terluka parah terakhir kali.


To be Contiuned*