
Orang Utusan dari Ibukota
"Pak kepala sekolah!?"
"Akhirnya kau bangun Naori, cepat sapa pak Yanji!" ucap Cyren menyuruh Naori.
"Ha-halo pak" ucap Naori yang sedikit menundukkan kepalanya kepada Yanji untuk menyapanya.
"Murid Naori, apa kondisimu baik-baik saja?" ucap Yanji sambil menggabungkan tangannya bertanya kepada Naori dengan nada yang santai.
"Setelah tidur sebentar badanku baik-baik saja pak" jawab Naori.
Kemudian Yanji mengeluarkan pena dan secarik kertas yang berisi banyak tulisan serta tanda tangan di pojok kiri bawah.
Kertas itu langsung di serahkan kepada Naori beserta pena yang baru saja ia keluarkan seraya berkata "Tanda tangan disini!" ucap Yanji sembari menunjuk kertas di pojok kanan bawah dengan jari telunjuknya.
"Ini adalah surat pindah sekolahmu dari SMA 17 ke Akademi Awakener" ujar Yanji memberitahu.
Lalu Cyren mengambil kertas itu dan membacanya, Naori yang penasaran mendekatkan wajahnya ke wajah Cyren untuk membaca surat itu juga.
"Bibi! Aku juga mau melihatnya" ucap Naori.
Kemudian setelah beberapa saat setelah Cyren membaca semua isi surat itu, ia pun menyerahkan kertas itu kepada Naori dan berdiri lalu menunduk kepada Yanji dan berkata "Terima kasih pak, saya sangat berterima kasih anda mengajukan pelatihan khusus untuk keponakan saya" ucapnya.
"Tidak perlu berterima kasih" ucap Yanji sembari menggoyang-goyangkan tanganya ke kanan dan ke kiri dengan wajahnya yang merasa bersalah.
"Sudah tugasku sebagai kepala sekolah untuk mengajukan Pelatihan Khusus bagi anak yang bahkan belum pernah belajar tentang apa apun soal Magic Power" ucap Yanji dengan ekspresinya yang bangga entah kenapa.
Naori yang menyembunyikan raut wajahnya dengan kertas yang ia pegang berkata di dalam hatinya "Tidak, apa yang kau lakukan pak kepala sekolah? aku mungkin akan senang jika isi kertas ini hanya surat pindah ke Akademi Awakener"
Tangan Naori gemetaran, melihat tangannya yang gemetaran Yanji dan Cyren menduga kalau Naori sangat senang mendapatkan rekomendasi pelatihan khusus.
Namun raut wajah Naori berkata lain, di balik kertas itu Naori meneteskan sedikit air matanya dengan bibir mulutnya yang di gigit.
[Bersabarlah Master]
[Pelatihan ini mungkin bisa membuat anda menjadi semakin kuat]
"Tapi ..." Naori menundukkan kepalanya dengan ekspresi takut dengan berkata di dalam hatinya "Tidak"
Setelah itu Naori terpaksa menandatangani kertas itu dan urusan dari Yanji di rumah Naori pun selesai jadi ia segera pamit untuk mengajukan surat pengajuan pelatihan khusus di Ibukota.
"Selamat ya nak, kau akan mendapatkan pelatihan khusus di Ibukota" ujar Cyren sembari menepuk pundak Naori.
"Awalnya aku kira bisa menghindari kejadian ini" ucap Naori di dalam hatinya.
"Aahhh sial, kenapa aku harus menjalani pelatihan yang sulit?"
Siang hari pun berlalu, di sore hari Kaori dan Segawa pulang bersamaan sambil membawa plastik berisi bungkusan berwarna putih dan berbentuk bulat.
"Kak, aku pulang!"
Kaori langsung berlari dan mencari kakaknya, terlihat di sofa Naori sedang tidur dengan nyenyak di depan Televisi yang sedang menyala.
Kaori mendekatinya dan mencoba membangunkannya dengan lembut, "Kak! aku membawakan Hamburger kesukaan kakak" ucapnya menggoyangkan tubuh kakaknya dengan pelan.
"Dia tidak akan bangun nak" ujar Cyren di belakang Kaori, lalu Cyren pun duduk dan menikmati keripik kentang sambil melihat Televisi.
"Tapi jika kakak tidak segera bangun, Hamburger ini akan dingin" ucap Naori sembari melihat plastik berisi bungkusan warna putih yang ia bawa.
[Apa boleh buat, sepertinya aku harus membangunkan Master]
Ting!
[Efek Abnormal Narcolepsy akan di tunda]
"Eemmn"
"Kak? akhirnya kakak bangun" ucap Kaori dengan ekspresi girang mengetahui kakaknya yang bangun.
"Kaori? ada apa?"
Naori menggosok matanya dengan tangan agar dapat membuka matanya, terlihat dari matanya Kaori yang memberikan bungkusan putih kepadanya.
"Apa ini?" ucap Naori yang mengambil bingkisan itu dari tangan Kaori.
"Hamburger kesukaan kakak" jawabnya.
Lalu Naori membuka bungkusan itu dan melihat isinya, Hamburger dengan roti tebal yang di dalamnya berisi dua potong daging, satu telur setengah matang, keju, tomat, selada dan tambahan saus dan mustard di atas rotinya.
Naori yang tidak tahan melihat makanan dengan tampilan enak seperti itu langsung melahapnya tanpa berpikir panjang.
Hap Hap
Naori menghabiskan hamburger itu dengan cepat dan segera mencari minuman karena tenggrokannya yang kering setelah memakan Hamburger itu sekaligus
Glek Glek Glek
Naori menghabiskan satu gelas penuh hanya dalam tiga kali tegukan dan berteriak puas.
"Aahhh tadi itu enak se- ..." ucapan Naori terpotong karena kesadarannya tiba-tiba pudar.
Ting!
[Anda terkena efek Abnormal Narcolepsy]
"Sia- ... lan!"
Bruk!
Naori jatuh dan langsung tertidur di lantai dapur, Kaori dan Cyren yang mendengar suara itu langsung menoleh dan melihat Naori yang jatuh terbaring di lantai.
Kaori pun langsung berlari mendekati kakaknya dan mencoba membangunkan kakaknya, "kak? apa yang terjadi padamu?" ucapnya sambil menepuk pipi kakaknya dengan pelan.
Kalu Cyren juga mendekat dan mengumpulkan Magic Power menyelimuti tubuhnya, Cyren mengangkat Naori dan membawanya kembali ke sofa.
"Bibi, sebenarnya apa yang terjadi pada kakak?" tanya Kaori dengan wajah khawatir melihat kakaknya yang suka tertidur tiba-tiba belakangan ini.
"Kata Dokter itu adalah penyakit yang di sebabkan karena tidak tidur dalam waktu yang lama, lagipula saat kakakmu keluar dari Gate, kulit di bawah matanya menghitam yang menandakan dia sudah tidak tidur untuk waktu yang sangat lama" ujar Cyren menjelaskan.
Lalu Segawa yang tadinya berada di lantai atas dan berganti pakaian menuruni tangga dan langsung berjalan ke dapur seraya berkata "Bibi, aku akan memasak Sayuran hari ini"
"Baiklah" jawab Cyren singkat.
Lalu Cyren pun berdiri dan mematikan Televisi seraya Berkata kepada Kaori "Cepat ganti baju lalu ikut Segawa memasak! bibi mau keluar sebentar"
"Baik bi" jawab Kaori yang kemudian berjalan menaiki tangga untuk ke kamarnya dan berganti baju.
Selesai berganti baju Kaori turun dan langsung ke dapur membantu Segawa memasak.
Hari terus berlanjut hingga akhirnya seminggu pun berlalu, Di pagi hari berkisar jam delapan, Naori bangun dari kasurnya dan berjalan menuruni tangga untuk mencari makanan karena perutnya yang lapar.
Di saat ia sampai di bawah, di sofa beberapa orang sedang duduk dan mengobrol, Naori sedikit menatap orang-orang yang duduk di sofa dengan wajah bingung.
Naori melihat Merlin, Cyren, Galoth dan dua orang lainnya yang memakai jas berwarna hitam berbicara dengan raut wajah serius dan memegang sebuah bola warna putih di meja.
Cyren yang menyadari kalau Naori sudah bangun langsung memanggilnya untuk mendekat ke sofa
"Kemarilah nak! seseorang mencarimu" ucap Cyren sambil melambaikan tangannya ke atas dsn menyuruh Naori untuk segera mendekat ke sofa.
Naori yang mendengar panggilan Cyren, berjalan ke arah sofa dengan wajahnya yang masih mengantuk.
"Ada apa bibi? siapa mereka?"
"Mereka berdua adalah utusan dari Ibukota Nak" jawab Cyren.
"Utusan? untuk apa?"
"Ya, lihat ini nak! mereka ke sini untuk mengujimu apakah dirimu pantas untuk Pelatihan Khusus" ujar Merlin sambil menunjukkan bola warna putih yang ia pegang di tangannya.
"Pe-pelatihan khusus!?"
To be Contiuned*