Magic Blessing In Another World

Magic Blessing In Another World
Chapter OVA 1.4



Pertarungan Final


Setelah berhasil mengalahkan Riri, Naori langsung bangun dan mendekati Riri yang di tebas oleh Naori, "Instant Heal" Naori menyembuhkan luka Riri dalam sekejap.


Lalu Riri langsung menangkap tangan Naori dan bertanya "Apakah kau juga seorang Angel?"


"Angel? bukan, aku hanya seorang manusia" jawab Naori.


Lalu Riri pergi dari lapangan Sparring dengan ekspresi yang kurang semangat, orang-orang yang melihat ekspresi Riri langsung menghujat Naori dengan kata-kata kotor yang sangat menyakitkan.


Naori yang mendengarnya hanya bisa terdiam dan berkata di dalam hatinya "Apa aku salah jika melukai putri mereka? lagipula sehebat apa reputasinya hingga membuat seluruh orang membelanya?"


Naori heran dan langsung pergi dari lapangan Sparring, Lalu pertandingan semi final ke dua pun dimulai antara Arashi dan Senkaku.


"Mulai!"


Senkaku langsung berpindah ke belakang Arashi dan menebasnya, "Slash!" Arashi menangkisnya tanpa berbalik dengan tangannya yang menggenggam pedang di belakangnya.


"Mana Slash!"


Senkaku mulai menjadi agresif dan terus menyerang Arashi tanpa celah, Clang* Clang* suara pedang yang terbentur membuat suasana pertarungan itu lebih sengit di banding pertarungan Naori sebelumnya.


"Dragon Flash!" Senkaku maju dengan cepat dan memukul mundur Arashi, Lau Senkaku berputar di udara dan menendang Arashi, Arashi yang merasakan bahaya tendangan itu menangakis tendangan Senkaku dengan tangannya.


Duar! tendangan Senkaku yang di tangkis Arashi menimbulkan sebuah gelombang kejut yang menggelegar hingga keluar Akademi.


"Benar-benar seorang jenius, Senkaku bisa mengeluarkan serangan sedahsyat itu" batin Pengajar itu setelah melihat Serangan Senkaku.


"Tapi ... Anak ini, Arashi murid yang baru masuk 1 bulan yang lalu tidak kalah dengan Senkaku, bahkan ekspresinya menunjukkan dia belum mengeluarkan semua kekuatannya" batin Pengajar itu sekali lagi.


"Dan Anak itu, Naori ... Anak itu juga jenius karena mampu mengalahkan Putri Riri" gumamnya saat melihat Naori dari kejauhan yang menyemangati Arashi.


Pertandingan itu semakin sengit, Senkaku yamg dari tadi mengeluarkan serangan mulai terlihat kelelahan, sedangkan Arashi yanh dari tadi bertahan masih menunjukkan ekspresi biasa seperti dirinya yang tidak kelelahan menerima semua serangan Senkaku.


"Apakah hanya ini? kalau begitu serangan selanjutnya sudah giliranku" ujar Arashi yang menyiapkan kuda-kuda dan pedangnya.


"Tekhnik Pernafasan Air Aliran ke Sembilan ..."


"Soryuu~"


Arashi mengayunkan pedangnya dari jarak jauh dan terbentuklah pedang panjang yang di selimuti air, Panjang pedang itu melebihi lapangan Sparring sehingga meskipun Arashi tidak melangkah sekalipun, jika pedang itu di ayunkan masih tetap mengenai Senkaku yang berada di ujung lapangan.


"Euargh*" Senkaku yang terkena serangan pedang Arashi langsung tersungkur karena ayunannya, Lalu pedang Arashi kembali seperti semula dan kembali menyiapkan kuda-kudanya.


"Akan aku akhiri ini" ujar Arashi.


"Tekhnik Penafasan Kaminari Aliran ke dua puluh ..."


"Tebasan Petir Ganda"


Arashi melepaskan dua aliran petir yang menjalar di tanah untuk menyerang Senkaku.


Blar!


Ke dua petir itu mengenai Senkaku dan membuatnya pingsan setelah tersetrum petir yang begitu hebat.


"Pe-Pemenangnya Akazuki Arashi!"


"Uwoohh!"


Teriakan para siswa menggelegar di tempat itu karena serangan Arashi yang menumbangkan Senkaku sang murid jenius yang menempati posisi pertama di akademi.


Sedangkan sekarang posisi murid pertama akan di ambil oleh Naori dan Arashi yang memasuki babak Final, babak Final di mulai agak lama dari biasanya karena pertarungan Senkaku dan Arashi yang menyebabkan sedikit kerusakan pada lapangan Sparring.


Butuh waktu bagi para pengurus akademi untuk memperbaiki lapangan, sehingga membuat seluruh orang menunggu lapangan di perbaiki untuk segera melanjutkan pertandingan.


<--Beberapa menit kemudian-->


Lapangan selesai di perbaiki, Naori dan Arashi mulai memasuki lapangan, suasana para siswa dan para pengajar akademi menjadi bimbang, siapakah yang akan menjadi First Magic Student (Sebutan di Akademi untuk orang paling jenius).


"Hey Arashi, apa kau akan mengalah? tanpa mencoba sekalipun aku sudah tau kau lebih kuat dariku saat melawan Demon King Lucifer" ucap Naori.


"Aku tidak akan mengalah, tapi tenang saja! yang akan memenangkan pertandingan ini adalah kau Naori, karena aku tau kau sendiri sangat ingin memenangkan ini hanya dengan melihat wajahmu" ujar Arashi.


"Mana mungkin" ucap Naori sambil menyiapkan pedangnya dan menatap Arashi dengan tajam, Arashi yang melihat Naori juga mulai memasang kuda-kudanya.


Mulai!


"Reflex Arc X Swift Step- ..."


"Raikiri!"


"Majulah!"


Zrriing~


Arashi menebas Naori, namun karena Naori menggunakan semua skill penghindar terkuatnya, serangan Arashi hanya menggores sedikit wajahnya.


Naori yang berada di belakang Arashi langsung menyerang dan mengikat Arashi.


Dark Bind


Arashi terikat oleh tali kegelapan yang di keluarkan Naori, Wind Slash! Naori menyerang dari jauh dan menjaga jarak untuk menguji pertahanan Arashi.


Namun sayang, Arashi tidak terluka sama sekali setelah menerima serangan Naori karena serangan itu sangat lemah baginya, "Naori ... akan aku ajari kau sesuatu"


Swush! Arashi tiba-tiba berada di belakang Naori, "jika kau sudah menjebak lawanmu maka ... kau harus menyerangnya sekuat tenaga" ujar Arashi yang menyiapkan tinjunya untuk menyerang Naori.


Reflex


Naori menghindarinya, "Hampir saja ..."


"Benarkah?" Arashi langsung berada di depan Naori dengan tinjunya yang di lapisi sebuah kekuatan aneh.


Reflex


"Apa kau hanya bisa menghindar?" ujar Arashi.


"Tekhnik Penafasan Kaminari Aliran ke dua puluh tiga ... Langkah dewa petir!"


Arashi menggunakan sebuah tekhnik yang mampu mempercepat langkahnya, sehingga kali ini Naori tidak mampu menghindari serangannya sama sekali.


Buk!


Naori terpukul tepat di perutnya hingga terpental ke belakang, "Imune Damage!"


Naori langsung bangkit lagi dan membuat beberapa Clone yang mirip dengan dirinya, "Magic Clone Serang dia!"


"Huff ..." Naori membuang nafasnya dan segera menarik nafas panjang, menatap Arashi dan menunggu sebuah momen untuk menyerang Arashi.


Boof! Boof! Boof! Clone Naori mulai menghilang satu per satu karena di serang oleh Arashi.


"Sekarang!"


Teleportasi


Naori berpindah tempat ke belakang Arashi, dan segera menyerangnya.


Zakfiel!


Waktu berhenti, dan Naori berhenti menyerang karena melihat Arashi yang terlihat pasrah.


"Kau menang Naori, tadi itu momen yang sangat bagus" ujar Arashi.


"Benarkah?" Naori menggaruk kepalanya.


"Iya, jika aku tidak menghentikan waktu aku mungkin sudah tertebas oleh pedangmu" ucap Arashi.


"Jadi ... harus bagaimana kita mengakhiri pertandingan ini?" tanya Naori bingung karena tidak mungkin mengakhiri pertandingan begitu saja tanpa ada salah satu dari ke duanya yang terluka.


"Pukul aku! aku akan berpura-pura kalah" ujar Arashi.


"Tapi ... kenapa? kau masih lebih kuat dariku" ucap Naori dengan perasaan tidak enak.


"Aku hanya ingin membantumu, lagipula kau mendapatkan cemooh yang sangat menyakitkan, jika kau menang dan mendapat gelas First Magic Student tidak akan ada yang berani melawanmu" ujar Arashi.


"Para bangsawan bajingan itu hanya bisa beromong kosong dan menjadikan seseorang sebagai tumbal mereka" ujar Arashi dengan marah.


"Baiklah saat aku berada di udara, kembalikan waktu seperti semula!" ucap Arashi dengan wajah serius.


"Serang aku dengan semua kekuatanmu ... Naori!"


To be Contiuned*