
Battle Arena: Naori VS Aine
Di pinggir danau, Naori dan Aine segera pergi ke tengah danau setelah dua orang yang bertarung barusan sudah selesai dengan salah satu dari mereka yang kalah.
Di pinggir danau tempat para penonton yang duduk di bangku, mereka bergumam mengejek setelah melihat betapa mudanya Naori dan Aine yang memasuki Battle Arena.
"Apa-apaan? apa mereka siswa Akademi?"
"Cih, ini akan membosankan"
"Aku tidak membayar untuk ini!"
Naori yang telah berlatih di ruangan Voice Ball, pendengarannya menjadi sangat tajam hingga mampu mendengar suara orang-orang yang berbicara di pinggir danau, Naori melirik ke arah mereka lalu berkata "Dasar orang-orang bodoh, ... lihatlah kekuatanku!" ucap Naori mengeluarkan tekanan Magic power dengan tingkat Transcendent Rank.
Orang yang tadinya mulai berbicara karena mengira pertarungan Naori dan Aine akan membosankan, mereka terkejut dengan tekanan Magic power Naori yang begitu kuat sampai orang yang ada di pinggir danau yang luas itu merasakan tekanan yang membuat mereka kesulitan bernafas.
"Apa kau hanya ingin pamer sendirian? setidaknya ajak aku juga" ucap Aine juga mengikuti Naori mengeluarkan tekanan Magic power Transcendent Rank.
"Ini akan menyenangkan" ucap Aine tersenyum melihat Naori.
"Yah~ aku juga berpikir begitu" ucap Naori menanggapi ucapan Aine.
Sedangkan di pinggiran danau orang-orang mulai duduk kembali dengan tenang namun dengan perasaan antusias menunggu pertarungan Naori dan Aine, mereka berpikir sangat beruntung karena bisa melihat pertarungan antar Transcendent Rank.
"Sial, itu Transcendent Rank!"
"Apa-apaan, jadi mereka siswa berbakat?"
"Cepat duduk! tontonan menarik akan segera di mulai"
Di pinggir danau tempat Aine menyerahkan tiket untuk bertarung, orang yang mengelola Battle Arena tampak panik, orang-orang di pinggir danau yang tadinya hanya diam, mereka mulai mengelilingi pinggiran danau lalu membuat sebuah pelindung untuk menyelimuti se-isi danau.
"Sepertinya panggungnya sudah selesai" ucap Aine mendongak ke atas melihat pelindung dengan warna transparan ( tak terlihat ) yang menyelimuti seluruh danau.
"Twillight Wings"
Naori yang dari tadi melayang menggunakan Skill Fly mengikuti Aine yang berjalan di atas air di danau itu mulai terbang sedikit menjauh dengan dua pasang sayap yang tumbuh di punggungnya.
"Sayap yang bagus", Aine memuji sayap Naori.
"Yah~ pengendalian Magic powermu juga bagus", balas Naori melihat kaki-kaki Aine yang di lapisi Magic power sehingga membuat Aine mampu berjalan di atas air.
"Sayang sekali kau tidak bisa melakukannya" ucap Aine dengan ekspresi tersenyum merendahkan.
"Apa kau baru saja mengejekku?" ucap Naori dengan raut wajah kesal.
Aine mengarahkan tangannya ke arah Naori lalu berkata "Entahlah~"
Srakk!
Air yang ada tepat di bawah Naori mulai naik ke atas dan membeku dengan cepat menyerang Naori, Naori yang terbang dengan cepat menghindari serangan Aine dengan berkata "Acceleration", Naori bergerak untuk terbang lebih tinggi agar serangan Aine tidak bisa menyerangnya lagi secara tiba-tiba.
Setelah itu, Aine berjongkok dan menempelkan tanngannya ke permukaan air sembari berkata "Frost Area"
Seketika, dari bawah air yang di pijak Aine, air mulai membeku sampai ke pinggir danau dengan cepat sehingga membuat seluruh tempat itu menjadi lautan es.
"Sepertinya perempuan ini ingin menguasai seluruh danau dan ingin membuatku terus terbang" batin Naori.
....
"Kau pikir aku akan diam saja saat kau menguasai seluruh danau sendirian!?" teriak Naori kepada Aine sambil membentuk banyak cahaya di belakangnya, Naori memadatkan cahaya itu menjadi beberapa pedang kecil dan mulai terbang lebih tinggi lagi, Naori pun membuat pedangnya berpencar setelah sampai di atas dengan ketinggian yang cukup tinggi.
Tidak lama, pedang kecil yang terbuat dari cahaya milik Naori mulai membesar dan terus membesar hingga ukurannya menjadi sangat besar.
"Sword Light of Judgement"
Naori membuat beberapa pedang yang sangat besar itu terjatuh hingga membuat air yang membuat membeku menjadi hancur, pedang Naori tertancap, Naori pun menutup sayapnya lalu berpijak di atas gagang di salah satu pedang yang tertancap sambil melihat Aine yang menggertakkan giginya di bawah sana.
"Sepertinya ... kita sudah membuat willayah masing-masing", kata Naori dengan ekspresinya yang mulai semangat.
Di danau itu, semua airnya membeku dengan tertancapnya enam pedang besar berwarna kuning milik Naori yang menancap mengelilingi danau membentuk pola segi enam dengan berpusat pada Aine yang ada di tengah-tengah, Naori membuat pijakan dengan menggunakan gagang pedang yang ada di atas untuk menghindari serangan langsung dari Aine.
Naori mengeluarkan busur Wind of Calamity lalu membuat anak panah, Naori memainkan anak panah yang terbuat Element Angin itu di tangannya dengan membuatnya berputar menggunakan jari-jarinya, setelah beberapa saat setelah Naori melihat Aine tidak bergerak, Naori segera memasang anak panahnya pada busur lalu menarik tali busurnya, Naori lalu menembakkan anak panah itu mengarah ke Aine.
Swosh!
Suara anak panah di tembak terdengar begitu keras, laju anak panak Naori sangat cepat karena Naori menarik tali busurnya dengan sangat kencang.
Aine langsung mengarahkan tangannya ke arah Naori yang sedang berdiri di atas gagang pedang lalu berkata "Ice Spear"
Seketika, dinding es yang menghalangi anak panah Naori langsung hancur dan berubah bentuk menjadi beberapa tombak es kemudian meluncur ke arah Naori, melihat serangan jarak jauh, Naori menembak beberapa anak panah untuk menghancurkan tombak es itu seraya berkata "Sharp Shooter"
Duar! Duar! Duar!
Tombak es Aine dan Anak panah angin Naori bertubrukan hingga keduanya hancur dan membuat sebuah ledakan.
Tombak es yang tadinya keras berubah menjadi butiran-butiran debu es sehingga membuat kabut yang menutupi pandangan antara Naori dan Aine, Mereka berdua yang menyadari situasi itu mulai membuat gerakan untuk serangan selanjutnya, Naori yang bersiap menembak anak panahnya dan Aine yang membuat sebuah es lancip yang mengarah ke Naori, segera setelah kabut debu es menghilang, keduanya langsung melancarkan serangan masing-masing dengan kekuatan penuh hingga kedua serangan mereka membuat ledakan lagi dan kabut es yang lebih tebal dari sebelumnya.
Di saat Kabut es menutupi penglihatan Aine, Naori terjun dari atas gagang pedang dengan membawa Sword Wind of Calamity, karena tingginya tempat Naori terjun, Naori mendarat sangat keras hingga lapisan es yang ada di tempat ia mendarat hancur, Naori lalu bersiap, saat kaki kirinya berada di belakang mulai melangkah, tempat pijakan Naori hancur lagi saat ia mulai berlari menuju ke arah Aine.
Aine yang sudah menyadari kalau Naori turun ke bawah mulai membuat sebuah pedang yang terbuat dari es di tangan kanannya dengan berkata "Ice Sword" lalu berlari ke arah Naori sambil mengarahkan tangan kirinya mengarah ke Naori dengan berkata sekali lagi "Ice Needle" (Jarum Es)
Jarum-jarum es terbentuk dengan cepat di samping Aine lalu melaju ke arah Naori, Naori pun menebas sambil berlari untuk memotong jarum-jarum es yang menghalangi jalannya.
Slash! Slash! Slash!
Naori lanjut berlari setelah jarum-jarum es menghilang dari jalannya lalu melompat, Aine yang melihat Naori melompat langsung berkata "Freeze"
Srakk!
Es yang ada di bawah Naori langsung bergerak ke atas membeku dengan cepat, Naori yang sudah bersiap sebelumnya langsung memutarkan tubuhnya seraya berkata "Spinning Slash"
"Lalu ... Light Slash!"
Setelah Naori menghancurkan es yang bergerak membekukannya dengan Spinning Slash, Naori menebaskan gelombang Magic dengan Element Cahaya mengarah ke Aine, Aine yang melihat tebasan itu langsung bereaksi untuk menghindari tebasan Naori dengan mengelak ke samping, Naori yang masih melayang di udara membuka sayapnya sembari berkata "Acceleration" untuk bergerak mendekati Aine yang kehilangan pijakan karena sedang mengelak.
Naori menebas Aine, namun tebasannya di tahan Aine dengan pedang es yang ada di tangannya.
Prang!
Suara tubrukan pedang di antara keduanya terdengar dan membuat angin di sekitarnya bergerak membentuk gelombang.
"Freeze"
Srakk!
Sesaat setelah Naori menempelkan pedangnya pada pedang milik Aine, es yang ada di pedang Aine langsung bergerak membekukan Naori.
"Sepertinya~ kau masih belum belajar dari kesalahanmu terakhir kali" ucap Aine tersenyum merendahkan.
Di tengah-tengah danau di Battle Arena yang sedang di tonton ratusan orang, Naori membeku di hadapan Aine sesaat setelah mendekatinya, Naori pun membuat cahaya panas di sekitar tubuhnya untuk melelehkan es yang membekukannya lalu bergerak terbang menjauh dengan cepat.
Aine hanya diam saat Naori melepaskan dirinya dari es yang membekukan dirinya sambil tersenyum, melihat hal itu Naori merasa sedikit aneh dengan kecepatan serangan Aine, bahkan dirinya yang menggunakan Perception hanya bisa melihat kecepatan serangan itu layaknya serangan biasa.
"Alter ... apa kau menyadari kalau ada yang aneh dengan perempuan ini?"
[Sebaiknya anda melihatnya sendiri Statistik dari perempuan ini Master]
"Observation"
Seketika layar Statistik Aine muncul di hadapan Naori, Naori langsung terkejut, soalnya Statistik Aine begitu banyak hingga memenuhi layar system.
"I-Intelligence .... Lu-Luck ... Health Point Unlimited!?"
"Apa-apaan kekuatan perempuan ini!?" batin Naori yang terkejut melihat kekuatan Aine.
[Jangan lupa melihat Statistik unik miliknya Master]
"Statistik Unik!? ... K-Knowlegde!?"
Advanced In the Next Chapter~
...Statistik Kekuatan Aine...
...[HP: Unlimited] [MP: 800.000]...
...[Defense: 0] [Strength: 56.000]...
...[Agility: 199.000] [Intelligence: Unlimited]...
...[Stamina: 55.000] [Dexterity: 30.000]...
...[Luck: Unlimited] [Knowlegde: 999.999]...