Magic Blessing In Another World

Magic Blessing In Another World
Chapter 53



Kiyoshi Alfioso


Perkelahian antara Naori dan para bawahan Youma pun terjadi, karena tindakan Naori dirinya terlibat dalam perkelahian dengan Youma Arnolt, meskipun melawan banyak orang sekalipun perkelahian itu terlihat seperti pembantaian sepihak oleh Naori, karena dirinya sendiri adalah seorang Awakener.


Buk! Suara pukulan terdengar sangat keras.


"Jadi siapa selanjutnya?" tantang Naori yang sudah menghabisi seluruh bawahan Youma.


"Siapa kau?" tanya Youma dengan takut.


"Aku? memangnya tuan muda keluarga kaya ingin mendengar nama ku?" ucap Naori yang terengah-engah.


Bruk! Naori jatuh ke tanah dan terlihat kelelahan setelah berkelahi dengan beberapa orang bawahan Youma.


"Kau baik-baik saja?" ucap orang yang di selamatkan Naori menanyakan keadaannya.


"Aku baik-baik saja" jawab Naori singkat.


"Kau pikir aku kelelahan karena orang-orang biasa ini? tentu saja tidak, berpura-pura lemah itu menyenangkan" batin Naori.


"Berhentilah membully orang! itu akan menjadi kebiasaan buruk mu suatu hari nanti" ucap Naori memperingati.


:Kau pikir dirimu itu siapa!? beraninya kau melawanku, lihat saja nanti!" Ucap Youma berbalik dan pergi meninggalkan Naori di ikuti oleh seluruh bawahannya yang mulai bangun dan mengikutinya.


"Pecundang" gumam Naori.


"Siapa orang ini? kenapa dia berani memprovokasi seorang Antagonis? apakah dia seorang MC (Main Character/ Karakter utama) di sekolah ini?" Batin orang yang di tolong Naori.


"Tunggu saja! aku akan membantumu suatu hari nanti saat aku sudah bertambah kuat menggunakan System" ucapnya sekali lagi di dalam hatinya.


"Hey, siapa nama mu?" ucapnya bertanya kepada Naori.


"Naori" ucap Naori singkat.


"Namaku Kiyoshi, terima kasih telah menolongku"


"Tidak masalah, aku harus segera ke kantor guru, maaf ya aku pergi duluan" ucap Naori berlari dan pergi meninggalkan Kiyoshi.


"Kenapa dia ke kantor guru? apa dia seorang murid yang rajin? Kurasa tebakanku benar, orang ini adalah seorang MC di sekolahan ini" batin Kiyoshi.


"Karena aku sudah bereinkarnasi, aku akan menggenggam dunia ini dengan System milikku" Ucap Koyoshi mengangkat tangannya dan mengepalkannya.


Di kantor guru


Naori membuka kantor guru melihat sekitar dengan pakaiannya yang kotor karena perkelahian tadi.


Lalu Naori masuk dan berkata "permisi"


Naori berjalan ke tengah-tengah kerumunan guru yang ada di ruangan itu dan mendekat ke sebuah meja yang ada di paling tengah.


"Saya datang untuk melapor pak" ucap Naori dengan sopan kepada seseorang yang duduk dqn membaca secarik kertas di tangannya.


"Apa yang kau lakukan selama sebulan ini? apa kau tau wali mu sudah kesulitan mengurus murid yang lain, tapi kau malah menambah masalahnya!" Teriak orang itu menunjuk Naaori dan memarahinya.


"Karena ibu saya sudah tiada sebulan lalu jadi saya harus bekerja dan mencari koin untuk menghidupi kebutuhan sehari-hari" jawab Naori dengan nada datar.


"Aku tidak peduli! kau adalah seorang siswa jadi kau harus memenuhi tanggung jawabmu dengan berangkat sekolah!" Teriaknya.


"Aneh, kenapa wakil kepala sekolah begitu marah?" batin Naori dengan heran.


[Mungkin karena orang ini adalah paman dari Youma Arnolt Master]


"Aahhh begitu ya, dia benar-benar pandai mencari kesalahan orang lain" ucap Naori di dalam hatinya.


"Apa kau mendengarkan!?"


"Ya saya mendengarkan pak" jawab Naori.


"Mulai besok dan seterusnya kau harus berangkat sekolah, jika kau berani membolos sekali saja Beasiswamu akan aku cabut dan kau akan segera di keluarkan dari sekolah, kau paham?"


"Saya paham pak" jawab Naori.


"Sebagai hukuman, kau harus membersihkan halaman sebelum pulang ..." Lalu pak wakil kepala sekolah menutup matanya dengan tangan dan mengusir Naori, "Kembalilah ke kelas! kau membuatku darah tinggi, Anak-anak zaman sekarang benar-benar mengerikan" gumamnya.


Lalu Naori pergi dan keluar dari kantor guru, alangkah terkejutnya tiba-tiba Youma berada di samping pintu dan mengejutkan Naori.


"Yoo, apakah menyenangkan di marahi oleh pamanku?" tanya seseorang dari samping pintu


"Youma!" ucap Naori terkejut.


"Aku tidak memiliki urusan denganmu" ucap Naori yang langsung pergi dan meninggalkan Youma.


"Tidak terima kasih" Ucap Naori tanpa memalingkan wajahnya dan tetap berjalan pergi.


"Jika kau tidak melakukannya, aku pastikan kau an kesulitan bersekolah di sini" ucap Youma.


"Apa kau mengancamku?" ucap Naori yang berbalik dan menatap Youma dengan tatapan membunuh.


"Yaa ... Aku bisa menggunakan otoritas pamanku untuk mengeluarkanmu" ucap Youma.


"Aku tidak ingin menjadi bahawan seorang pecundang, lebih baik kau menjadi bawahanku saja" Ucap Naori.


"Hah? siapa yang mau menjadi bawahanmu?"


"Pikirkan saja dulu" ucap Naori melambaikan tangannya dan pergi.


"Siapa anak ini? aku belum pernah melihatnya, apakah dia murid pindahan?" ucap Youma menebak.


Ding dong~


Bel sekolah berbunyi dan waktunya istirahat, banyak murid keluar dari kelas dan menuju kantin.


"Aku bosan, mungkin aku ingin ke taman dan membeli minuman dingin" ucap Naori beranjak dari kursinya dan pergi ke luar kelas.


Sesampainya di taman Naori mencari sebuah mesin minuman dan memasukkan koin ke dalamnya.


Klotak*


Sebuah minuman kaleng jatuh ke bawah, Naori mengambilnya dan mencari tempat duduk di taman itu.


Cess* Suara minuman kaleng itu di buka


Gluk* Gluk* Gluk* Naori meminumnya dan segera menghabiskannya dengan cepat.


"Mungkin akan bagus jika aku memanfaatkan Youma untuk memperoleh informasi mengenai keluarganya" gumam Naori sambil berpikir


"Lagipula dia sudah di buang keluarga, tapi kondisinya di Treasure sepertinya baik-baik saja, aku ragu untuk memanfaatkannya ... lebih baik langsung ku bunuh sebelum dia menyusahkanku"


Lalu karena mendengar suara langkah kaki, Naori berhenti berpikir dan waspada terhadap orang yang mendekatinya.


"Kenapa kau di sini?: tanya orang itu.


"Kiyoshi ya? Aku hanya mencari angin segar dan menikmati sekaleng minuman dingin" jawab Naori.


"Minuman apa yang kau minum?" tanya Kiyoshi sambik duduk di dekat Naori.


"Aku membeli kopi untuk mengatasi rasa kantuk ku" jawab Naori.


"Apa kau mau minum lagi? aku membeli dua" ucap Kiyoshi menawarkan minuman kaleng kepada Naori.


"Aku sudah minum, tapi siapa orang bodoh yang menolak minuman gratis" ucap Naori mengambil minuman yang ditawarkan Kiyoshi.


"Kau bilang nama mu Naori kan? bisakah kita berkenalan lagi? dengan menyebutkan Marga Keluarga tentunya"


"Naori Asake" jawab Naori.


Cess* Suara minuman kaleng di buka terdengar lagi dan Naori mulai meminum minuman itu dengan cepat.


"Seperti yang sudah ku bilang, Namaku Kiyoshi ... Kiyoshi Alfioso"


"Hhmmm? Alfioso ... itu kan Marga keluarga bisnis yang mengurus bisnis hampir seluruh makanan di Easteria, adik ku bahkan suka dengan keripik kentang buatan keluarga kalian" ucap Naori"


"Tepat sekali"


"Tapi kenapa tuan muda besar seperti mu bisa sampai di bully?" tanya Naori dengan ekspresi heran.


Lalu Kiyoshi bercerita sangat lama tentang kisah hidupnya di dalam keluarganya, kalau sebenarnya dia adalah anak yang di buang oleh keluarga Alfioso adalah fakta yang sudah tersebar di kalangan remaja sekolah ini.


"Apa kau serius tidak mengenalku?" tanya Kiyoshi.


"Tidak, untuk apa aku mengenalmu?" jawab Naori dengan ekspresi datar.


"Benar juga ya ..." jawab Kiyoshi dengan canggung.


Ding dong~


Suara bel mengakhiri pembicaraan mereka, lalu Naori pun pamit untuk kembali ke kelasnya.


"Wajahnya sangat datar seperti dia sudah terbiasa terkena masalah, baru kali ini aku bercerita panjang lebar dan ada yang mendengarkanku" Ucap Kiyoshi tersenyum lega saat melihat Naori pergi.


To be Contiuned*