Magic Blessing In Another World

Magic Blessing In Another World
Chapter 116



Naori VS Anggota Murder


Di dalam fasilitas bawah tanah milik Prof. Akron, Naori membaringkan Alya ke sebuah kasur yang rusak di sebuah ruangan, ia pun menyembuhkan Alya menggunakan Instant Heal namun tidak berhasil, karena tubuhnya yang telah menjalani kelaparan selama beberapa hari bukanlah sebuah luka, karena itulah Naori mencoba membangunkan Alya untuk memberinya makanan sesegera mungkin.


"Alya ... Bangun Alya, kak Naori di sini!" ucap Naori menyentuh pipi Alya yang terlihat tulang dari tulang tengkoraknya dan kecil di tangannya.


"Alya! ..." Naori diam sejenak, ia pun menunjukkan raut wajah khawatir lalu memanggil "Alter, bagaimana ini?"


[Tenanglah Master, Alya masih hidup]


"Kalau begitu kenapa dia tidak bangun Alter?" ucap Naori semakin khawatir.


[Kalau begitu akan saya bangunkan dengan menggunakan 10 Point stat milik anda]


"Bangunkan dia bahkan jika harus menggunakan Point Statku sekalipun!" perintah Naori


Tidak lama kemudian Alya pun membuka matanya secara perlahan dan bangun, di matanya yang terbuka secara perlahan ia melihat sosok Naori di depannya, karena teringat bahwa dirinya berada di tempat Organisasi Murder, Alya hanya mengira bahwa dirinya hanya berhalusinasi dan melihat sosok Naori, "Kak Naori? ..." ucap Alya dengan nada yang lemas, "Apa aku sudah mati? ..." Alya meneteskan air matanya mengingat semua kakaknya yang telah di bunuh organisasi murder dengaan brutal, ia pun mulai menangis dan mengeluh dengan berkata "Hiks Hiks, kenapa semua ini terjadi?"


Naori diam saja karena menunggu Alya menyelesaikan perkataannya, "Alya belum mati kok, kak Naori menyelamatkan Alya dari genggaman orang jahat, ... bangunlah! kakak menyiapkan makanan" ucap Naori dengan nada yang lembut kepada Alya.


Alya bangun secara perlahan untuk memastikan bahwa ia berhalusinasi tau tidak, setelah bangn. Alya mendongak ke atas melihat Naori lalu kembali menunduk melihat tangan Naori.


Greb*


Alya mencubit tangan Naori untuk memastikan, suasana hening sejenak, Alya berkata "Jadi ini hanya mimpi?" ucap Alya sembari mendongak ke. atas untuk melihat raut wajah Naori.


"Hentikan, itu sakit!" ucap Naori dengan wajah yang datar.


"Lalu kenapa wajah kak Naori tidak kesakitan?"


"Hanya cubitan biasa tanpa Magic Power tidak akan terasa begitu sakit" jawab Naori.


Lalu Naori pun menyuguhkan makanan yang ia beli dari Alter menggunakan Koin kepada Alya, Alya pun menurut dan memakan makanan itu dengan diam saat sedang makan, hingga akhirnya Alya teringat dengan kakak-kakaknya yang telah di bunuh oleh organisasi Murder, ia pun seketika menanggis dengan kencang setelah mengingat kejadian kejam yang telah di alami oleh dirinya dan kakak-kakaknya, Naori merasa iba, ia pun mendekap Alya dengan tangannya lalu memeluknya seraya berkata "Tidak apa-apa Alya, kakak masih di sini" ucap Naori mencoba menenangkan Alya yang sedang menangis dengan keras di ikuti dengan berkata di dalam hatinya "Kasihan sekali, anak kecil sepertinya harus mengalami hal seperti ini?" batin Naori dengan peraasaan sedih.


Setelah Alya menangis begitu lama akhirnya ia pun berhenti menangis dan tertidur di dalam dekapan Naori, Naori kembali membaringkan Alya di kasur dan mulai berdiri dengan perasaan marah.


Ting! Ting!


Secara tiba-tiba notifikasi system berbunyi dua kali memperingatkan Naori, ia pun memuka panel system dan melihat notifikasi yang di beritahukan system padanya.


[Skill Fate of Blessing telah aktif]


[Kondisi System telah kembali normal]


[Berbagai macam System akan memunculkan misi kembali setelah Player menyetujui kondisi ini]


...[Ya] [Tidak]...


Naori menekan tombol ya, kemudian notifikasi system kembali berbunyi.


Ting!


[Quest telah di berikan]


[Deskripsi misi]


[Kalahkan 99 Anggota Organisasi Murder]


[Reward: Achievement Solo Revenge]


[Kalahkan 1 Petinggi Organisasi Murder yang di sebut Grand of Knight]


[Reward: 10.000 Point stat]


Naori terdiam, ia pun bertanya kepada Alter dengan berkata "Alter, apakah misi harian Leveling System sudah berjalan?"


[Tidak Master, Misi harian Leveling System akan berjalan mulai dari jam dua belas malam sampai hari berikutnya berganti]


"Begitu ... jadi aku sangat luang hari ini" ucap Naori berjalan meninggalkan Alya bersama dengan Zygritte untuk menjaga Alya, ia pun keluar dari fasilitas itu dan berpindah tempat kembali ke atap gedung di mana terjadinya pertempuran barusan menggunakan Skill Teleportasi, Naori melihat sekitar, sudah tidak ada orang lagi di gedung itu dengan bekas darah yang ada di tengah-tengah gedung, Naori mendekati darah itu dan menyentuhnya.


Syuut*


Darah itu langsung berubah bentuk dan mengelilingi Naori untuk mengikatnya, Naori terkejut dan tidak sempat bereaksi dengan darah itu dan berakhir di jebak oleh darah itu, di sisi lain, Seseorang petinggi yang memakai jubah yang berbeda dari yang lain menyadari bahwa darahnya telah menangkap mangsa dengan menoleh ke belakang seraya berkata "Semuanya! kembali ke atap gedung!"


Semua anggota Murder yang ada di sana pun berlari kembali ke atap gedung sesuai dengan perintah orang itu, sedangkan Naori yang terjebak di atas gedung mencoba melepaskan dirinya karena di jerat oleh darah itu, darah itu sendiri menjadi semakin keras, Naori mengeluarkan pedangnya dan menebas darah itu, namun tidak ada yang terjadi, darah itu bahkan menjadi sangat keras sampai-sampai Naori tidak bisa menebasnya menggunakan pedang, di sisi lain hutan, seseorang yang memiliki darah itu mengepalkan tangannya dengan banyak sekali Magic Power, seketika darah yang menjerat Naori semakin menjerat Naori lebih kencang dan berubah bentuk menjadi sebuah jarum darah dan menusuk perut Naori hingga tertembus.


"Aakh"


Tubuh Naori gemetaran, ia terkejut dengan darah itu yang tiba-tiba saja menembus perutnya, ia pun memegang jarum darah itu dan mencoba mendorongnya ke belakang agar perutnya bisa terlepas dari jarum darah itu, namun jarum darah itu malah semakin membesar dan kemudian bergerak dengan cepat menembus perut Naori, Naori langsung menyembuhkan lukanya dengan Skill Instant Heal dan segera melepaskan jeratan darah itu karena sebagian kekuatannya telah terfokus ke dalam jarun darah yang menembus perutnya.


"Gah" Naori melihat lukanya yang sembuh dengan cepat sembari menyeka darah yang kekuar dari tubuhnya, Naori bergerak menjauh dari jarum itu dan mengeluarkan Ke-empat Soul Knight miliknya untuk berjaga-jaga, Naori pun memejamkan matanya setelah memanggil para Soul Knightnya dengan berkata "Summon: Soul Knight"


Ia menggunakan teknik Feeling, dari kejauhan ia merasakan banyak sekali orang sedang menuju ke arahnya, Naori membuka satu matanya, lebih tepatnya mata kanan, ia berjalan ke samping atap gedung untuk merasakan keberadaan puluhan orang bahkan ratusan itu dengan teliti, beberapa dari mereka berpencar, Naori menyadari hal itu seraya berkata "Sepertinya pertempuran ini akan panjang, Fate of Blessing membawaku sampai sejauh ini? ... Baiklah, aku akan mengikuti alur takdir kali ini, bahkan jika aku harus melawan banyak sekali orang sekaligus"


"Akan aku bunuh mereka semua!" ucap Naori dengan tatapan membunuh melihat merasakan keberadaan mereka dengan teknik Feelingnya hanya dengan memejamkan satu matanya, lebih tepatnya memejamkan mata kirinya untuk menggunakan teknik Feeling.


Advanced in The Next Chapter~