
Battle Arena: Final Battle
Di atas danau es, Naori yang terbang melihat Kastil es milik Aine yang berbentuk pohon es bergerak tampak ragu, Naori ragu karena merasa tidak percaya diri mampu menghancurkan semua bongkahan es yang begitu besar itu.
Di saat Naori hanya diam Aine mengarahkan tangannya ke arah Naori untuk menggerakkan daun-daun es yang melayang di atas pohon, "Ice Leaf" ( Daun Es ).
"Serang!"
Seketika ribuan daun bergerak ke arah Naori, Naori hanya menunjukkan wajah khawatir, di hadapan begitu banyak daun es yang mengarah padanya, Naori hanya diam tidak bergerak sembari bergumam "Prophelled Light, ... aku percaya padamu"
Cling!
Ke tujuh cahaya kecil yang mengitari Naori mulai bergerak dengan cahaya yang semakin terang, di saat ke tujuh cahaya itu berada di hadapan daun es yang ada di barisan depan, tiga dari tujuh cahays menerobos masuk di antara ribuan daun, sedangkan untuk empat cahaya lainnya mulai bertahan dengan membentuk sebuah tongkat cahaya tajam berukuran besar lalu berputar untuk menghancurkan daun-daun es sekaligus menghadangnya untuk mengenai Naori.
Scrash! Scrash! Scrash! Scrash! Scrash!
Suara tongkat cahaya Naori memotong daun-daun es terdengar keras karena banyaknya daun yang memgarah ke Naori, saking banyaknya, beberapa daun lolos dari putaran ke empat tongkat cahaya tajam Naori dan mengarah langsung ke Naori.
Naori diam, ia memejamkan matanya di saat puluhan daun es yang lolos mengarah padanya di saat dirinya malah memejamkan mata.
Scrat! Scrat! Scrat!
Beberapa daun menggores tubuh Naori hingga mengeluarkan darah, sedangkan beberapa lainnya menancap di tubuh Naori, seperti tangan, kaki, perut, dan dada Naori.
Naori di penuhi dengan daun es, beberapa goresan luka yang di sebabkan daun es bahkan membeku karena dinginnya suhu daun, namun Naori tetap diam tidak bergerak dengan matanya yang tertutup.
Di saat tubuhnya banyak luka karena di serang daun-daun es, ketiga cahaya Naori yang menerobos ke dalam kerumunan ribuan daun mulai keluar dari tumpukan daun dan mengarah langsung ke batang pohon es yang melindungi Aine.
Aine waspada setelah melihat ketiga cahaya Naori yang mendekat, Aine mengarahkan tangannya dan bersiap, di saat itu juga salah satu cahaya Naori yang berada di belakang dari tiga cahaya mulai berubah bentuk, dari yang tadinya hanya sebuah cahaya dengan ujung depan belakang lancip dengan dua buah sayap di bagian kanan dan kiri, sekarang menjadi sebuah jarum cahaya dengan ukuran yang tidak begitu besar mengarahkan ujungnya ke Aine.
Di tempat Naori, Naori mulai bergerak dengan membungkuk sedikit mempersiapkan kedua pedang yang ia pegang, Naori pun membuka matanya secara perlahan sambil menghela nafasnya yang membeku.
"Hahh ... Teleportasi"
Wush!
Naori dengan cepat berpindah tempat ke salah satu dari ketiga cahaya yang mengarah ke Aine, Aine yang terkejut dengan keberadaan Naori yang ada di depannya langsung berkata "Freeze" untuk membekukannya.
Srakk!
Di saat Naori membeku, dalam sekejap jarum es yang ada di belakang Naori langsung bergerak dan menghancurkan es yang membekukan Naori.
Byar!
Es milik Aine hancur, dan Naori sudah bersiap mengumpulkan Magic power di kedua pedang cahaya yang ia pegang.
"Wind- ... Light Slasher!"
Naori melepaskan gelombang cahaya yang di lapisi dengan angin hingga melepaskan seluruh Magic power yang ada di pedangnya sampai semua Magic powernya terkuras dan membuat pedang cahaya itu menghilang.
Slash!
Aine yang merasakan tekanan luar biasa itu langsung menjadi sangat waspada dengan menggerakkan puluhan akar es yang masih bergerak-gerak menelilingi Frozen Tree.
"Ice Root, ikat dia!" teriak Aine yang langsung beranjak dari kursinya untuk berdiri.
Naori yang masih melayang di udara setelah menebas langsung menggenggam salah satu cahaya dari tiga cahaya di tangannya untuk menggantikan pedang cahaya yang baru saja hilang setelah ia gunakan untuk menebas.
Naori bersiap kembali, dia saat Akar-akar es milik Aine menyerangnya, Naori menebas secara Horizontal ( menyamping ) agar tebasannya mengenai seluruh akar dari ujung ke ujung lainnya, setelah menebas akar-akar es yang menghalanginya mendekati Aine, Naori menebaskan pedangnya sekali lagi, namun kali ini secara Vertikal ( dari atas ke bawah ).
Slash!
Tebasan Naori tepat mengenai Aine hingga membelah tubuhnya di sertai dengan hembusan angin kuat hingga pelindung transparan yang melindungi Battle Arena pecah.
Orang-orang yang ada di pinggir danau mulai berdiri dan berlarian, mereka menyadarinya, serangan Naori memiliki efek yang begitu besar, bahkan hanya dengan tiga tebasan saja mampu menghancurkan pelindung yang selalu di gunakam untuk menahan kekuatan Transcendent Rank di Battle Arena.
Hancurnya pelindung bukan tanpa alasan, serangan Naori menjadi semakin kuat karena latihan yang ia lakukam selama ini, dan juga Skill Manifestasion of Light yang ia dapatkan mampu membuat Naori mengendalikan cahaya sesukanya dalam bentuk apa pun.
Termasuk dalam ketiga tebasan Naori barusan, cahaya lecil yang selalu berubah bentuk dengan keinginan Naori memiliki kandungan Magic power yang begitu melimpah, karena Naori membentuk ketujuh cahaya itu sangat lama sejak pertarungan di mulai.
Dengan Skill Manifestasion of Light, Magic power yang banyak itu langsung di ubah ke dalam bentuk gelombang tebasan yang mengarah ke depan tanpa mengurangi jumlahnya sedikitpun, karena itulah serangan tebasan yang di keluarkan Naori begitu dahsyat sampai-sampai pelindung yang menahan kekuatan Transcendent Rank di Battle Arena pecah karena tidak kuat menahan serangan Naori.
Setelah tebasannya membelah Aine, Naori mengeluarkan Twillight Wings dan langsung terbang menuju ke arah Aine dengan sangat cepat menggunakan Skill Acceleration.
"Kena kau, ..." ucap Naori dengan nada menggerikan.
Grab*
Tangan Naori mencekik leher Aine saat sedang membentuk tubuhnya, Naori menatap Aine dengan tatapan meembunuh di sertai dengan tekanan Magic power yang di keluarkan dari tubuhnya.
"Ugh ..." Aine merasakan cekikan Naori yang kuat dan mulai meronta dengan mencengkram tangan Naori berharap agar Naori melepaskan dirinya.
"K-kau ..." ucap Aine menggertakkan giginya.
"Jangan harap bisa lepas lagi!" kata Naori dengan perkataan memperingatkan.
"Freeze"
Keduanya membeku, namun dalam sekejap Naori melelehkan esnya dengan suhu hangat dari ke enam Prophelled Light yang masih tersisa.
"Seperti kata nenek, ... kau sangat kuat" ucap Aine dengan senyuman yang terbentuk di raut wajahnya.
"Padahal aku hampir saja membuat tubuhmu membeku seutuhnnya, namun karena aku tertangkap, ... aku kalah- ... K-kau menang Naori!"
"Hahh ..." Naori menghela nafasnya yang membeku lalu melepaskan cengkraman tangan yang mencekik leher Aine.
Tubuh Naori seketika hilang keseimbangan dan jatuh ke depan, Aine yang berada di depan Naori terpaksa menahan tubuh Naori yang jatuh seraya berkata "Ups ... dasar~ dia benar-benar pingsan setelah tubuhnya hampir membeku seperti kata nenek" ucap Aine dengan senyuman lembut yang terlihat di raut wajahnya melihat Naori yang pingsan di dekapannya.
Advanced In the Next Chapter~