
Tunduknya Leona
Seminggu telah berlalu, kondisi tubuh Leona semakin memburuk, bahkan wajahnya sendiri sudah menunjukkan kalau dirinya kelaparan, hanya sesekali Naori memberikan air kepadanya saat Leona hanya dalam kondisi sekarat, tidak jarang juga Naori memberi satu bungkus roti kepadanya.
Sehingga akhirnya Leona berpikir dan menyimpulkan sesuatu, Leona berpikir, kenapa Naori menghancurkan keluarga Arnolt? dengan alasan apa? dengan kekuatan yang begitu dahsyat itu, ia sendiri bahkan bisa terkenal di Easteria dengan umurnya yang masih muda, tapi kenapa?
Leona kemudian memejamkan matanya lagi karena sudah tidak kuat dengan kondisi tubuhnya yang begitu buruk dan perutnya yang selalu berbunyi karena kelaparan, Naori kembali turun, kali ini dia membawa salad di dalam mangkok entah mendapatkannya dari mana, Leona yang melihat itu berpikir sekali lagi, "Bagaimana cara dia mendapatkan makanan itu?" batin Leona sembari mengingat kejadian dimana Naori mengucapkan nama Alter lalu meminta dua porsi nasi dan seketika nasi itu muncul secara misterius.
"Makan ini!" aku akan memberikanmu air besok ucap Naori kemudian berdiri lagi dan berniat pergi meninggalkan Leona beserta dengan salad itu.
Kejadian yang sungguh tidak terduga, Leona menghentikan Naori pergi dengan memegang tangannya dengan berkata "Tunggu!"
"Darimana kau mendapat begitu banyak makanan? padahal tidak ada yang bisa di jadikan makanan di sini" tanya Leona.
"Apa itu urusanmu? berdoalah! mulai besok aku tidak akan memberimu makanan lagi sampai kau menurut padaku" ujar Naori melepaskan tangan Leona dan bergegas pergi keluar.
"Siapa namamu? kenapa kau melakukan semua ini kepada keluargaku!?" teriak Leona menggunakan tenaganya yang tersisa.
"Asake ... itu marga keluargaku, dan untuk alasaannya? aku melakukannya untuk membalaskan dendam kematian ibuku, ada lagi yang ingin kau tanyakan?" ucap Naori menjawab pertanyaan Leona tanpa berbalik.
...
"Kalau begitu sampai jumpa lagi"
Naori pergi, Leona berbaring lemas di kasur, bahkan tanpa makanan pun ia masih bisa bertahan selama satu hari lagi, pikirannya tidak tenang ketika melihat Naori hanya membawakan makanan untuknya, yang di butuhkan Leona hanyalah air untuk memenuhi asupan tubuhnya, tanpa air ia tidak akan bisa hidup lama setelah dehidrasinya semakin parah.
Pikirannya semakin buyar, pasalnya tenggorokannya saat ini dalam keadaan kering, sedangkan hanya Naori yang memiliki makanan dan air di tempat yang sempit itu.
Leona bangun, ia memakan salad yang di berikan Naori dengan lahap, tubuhnya yang kurus, matanya yang tampak kelelahan, bibirnya yang kering, serta beberapa tulang yang terlihat di kulitnya membuat penampilan Leona yang tadinya begitu cantik menjadi mengerikan sekarang ini.
Soalnya beberapa hari lalu ia bahkan tidak bisa makan setelah memuntahkan cairan empedu, karena cairan itu keluar, Leona selalu memuntahkan makanannya setiap lima menit setelah ia memakan sesuatu, kondisi itu membuat tubuh Leona memburuk dengan cepat setelah seminggu berlalu.
Leona pun menghabiskan saladnya, ia berdiri dan bergegas berjalan keluar untuk menemui Naori, ia melihat Naori yang sedang makan dan berteriak "Asake!"
"Namaku Naori" jawab Naori dengan santai.
"Na-Naori!" ucap Leona gugup melihat Naori.
"Panggil aku Master!"
Leona menggertakkan giginya, ia menyadari Naori tau niatnya yang sebenarnya, Leona pun berlutut dan menatap Naori dengan tatapan memelas seraya berkata "Kumohon, tolong berikan aku air"
"Tidak, untuk apa aku melakukannya?"
"Kalau kau tidak memberikannya, aku akan tetap berlutut di sini menunggumu memberikanku air" ucap Leona memaksa.
Pyar! Pyar! Pyar!
Tiga tembakan dari Naori mengenai para Soul Knight seketika membuat Leona terkejut, sebab sesuatu yang di tembak Naori terbuat dari air, karena sudah merasa akan gila karena mencari air Leona langsung berlari ke arah di mana tanah yang basah di dekat kaki Soul Knight akibat Magic Ball yang pecah mengenainya.
Leona mengambil tanah itu dan berniat memakannya, namun di hentikan oleh Naori, tangan Naori bergerak mengendalikan Soul Knight untuk menggenggam tangan Leona supaya menghentikannya memakan tanah itu.
Leona melepas genggaman tangannya dan menjatuhkan tanah basah yang ia pegang, Soul Knight itu melepaskan Leona dan kembali berlari mengabaikan Leona yang duduk menundukkan kepalanya.
Naori kembali menembakkan Magic Ball pada Soul Knight menggunakan teknik Feeling dengan memejamkan matanya, Leona mengambil kesempatan, ia berdiri dan mencoba mengikuti pergerakan Magic Ball Naori demi meminum air.
Naori menghiraukannya, baginya keberadaan Leona malah membantunya dalam pelatihan teknik Feelingnya, tidak lama kemudian notifikasi dari System terdengar dan Naori membuka matanya untuk melihat pemberitahuan seperti apa yang di tampilkan System.
Ting!
[Skill Feeling telah meningkat]
"Leona, dia benar-benar membantuku" ucap Naori melihat Leona yang terkapar di bawah karena sudah tidak memiliki banyak tenaga lagi.
Naori pun turun ke bawah bagaikan malaikat dengan dua pasang sayap Twilight miliknya, Leona melihat sosok Naori dengan takjub, ia sendiri malah mengira Naori adalah seorang malaikat yang akan menolongnya, pikirannya sudah tidak mampu berpikir lagi karena yang ada di pikirannya hanyalah air.
"Kau ingin air?" ucap Naori mendarat ke tanah sembari menutup sayapnya, melihat Naori di depannya Leona mencoba bangun dan meraih kaki Naori dengan memohon "Tolong beri aku air"
Cur*
Air mengalir dari telapak tangan Naori dan membasahi kepala Leona, merasakan adanya air Leona mendongak ke atas lalu membuka mulutnya lebar-lebar untuk meminum air yang keluar dari telapak tangan Naori, melihat hal itu Naori mempersulit Leona dengan mencengkram wajah Leona lalu menyemburkan banyak sekali air sekaligus tepat di depan mulutnya sehingga membuat Leona tersedak karena banyaknya air yang ia minum.
"Bwhak"
Leona langsung mundur dan batuk untuk mengeluarkan air yang telah ia telan karena tersedak, bahkan jika Leona meminum terlalu banyak, saluran pencernaannya tidak mampu langsung mencerna semua air yang ia telan sehingga membuatnya memuntahkan air itu kembali.
Naori berjongkok melihat kondisi Leona yang mengenaskan, Leona pun menunduk dan mencengkram baju Naori dengan tangannya yang kotor dan basah, Naori hanya diam saat tangan Leona mencengkram bajunya, dia tau Leona tidak berencana menyerangnya namun hanya bersandar padanya, Leona pun bangkit dan mendekat ke arah Naori untuk memeluknya seraya berkata "Kumohon berikan aku makanan dan air, aku ..." ucapan Leona terpotong karena ia menggigit bibirnya.
...
"Aku akan menuruti semua keinginanmu" ucap Leona sekali lagi dalam pelukan Naori.
Naori menerima permintaan dan perasaan yang di berikan Leona dengan tulus, ia pun membalas pelukan Leona dan membelai rambutnya lalu menyandarkan dagunya pada kepala Leona yang basah seraya berkata "Aku akan memberikanmu makanan sebanyak yang kau mau dan membuka hatiku untukmu ... karena itulah bantu aku membalas dendam pada adikmu"
Leona meneteskan air matanya, ia tersenyum, bukan karena ia memiliki niat jahat, melainkan karena ia bahagia mendengar perkataan Naori akan memberikannya makanan di dalam dunia sempit yang di kelilingi dinding hitam itu.
Advanced in The Next Chapter~