
Pembalasan Dendam
Cahaya hijau itu bergerak dengan cepat dan keluar melalui celah bagian bawah pintu, perempuan itu yang menyadari ada hal aneh terkejut dan berkata "Apa itu?"
Cahaya hijau itu langsung mendekat di sebuah lampu yang ada di langit-langit untuk bersembunyi, pintu dari kamar perempuan itu terbuka, keluar kepalanya yang menoleh ke kanan dan ke kiri untuk mencari cahaya yang ia lihat sekilas keluar dari kamarnya, "mungkin hanya perasaanku saja" ucap perempuan itu kembali ke kamar dan menutup pintunya.
Di langit-langit, cahaya hijau itu bersembunyi dan mulai bergerak lagi dari satu ruangan ke ruangan lainnya untuk mengamati keadaan di rumah itu, dari lorong yang di penuhi dengan pintu di setiap beberapa meter, salah satu pintu terbuka dan dua orang yang memakai seragam penjaga keluar lalu berjalan dengan santai sambil mengobrol.
Cahaya hijau itu kembali bergerak setelah mereka pergi menjauh dan akhirnya sampai di ujung lorong dengan ruangan yang tampak begitu luas, di ruangan itu terdapat sebuah kursi yang ada di sebuah lantai yang agak tinggi dengan hiasan yang begitu mewah dengan seseorang yang duduk di sana, sementara ada satu orang lagi yang berlutut menghadap orang yang duduk di kursi dan berbicara dengan sopan.
Naori menggerakkan jarinya dengan pelan dan membuat cahaya hijau itu mendekat hingga percakapan di antara keduanya pun terdengar.
"Lapor tuan, tuan muda akhirnya memasuki kelas elite di akademi" ucap orang yang berlutut sembari melihat orang yang duduk di kursi dengan raut wajah bangga.
"Bagus sekali, ternyata anak sulungku begitu berbakat, andai saja anak bungsuku juga berbakat" ucap orang yang duduk di kursi dengan ekspresi kagum kemudian berubah menjadi ekspresi kecewa.
Lalu orang itu mengarahkan tangannya ke arah lorong dan mengenggam tangannya, dinding yang ada di lorong langsung runtuh dengan posisi cahaya hijau itu yang sudah ketahuan, lalu orang itu membawa cahaya hijau itu mendekat ke arahnya dan berkata "siapa kau?"
"Aahhh~ Kepala Keluarga Arnolt memang tidak bisa di remehkan, tapi hanya segitu saja kekuatanmu!" ucap Naori melalui cahaya hijau itu sebagai perantara.
Di atas gedung, Naori mengangkat tangannya sedikit lalu menggengamnya seraya berkata "Soul Knight: Albino, Berubah!"
Duar!
Cahaya hijau itu berubah menjadi Soul Knight berwujud ular hijau raksasa, Karena ukuran Albino yang berwujud ular raksasa, bagian tengah rumah itu langsung berlubang oleh tubuh Albino yang begitu besar, beberapa orang dari lantai atas jatuh dan mendarat di lantai tempat ruangan itu, atap rumah itu berlubang, Albino menunduk dengan kepalanya yang besar untuk melihat orang-orang yang menatapnya dari bawah.
Zriing
Seketika tubuh Albino terbelah namun kembali pulih dalam sekejap, melihat orang yang duduk di kursi tidak ada lagi, Albino mendongak ke atas melihat orang itu membawa sebuah pedang panjang yang hendak menebasnya, Albino diam tidak membalas, tubuhnya kembali pulih, orang itu heran dan berkata "Mahkluk apa kau ini!?"
"Aku? aku adalah sosok yang akan menghancurkan kalian!"
Albino kembali ke bentuk cahaya lalu menghilang dan kemudian muncul sosok remaja dengan jubah dari atas melayang dan mendarat ke bawah dengan kakinya yang di penuhi Magic Power.
Blar!
Seketika rumah itu bergetar dan remaja itu berkata "Earthquake"
"Seorang bocah? apa yang kalu lakukan di sini?" ucap salah seorang menunjuk Naori dan menanyakan pertanyaan padanya.
"Bukankah sudah aku bilang ..." ucapan Naori terpotong karena dirinya tiba-tiba menghikang dari tempat itu dan berkata sekali lagi di belakang prsng yang bertanya padanya "Aku akan menghancurkan kalian!"
Grab*
Swush!
Naori menghilang dan berada di atas dengan mengepakkan sayapnya yang berwarna kuning dan hijau untuk terbang ke atas seraya berkata "Summon: Chaos Knight"
Orang itu melompat untuk mengejar Naori namun di hentikan oleh Chaos Knight yang di panggil oleh Naori, Chaos Knight menghadang pergerakan orang itu dan kembali membuatnya turun ke bawah.
Mind Control
Chaos Knight membuyarkan pikiran mereka untuk menahan agar mereka tidak mengejar Naori ke atas, di atas rumah, Naori membuat banyak sekali Magic Missile yang siap di luncurkan untuk menghancurkan rumah itu.
"Tembak!"
Ribuan Magic Missile mulai menuju ke bawah dan menghujani rumah itu, ekspresi Naori mulai gelisah, keberadaan orang itu tiba-tiba ada di belakangnya dan hendak melancarkan serangan, waktu pun terhenti dan membuat Naori terkejut.
[Tolong lebih waspada lagi Master!]
"Terima kasih Alter, aku terlalu lengah menghadapi seseorang yang lebih kuat dariku" ucap Naori kemudian berbalik dan melihat orang itu.
Naori mengumpulkan Magic Power di tangannya lalu memukul perut orang itu dengan mendorongnya ke bawah, waktu kembali normal, hujan Magic Missile berhenti karena aliran Magic Power yang di gunakan untuk membuat ribuan Magic Missile oleh Naori terputus karena ia fokus menghentikan waktu, Ia pun kembali membuat Magic Missile untuk menghujani rumah itu, segera setelahnya ia pun terbang lebih tinggi dan melihat rumah itu dengan senyuman jahat sembari melihat orang itu yang ada di bawah karena Chaos Knight mencoba menahan pergerakannya.
Naori berkata "Unsummon" dan Chaos Knight pun menghilang lalu berkata "Explosion Magic" dengan menjentikkan jarinya dan membuat Magic Missile yang menghujani rumah itu meledak, membuat rumah itu hancur lebur seketika dengan orang-orang yang ada di dalam banyak yang tewas karena tidak kuat menahan ledakan dari Magic Missile yang Naori ledakkan.
Api mulai menyala dari bangunan yang tersisa, sebuah tumpukan tembok bergerak sedikit dan kemudian terlempar, tangan seseorang muncul lalu ia pun keluar dari timbunan tembok-tembok yang runtuh dengan tubuhnya yang kotor.
Naori turun dengan mengepakkam sayap-sayapnya yang begitu besar, keduanya pun bertatap mata sebentar kemudian bergerak dan menyerang satu sama lain.
Naori tidak dapat mengimbangi kecepatan orang itu dan gagal memukul karena dirinya sudah terkena pukulan tepat di perutnya hingga ia di dorong ke atas oleh orang itu dan memuntahkan sedikit isi perutnya.
"Gah"
Tidak sampai di situ saja, orang itu langsung bergerak ke atas Naori dan menendang leher Naori dengan tumpuan punggung kakinya untuk membuat Naori pingsan, namun kakinya terpental setelah menendang leher Naori setelah Naori berkata "Rebound"
Namun orang itu kembali melanjutkan serangannya, ia berputar di udara dan menendang punggung Naori hingga terpental dan membuat sayap-sayapnya menghilang, Naori terpental dan berakhir mendarat dengan berputar di udara lalu mendongak ke atas dan melompat menuju ke arah orang itu sembari menyiapkan tangannya yang sudah di lapisi dengan Magic Power
"Hhhaaaa"
Keduanya pun bergerak mendekat ke arah satu sama lain untuk bertarung.
Advanced in The Next Chapter~