Magic Blessing In Another World

Magic Blessing In Another World
Chapter 28



Penyelesaian Quest


Setelah keduanya beradu kemampuan, mereka berdua pun terdiam, lalu Naori memulai sebuah percakapan.


"Akan ku tanya sekali lagi apa yang kau inginkan?"


"Tentu saja mengambil system milikmu, memangnya apalagi?" jawab orang itu kepada Naori.


Naori menatap tajam orang itu dengan tatapan kebencian dan berkata "Akan kuingat kejadian ini, dan akan kubalaskan beberapa kali lipat suatu hari nanti"


"Hahaha apa kau ingin pergi?" Tanya orang itu sambil tertawa.


"Entahlah" Jawab Naori singkat.


Lalu orang itu melebarkan matanya dan mencondongkan badannya sedikit ke depan dan bertanya lagi "Apa kau pikir bisa pergi dari tempat ini?"


Teleportasi


"Dia menghilang?...Teleportasi? Bagaimana bisa? Padahal aku sendiri belum menemukan konsep perpindahan antar ruang..."lalu orang itu menopang dagunya dengan tangannya dan berkata "menarik sekali, bocah ini selalu membuatku terkejut"


Lalu orang itu berjalan bersama Robot Ainya ke sebuah pintu yang dilengkapi keamanan sensor wajah dan sidik jari.


Tring! Wajah dan sidik jari pemilik telah terdeteksi


Lalu pintu besar itu pun terbuka, sebuah ruangan dibalik pintu yang terbuat dari metal yang sangat tebal itu penuh dengan layar monitor yang memperlihatkan tempat-tempat yang diawasi oleh CCTV, lalu orang itu pun duduk di sofa yang ada disana seraya berkata "dasar bocah naif, kau pikir hanya dengan lari dari fasilitas bawah tanahku kau bisa lolos?"


"Ai hubungkan Akun utama dengan Satelit!" Perintah orang itu kepada Ai.


"Baik tuan", lalu robot itu pun mengetik sebuah password di keyboard digital dan suara yang tidak diketahui terdengar.


Akun telah terhubung dengan Satelit dengan kode T99


"Ai kunci target!" Perintah orang itu.


"Baik tuan", lalu Ai itu mengunci Naori lewat layar monitor yang ada disana.


Target telah terkunci


"Luncurkan beberapa Nuklir versi mini!, akan kutunjukkan pada bocah ini seberapa besar kekuatanku"


"Baik tuan" jawab Ai itu.


Ditempat Naori, ia berteleportasi di dekat tempat terakhir kali dia ditembak oleh meriam dan berlari sambil terengah-engah dan berkata "Hah...Aku hampir saja mati, jika bukan karena aku memasukkan semua point statku ke HP, Skill Regenerasiku tidak akan sekuat ini dan mungkin saja aku sudah mati"


"Sial, orang itu berbahaya, aku harus kabur dan meningkatkan kekuatanku terlebih dahulu" Ucap Naori agak khawatir.


Lalu sebuah bayangan yang besar menyelimuti Naori, "Bayangan apa ini?" Ucap Naori saat menunduk kebawah, lalu ia pun mendongak ke atas "Mati aku ..."


Duar!


Peluru itu meledak dan membentuk sebuah lubang yang sangat dalam.


Naori yang berteleportasi dengan cepat nyaris tidak selamat saat peluru itu hampir mengenainya.


"Apa-apaan ini? Apa yang di pikirkan oleh orang itu? Dia menggunakan sebuah nuklir hanya untuk membunuhku?" Teriak Naori yang berada tak jauh dari lubang bekas ledakan Peluru itu.


"Cih, bocah itu masih hidup? Ai luncurkan beberapa peluru lagi!" Perintahnya lagi.


"Baik" Ucap Ai itu singkat.


Sebuah bayangan kembali terbentuk di sekitar Naori.


"Sial, ada lagi" Ucap Naori yg akan berlari karena terkejut.


Swift Step


Naori Berlari menuju kota terdekat dengan sangat cepat dan memanggil ke-tiga Knightnya.


Summon!


Lalu ketiga knight itu pun muncul dan Naori berkata "kalian bertiga cepat cari sebuah Gate! Aku dalam bahaya, berpencar sekarang!"


Tanpa banyak bertanya ketiganya menjawab "Baik tuan"


"Hee Jadi bocah itu juga memiliki tiga bawahan, meskipun begitu apa yang bisa kau lakukan? Saat kau sampai dikota, kau akan mati" Ucap orang itu dengan senyuman jahat.


Duar! Duar! Duar! Duar! Duar! Duar!


"Eugh* Sial orang ini benar-benar gila, berapa banyak peluru yang dia punya?"


Peluru nuklir membombardir Naori layaknya hujan, bahkan saat Naori hampir mencapai kota terdekat pun, peluru itu masih menghujani Naori.


"Sebentar lagi..."Lalu Naori melompat dan berkata "sampai..."


Sesaat setelah itu, suara ledakan itu pun berhenti.


"Apa sudah berhenti? Kurasa orang itu tidak berani menembakkan nuklir di area padat penduduk" Tebak Naori.


"Kau pikir aku tidak berani?" ucap orang itu agak marah lalu ia pun berkata sekali lagi "Ai luncurkan Peluru Nuklir yang asli!"


"Tapi tuan kota itu bisa musnah" Jawab Ai itu.


"Kota kecil itu hanyalah semut bagiku, Luncurkan!" Perintah orang itu.


"Tapi tuan..."


"Ai apa kau ingin membantahku?"


"Tidak tuan, akan segera saya luncurkan"


"Baiklah sekarang apa kau bisa menghindari yang satu ini, Bocah?" Ucap orang itu penuh kepastian bahwa Naori tidak akan bisa kabur dari peluru nuklir yang satu ini.


Naori yang mendongak ke atas karena memeriksa apakah masih ada peluru nuklir yang diluncurkan lagi pun terkejut dan berkata "Sebenarnya apa yang kupikirkan saat kabur tadi? orang gila ini benar-benar tidak menganggap kehidupan manusia"


Lalu Naori terbang ke atas dan mengeluarkan Sword Wind of Calamity.


"Ohh senjata apa lagi yang digunakan oleh bocah itu?" Tanya Orang itu saat melihat Naori mengeluarkan pedang baru di layar monitor


Lalu Naori yang terbang ke atas pun berhenti dan mengangkat pedangnya seraya berkata "Karena aku orang-orang di kota ini terancam bahaya, karena itulah aku harus bertanggung jawab"


"Setelah latihan selama 1 bulan penuh Output pengeluaran Magic Powerku mencapai angka 25.000 MP" Ucap Naori sekali lagi.


Lalu ia pun mengumpulkan banyak sekali magic power ke pedangnya dan memadatkannya.


"Dengan Skill Pasif Magic Power Condensed yang aku dapatkan sewaktu memakan Inti meteor, aku bisa memadatkan Magic Power dan membuatnya menjadi beberapa kali lipat lebih kuat, dengan metode ini...hanya sebuah peluru nuklir saja...membelahnya adalah hal yang mudah" Ucap Naori dengan lantang.


Lalu Naori menebaskan pedangnya secara Vertikal.


Wind Slash


Sring! Peluru itu terbelah menjadi dua bagian dan meledak.


Boom!


Karena ukurannya yang cukup besar, meskipun meledak di langit, area ledakannya membuat gedung-gedung yang ada di kota itu bergetar, bahkan sampai ada beberapa gedung yang roboh.


Naori yang berada di atas juga terkena dampak dari ledakan itu.


"Ugh* Kepalaku pusing, kalau aku telat sedikit saja saat mengeluarkan Magic Shield, aku mungkin sudah mati"


"Yoo Bocah sepertinya kau kelelahan" ucap seseorang yang mendekat ke arah Naori.


"Kau...Beraninya kau!"


Ting! Quest kedua telah selesai


Quest lanjutan akan diberikan


1). Tahan rasa sakit dari siksaan User Tecno System (1/1)


2). Menangkan Pertarungan melawan User Tecno System (1/1)


3). Bunuh User Tecno System (0/1)


Reward:


1). 10,000+ Point Stat


2). Mendapatkan Tecno System


Penalty:


1). Kehilangaan System Dimensi


2). Mati


"Quest kedua selesai? Apa bombardir nuklir tadi adalah pertarungan? Kau bercanda kan system? Jelas-jelas itu pembantaian sepihak" Ucap Naori di dalam hatinya agak heran.


"Hahh...Naori menghela nafasnya seraya berkata sudah kuduga akhirnya pasti seperti ini"


"Apa kau sudah pasrah? Hey jangan seperti itu dong! Ini tidak seru"


"Pasrah?" Ucap naori singkat.


Unsummon!


Naori membatalkan pemanggilan knightnya dan berkata "Aku seharusnya tidak menyuruh mereka mencari sebuah gate"


"Hahaha Apa kau menyesal?" Orang itu tertawa.


"Tidak..."Ucap Naori terpotong


Charger


Jleb*


"Aku hanya sedang memikirkan bagaimana perasaanmu saat kau ditusuk oleh pisau yang selama ini kau pegang" Ucap Naori dibelakang orang itu.


"Tidak mungkin, apa kau bisa mengendalikan waktu sesukamu? "


"Entahlah" Jawab Naori singkat


"Itu tidak masuk akal, tidak ada yang bisa mengendalikan hukum waktu di dunia ini"


"Maaf saja tapi, pedang yang aku miliki ini mungkin saja sebuah artefak" Ucap Naori saat mencabut pisau itu.


***** darah menyembur dari tubuh tempat pisau itu menusuk.


Ting! Selamat telah menyelesaikan Quest utama


Ting! Achievement Who can Completed the main Quest telah diperoleh


10.000 Point stat telah diterima


Tecno system telah diperoleh


Ting!


Terdeteksi sebuah system yang lebih rendah untuk di gabungkan, apakah anda ingin menggabungkannya?


"Ya, Gabungkan!" Ucap Naori.