
Transfer Koin dan Awal mula Rune
"Itu- ... Itu karena orang itu pernah bertarung bersama ibuku sebelum dia meninggalkanku" Ucap Naori yang tiba-tiba menangis.
Lalu Clone Naori turun dari beranda ruang VIP dan mendekati Naori "Jangan-jangan paman yang kau maksud itu ..." Ucap clone Naori terpotong karena memikirkkan sesuatu.
"Benar guru, kau pasti juga mengingatnya" ucap Naori sambil mengusap air matanya.
"Begitu ya" ucap clone Naori sambil mendekap Naori dan berkata sekali lagi "kau pasti terkejut dan sedih mengingat ibu mu"
"Ayo pulang!" ajak clone Naori.
Naori hanya mengangguk.
"Rasmond, penjagaan tempatmu sangat buruk, apakah lucu Murder bisa datang dan pergi sesuka mereka?" tanya clone Naori dengan perasaan marah.
"Maaf ini kesalahanku, aku tidak mengira acara ini akan mendatangkan bahaya seperti ini" ucap Rasmond menunduk.
"Aku sebagai pemilik Gold House meminta maaf dari lubuk hati ku yang paling dalam, kejadian ini tidak akan pernah terulang kembali" ucap Rasmond kepada orang-orang yang mengikuti perlelangan, lalu setelah mengatakan itu ia pun langsung pergi dari acara itu.
<" 4^:
Setelah acara perlelangan itu berakhir, Naori mengambil barang yang di dapatnya dari perlelangan bersama Clonenya.
"Baik, dengan benda terakhir yang di lelang semuanya menjadi 18.000 Koin Magic" ucap wanita paruh baya yang mengurus tempat yang disebut Kassa ( Tempat yang menerima dan menyimpan uang hasil penjualan perlelangan).
"Kau bilang semua Koinnya ada di chip ini kan Ai?" ucap Naori kepada Ai lewat Earphonenya.
"Iya Master semuanya sudah saya atur di chip itu" jawab Ai.
Lalu Naori mengeluarkan chipnya dan menyerahkannya kepada wanita yang mengurus Kassa.
Klik* klik* klik*
Wanita itu mengetik sesuatu di keyboard yang ada di depannya, lalu sebuah papan tipis muncul dari komputer yang digunakan wanita itu.
Clap*
Chip itu diletakkan di papan itu, seketika garis-garis berwarna hijau mengelilingi chip itu dan bergerak menuju komputer itu.
Setelah wanita itu menekan sesuatu di keyboardnya, sesuatu di layar komputer itu berputar seperti sedang memproses sesuatu.
Bip--- Bip--- Bip
Suara mesin yang berada di samping komputer tiba-tiba terdengar dan membuat Naori terkejut, mesin itu mengeluarkan banyak Koin Magic yang ada di dalan chip itu dengan singkat.
Naori yang melihat itu sangat terkejut dan secara tidak sadar berkata "Garis itu!"
Mesin itu mengeluarkan koin bukan dari dalam mesinnya, melainkan menggunakan sebuah garis yang dibentuk sedemikian rupa membentuk sebuah lingkaran.
"Bentuk garis yang sama saat aku di pindahkan ke dunia ini" ucapnya.
Koin muncul di atas garis-garis itu tepat di depan mesin kecil yang ada di meja Kassa.
1, 2, 3, garis-garis berbentuk lingkaran itu muncul dengan banyak dan memenuhi meja Kassa serta mengeluarkan Banyak Koin Magic.
Glek* Naori menelan ludahnya, "tekhnologi apa ini? apakah dipindahkannya aku ke sini ada kaitannya dengan tekhnologi seperti ini?" ucap Naori di dalam hatinya sambil berpikir.
Setelah beberapa saat menunggu akhirnya proses pembayaran sudah selesai, wanita itu menyerahkan chip itu kepada Naori dengan menundukkan kepalanya.
Bukan karena wanita itu menghormati Naori karena merupakan tamu VIP, melainkan takut melihat wajah Naori yang memasang wajah gelisah.
Lalu Naori dan clonenya mengambil ke empat barang yang berhasil di menangkan dalam lelang mereka berdua pun memasuki pesawat jet dan bersiap untuk kembali pulang.
Ketika pesawat itu akan lepas landas dan terbang Naori kembali melihat Gold House dan berkata "Tempat ini berbahaya, kurasa keputusan untuk pulang adalah hal yang bagus ..." Hah* Naori menghela nafasnya dan berkata sekali lagi "Meskipun aku harus melewatkan acara pestanya dan membuat beberapa koneksi dengan keluarga besar lainnya, tapi keselamatanku lebih penting ... Iya kan Alter!?"
[Benar sekali Master]
[Hal sepele seperti membuat koneksi dengan keluarga besar masih bisa dilakukan lain kali]
Swush!
Suara pesawat jet itu lepas landas dan terbang sangat cepat membawa Naori dengan kecepatan penuh.
Pengejaran Organisasi Murder!
"Master, apa kau mendengarku?" tanya Ai dari layar kecil yang ada di depan pesawat jet yang terletak tepat di tengah-tengah tombol pengendali pesawat.
"Iya, Aku mendengarkan" jawab Naori.
"Master, sepertinya ada beberapa orang tidak dikenal yang membuntuti pesawat kita" ucap Ai memberitahu kepada Naori.
"Siapa orang-orang kurang kerjaan yang mengikuti pesawat yang melaju 500 KM/Jam?"
[Kemungkinan itu adalah Organisasi Murder yang menyerang anda saat di Gold House Master]
Lalu Naori menutup matanya dan mulai menyebarkan Magic Powernya ke sekitar jalur terbang pesawat itu, beberapa detik kemudian setelah ia menyebarkan Magic Powernya Naori berkata "Observation ..." Naori membuka matanya dan berkata sekali lagi "3 Transcendent Rank ya"
"Apa mereka benar-benar serius mengirim 3 Transcendent Rank hanya untuk menangkapku?"
[Sepertinya mereka tidak berniat menangkap Master]
"Lalu? untuk apa mereka membuntuti kita?"
"Aku rasa mereka ingin tau markas rahasia tuan Akron master" ucap Ai yang tiba-tiba menyela.
[Itu alasan yang masuk akal]
Lalu Naori menopang dagunya dan berpikir sesaat, bagaimana caranya bisa lepas dari ke tiga Transcendent Rank yang mengejarnya.
"Berpikir ... Tidak perlu menyerang, bagaimana cara agar mereka tidak bisa mengejar lagi!?" Gumam Naori sambil melihat bagian depan pesawat.
"Tidak bisa mengejar!? ..." Naori diam sesaat.
"Itu dia!" Naori bangun dari kursinya.
Ugh*
Karena kecepatan pesawat itu yang sangat cepat Naori terdorong untuk duduk kembali
"Mustahil ... jika pesawat ini lebih cepat maka ... aku bisa mati" ucap Naori dengan ekspresi Bingung dan gelisah.
[Apa yang anda pikirkan Master?]
"Bukankah kau sudah membaca pikiranku?" tanya Naori.
[Saya tidak melakukannya Master, mengingat Master yang tidak suka, jadi saya menghentikannya]
"Begitu ya ..."
Hah* Naori menghela nafasnya.
"Kurasa aku akan mabuk udara lagi ..." Ucapnya sambil menundukkan kepala.
Lalu Naori menatap layar kecil yang ada di depan dan berkata "Ai, apakah pesawat ini masih bisa lebih cepat dari ini?"
"Bisa master, namun hanya untuk 1 menit mengingat bahan bakar kita yang sekarang" jawab Ai membalas Naori.
"Bagus, atur pesawat ini dalam kecepatan maksimal saat aku beri aba-aba" ucap Naori.
Baik master jawab Ai menurut.
Lalu Naori mengarahkan kedua tangannya ke depan.
[Apa yang coba anda lakukan Master?]
"Diamlah dan lihat saja!" perintah Naori kepada Alter.
"Mungkin konsepnya mirip Magic Shield tapi akan aku ubah menggunakan Elemen angin" gumam Naori.
Lalu keringat menetes dari wajah Naori, bukan karena di ruangan pesawat jet itu panas, namun karena penggunaan Magic Power dalam jumlah banyak sekaligus membuat tubuh lelah dan mengeluarkan keringat dari dalam tubuhnya.
"Ini dia!"
Setelah Naori mengatakan itu, terbentuk seperti sebuah pelindung yang ada di depan pesawat yang berbentuk lancip menghadap ke depan.
[Apa yang anda lakukan Master?]
[Mereka bertiga ada di belakang, kenapa anda membuat Pelindung di depan pesawat!?]
Wush!
Tiba-tiba pesawat itu bergerak sedikit lebih cepat dari biasanya.
"Pelindung? lihat baik-baik Alter! apakah Magic Power yang aku gunakan terlihat seperti aku membuat pelindung?" ucap Naori dengan sedikit tersenyum bangga.
Alter hanya terdiam mendengar apa yang dikatakan Oleh Naori.
"Ai, kecepatan Maksimal" teriak Naori.
"Baik master" jawab Ai.
Swush!
Pesawat jet itu melesat lebih cepat meninggalkan ke-tiga Transcendent Rank yang membuntuti pesawat itu.
To be Contiuned*