
Battle Arena: Naori VS Aine
"Know- ... legde?!"
Di atas danau, Naori sedang bingung dengan jenis Statistik baru yang ia lihat di Statistik milik Aine dengan nama Knowledge, Aine yang melihat Naori sedang lengah mengambil kesempatan, Aine menebaskan pedang esnya dari bawah ke atas dengan membuat laju tebasan es yang bergerak dari bawah hingga ke atas menyerang Naori secara Vertikal.
Srakk!
Kaki Naori di bekukan dengan sangat cepat lalu Aine mengarahkan tangannya ke arah Naori setsya berkata "Freeze"
Srakk!
Naori kembali membeku, seluruh tubuhnya di lapisi es yang Aine buat, Naori membuat lapisan cahaya panas yang mengelilingi tubuhnya, namun tidak seperti yang barusan terjadi, Aine tidak membiarkan Naori lolos dengan mudah kali ini, di saat Naori mencoba melelehkan es dengan cahaya panasnya, Aine terus mengalirkan Magic power pada esnya sehingga membuat es yang melapisi Naori seperti terus-menerus membeku.
Merasa tidak bisa bernafas lagi, Naori memutuskan pergi dari lapisan es itu menggunakan Teleportasi ke salah satu gagang pedang miliknya dengan nafas yang berantakan.
"Hahh ... Hahh ... aku hanpir mati" ucap Naori sambil memegang dadanya karena sakit setelah tidak bisa bernafas di dalam bongkahan es Aine.
Byar! Byar! Byar!
Suara jarum es yang bertubrukan dengan gagang pedang besar milik Naori terdengar, Aine menyerang Naori yang bersembunyi di atas dengan beberapa tembakan jarum.
"Perempuan gila ... apa-apaan kecepatan serangan itu?" ucap Naori menyeka mulutnya.
"Statistik Knowledge ... lalu Skill Bawaan Fast Casting, ... dia benar-benar memiliki skill curang yang luar biasa, Fast Casting itu membuat dirinya mampu melancarkan serangan dalam sepersekian detik hingga membuatku tidak bisa bereaksi saat dia membekukanku, belum lagi Statistik Knowledge miliknya yang aku sendiri tidak tau fungsinya untuk apa" batin Naori memikirkan keadaan pertarungan itu.
"Keadaan ini merugikan, jika begini aku tidak akan bisa mendekatinya"
"Mmm? ..." Naori seketika tersadar dari pemikirannya melihat Aine yang membuat es besar dengan bentuk lancip yang mengarah padanya, Naori mempersiapkan pedangnya, di saat Aine melancarkan serangannya, Naori menunggu hingga es besar itu mendekati dirinya lalu menebasnya hingga menjadi dua bagian.
Aine yang ada di bawah melihat tindakan Naori dengan senyuman meremehkan seraya berkata "Dasar bodoh ... apa kau masih belum belajar? ... Freeze"
Seketika, es yang Naori belah langsung hancur dan bergerak membekukan Naori lagi, Naori terkejut, setelah serangan jarum es, Aine mampu membentuk ulang es yang ia kendalikan menjadi bentuk lain dengan cepat.
Hal itu bukan tanpa alasan, Skill Fast Casting yang membuatnya mampu melakukan hal itu, belum lagi Statistik Knowledge yang mampu membuat penggunanya memiliki pikiran yang mampu menampung pengetahuan tentang Magic dengan sempurna serta membantu penggunanya mengendalikan Magic power dengan lebih baik.
Statistik Knowledge yang Naori pikirkan sejak tadi benar-benar memiliki fungsi yang begitu hebat, dengan jumlah 999.999 Knowledge, Aine bagaikan monster yang mampu membekukan seseorang dalam sepersekian detik, hal itu membuat Naori kesulitan, ia bahkan tidak memiliki waktu untuk berpikir lagi di tengah-tengah pertarungan karena Aine yang terus mendesaknya.
Hingga akhirnya Naori pun memutuskan menggunakan Skill itu di awal pertarungan setelah kesal dengan menggertakkan giginya, "Time Slow" Naori memperlambat waktu dan menyerang Aine dengan terjun lagi ke bawah, kali ini Naori serius, ia ingin mencoba kecepatan serangan Aine sekali lagi dengan tingkat fokus tinggi yang Naori pusatkan di matanya sambil menggunakan Perception agar pikirannya bisa berpikir lebih cepat.
Di saat Naori mulai mendekat, Aine menyerang Naori dengan cepat, namun di sisi Naori, kecepatan serangan Aine hanya melambat, serangan Aine bahkan bukan lagi lambat, dengan melambatnya waktu dan percepatan pikiran yang Naori gunakan, serangan Aine bahkan masih bergerak cepat di dalam kondisi itu.
Meskipun masih cepat, Naori mampu menghindarinya lalu menyerang Aine dengan menebas Aine.
Tangan Aine terpotong hingga membuat Naori merasa terkejut, tangan Aine yang terpotong tidak mengeluarkan darah, namun berubah menjadi air, kejadian itu benar-benaar mirip dengan tubuh Chloe yang pernah Naori tebas saat itu.
"Eugh ..." Naori langsung terbang menjauh setelah mengetahui kalau tubuh Aine mirip dengan Chloe, Aine yang tertebas hanya diam dan tersenyum, Aine mengendalikan air lalu membentuk tangannya seperti semula menggunakan air.
Splash!
Air yang berbentuk tangan yang tersambung di tubuh Aine langsung memudar setelahnnya dengan tangan Aine yang sembuh seperti tidak pernah terpotong, Naori yang masih terkejut melihat hal itu hanya membayangkan sosok Chloe.
"Kemampuan itu- ... apa perempuan ini memiliki hubungan dengan kak Chloe?" tebak Naori dalam hatinya.
"Apa? hanya segitu kemampuanmu!?" teriak Aine yang dari tadi diam tak bergerak setelah di serang Naori.
Karena Aine tidak bisa terbang seperti Naori, Aine mendekati Naori dengan berlari sambil membuat jalur es di sepanjang jalannya, jalur es Aine mulai berputar mengelilingi danau dan naik ke atas, Aine mengitari bagian dalam es yang berbentuk segi enam oleh pedang Naori lalu naik ke salah satu gagang pedang milik Naori.
Di tengah-tengah enam pedang yang mengelilinginya, Naori membuat cahaya kecil yang ada di telunjuknya bergerak di belakang Naori, Naori pun membuat cahaya itu lagi, namun kali ini Naori membuat dua bola cahaya kecil sekaligus.
"Aku tidak tau apa tujuanmu tapi, ... apa kau pikir aku akan menunggumu melakukan persiapan?!" ucap Aine dengan ekspresi kesal berdiri di atas salah satu gagang pedang milik Naori.
"Ice Blizzard!" ( badai es )
Aine mengibaskan tangannya ke arah Naori dan mengeluarkan badai es yang begitu besar dengen cepat membuat seluruh danau tertutup badai es yang muncul dari tubuh Aine.
Wush!
Seketika angin yang berhembus sebentar membuat Aine terkejut, angin itu pun muncul lagi, tidak lama setelahnya tiga titik bercahaya muncul dari dalam badai menerangi penglihatan yang tertutup badai es di mata Aine, angin pun muncul, angin itu berhembus mengitari ketiga titik cahaya itu sebagai pusatnya, karena kencangnya hembusan angin Aine menghadang angin yang menerpanya dengen menutup wajahnya menggunakan tangan sambil melihat sesuatu yang akan terjadi selanjutnya di tengah-tengah badai es dengan angin kencang yang membuat badai es itu semakin membesar.
"Apa yang sedang kau lakukan?"
Seketika Naori berada di belakang Aine dan menebas punggung Aine, tanpa berteriak dan merasakan sakit Aine langsung berbalik seraya berkata "Freeze" untuk menyerang Naori, namun sosok Naori tiba-tiba menghilang.
Wush!
Angin berhembus kencang untuk terakhir kalinya membuyarkan badai es yang sedang berlangsung sehingga membuat pendangan di danau itu kembali seperti semula.
Di atas danau, sosok Naori dengan tiga buah cahaya kecil yang ada di belakngnya terbang mendekat ke arah Aine dengan ekspresi datar, Aine bersiap-siap melihat sosok Naori yang berubah, mereka bertatapan agak lama sampai mata Naori mulai membara dengan mata kanan yang berwarna kuning dan mata kiri yang berwarna hijau.
Seketika mata Aine berkedip sesaat, di momen singkat itu Naori mengambil kesempatan menyerang Aine dengan menebas tubuh bagian depannya lalu membelakanginya serta memutarkan tubuhnya untuk melihat Aine, di dalam momen yang singkat itu juga Aine telah bersiap, di saat Naori sudah menebas dan membelakanginya, Aine langsung berbalik dan mengarahkan tangannya ke arah Naori.
Kedua mata Aine ikut membara berwarna biru saat Naori melihatnya, ia berpikir dengan cepat karena menggunakan Perception, "Apa perempuanini juga belum serius?"
Srakk!
Seketika tubuh Naori membeku, Aine yaang berada di atas gagang pedang Naori meluncur ke bawah dengan berlari membuat jalur es, di saat mendekat ke arah Naori, Aine membuat pedang es lagi lalu bersiap menebas Naori.
Di dalam es yang membekukannya, mata kanan Naori membara lebih besar menyinarkan cahaya berwarna kuning lebih terang, dengan cepat salah satu cahaya yang ada di belakang Naori bergerak dan menghancurkan es yang membekukan Naori, Naori pun membuat salah satu cahaya mendekat di tangannya, Naori menggenggam cahaya itu lalu membuat cahaya itu berubah bentuk dengan cepat menjadi sebuah pedang.
Prang!
Naori langsung menghadang tebasan Aine yang mengarah padanya dengan pedang cahaya yang barusan ia bentuk dengan cepat.
Aine sedikit terkejut, ternyata fungsi cahaya kecil yang ada di belakang Naori adalah sebagai bentuk pemadatan Magic power yang bisa di gunakan secara instan tanpa harus menghabiskan waktu untuk memadatkannya.
Prang!
Naori mendorong Aine ke atas lalu menebas dengan cepat hingga membuat Aine terpaksa mundur setelah pedang es yang Aine pegang hampir bergerak untuk membekukan Naori lagi.
"Ukh ..." untuk pertama kalinya Aine terdorong ke belakang oleh serangan Naori, Aine menyadarinya, Naori mulai serius setelah mengamati kemampuannya di awal pertarungan, karena itulah Naori tidak menyerang secara agresif di awal-awal.
"Manifestasion ...Of Light" ucapan Naori terdengar dengan nada yang begitu berat.
Seketika pedang besar milik Naori menembus tubuh Aine hingga membuat kedua tubuhnya terbelah hingga mencair menjadi air.
"Kemampuanku hanya segini? ... kalau begitu lihatlah kemampuanmu sendiri!" ucap Naori dengan nada kesal membalikkan perkataan Aine sebelumnya melihat Aine yang terbelah oleh salah satu pedang besar Naori yang bergerak dengan cepat.
Advanced In the Next Chapter~