
Battle Arena: Naori VS Aine
Di keadaan pertarungan yang sudah menjadi sengit, Aine terbelah menjadi dua hingga tubuhnya mencair, Naori terbang mendekat lalu menyentuh ujung pedang besar yang menebas Aine, seketika pedang yang begitu besar langsung menghilang, cahayanya berkumpul ke tangan Naori dan membentuk sebuah pedang.
Sedangkan di bawah, Air yang mencair dari tubuh Aine mulai terjatuh dan berkumpul di atas permukaan air yang membeku membentuk kembali tubuh Aine yang hancur.
Air yang membentuk tubuh Aine mulai menyebar dengan mengeluarkan bunyi Splash, di saat Aine membentuk tubuhnya kembali, Naori sudah bersiap menyerang Aine dengan menebaskan pedang cahaya miliknya hingga mengeluarkan gelombang tebasan.
Dengan cepat Aine menghadang serangan Naori menggunakan dinding es lalu mengubah dinding es itu menjadi jarum es untuk menyerang Naori.
Naori menerobos, Naori memutuskan berhadapan langsung dengan serangan jarum-jarum Aine daripada harus menghindar dengan menebas beberapa kali sampai jarum-jarum es yang menyerangnya terpotong menjadi beberapa bagian.
Naori bergerak semakin mendekat ke arah Aine dengan cepat, Aine mengibaskan tangannya lalu membuat badai es seraya berkata "Ice Blizzard"
Naori tidak bergeming dan masih tetap bergerak dengan cepat mendekati Aine, di saat Naori sampai di depan Aine dan hampir menebas tubuhnya lagi, Aine melihat Naori dengan ekspresi tersenyum seraya berkata "Frost Armor"
Prang!
Suara antara pedang Naori dan Armor Aine terbentur hingga membuat suara yang begitu keras, tanpa jeda, Naori menarik pedangnya lalu menebas Aine lagi dengan cepat, Aine tidak tinggal diam, Aine membuat pedang es dengan kecepatan yang begitu cepat lalu bereaksi untuk menahan tebasan Naori.
Klang!
Duel antara pedang Naori dan Aine terjadi, kedua pedang itu bertubrukan hingga kedua pedang itu bergetar hebat, Naori menatap tajam Aine, begitu juga Aine yang menatap tajam Naori dengan matanya yang membara.
Srakk!
Pedang Naori membeku, dengan cepat Aine menarik pedangnya lalu menebas tangan Naori hingga terpotong, "Eugh ..." Naori mundur sembari menyerang Aine dengan cahaya kecil yang ada di belakangnya, cahaya itu berubah menjadi tombak lalu menusuk Aine dan mengikatnya setelah tombak itu menusuk dengan berubah menjadi tali cahaya.
Naori berkata "Instant Heal" lalu membuat pedang cahaya yang di bekukan Aine bergerak kembali kepadanya, Naori langsung maju setelah semua tangannya yang terpotong kembali seperti semula, Naori tidak takut, ia menerobos maju ke depan Aine yang sedang di ikat.
Aine tersenyum, ia pun berkata "Cold Temperature"
Seketika, sebuah butiran es-es kecil mulai muncul, tanpa ragu Naori mengabaikan tindakan Aine barusan dan menebasnya hingga terbelah lagi, Aine tidak mati, tubuh Aine menjadi air lagi dan jatuh ke bawah lalu kembali ke bentuk asalnya.
Naori melirik ke bawah, ia merasa udara di sekitarnya mulai menjadi dingin secara perlahan, Aine yang ada di bawah mulai tersenyum, ia merentangkan tangannya seraya berkata "Ice Castle"
"Itu kan- ... sudah aku duga, perempuan ini memang berhubungan dengan kak Chloe" batin Naori melihat kastil es yang mirip dengan kastil air milik Chloe.
Di dalam kastil es yang Aine buat, Aine mengacungkan tangannya lalu menantang Naori, Naori terpancing dengan provokasi Aine lalu terbang ke dalam kastil dengan cepat mengepakkan sayapnya, Naori menebas penopang yang di gunakan untuk menyangga kastil es itu, Aine sedikit terkejut, ia tidak menyangka kalau Naori tidak mengincarnya melainkan penopang kastil yang menjadi penyangga kastil es itu.
Di saat Naori menghancurkan penyangga kastil, Aine tidak tinggal diam dengan menyerang Naori, kali ini Aine membekukan seluruh kastil bersama dirinya.
Srakk!
Naori dan Aine, keduanya membeku dalam es yang begitu tebal, terkejut dengan tindakan gila Aine, Naori mengeluarkan salah satu Soul Knightnya di atas kastil lalu menggunakan Soul Speech untuk berbicara menggunakan Soul Knight karena seluruh tubuhnya membeku.
"Manifestasion of Light ...", Ketiga cahaya kecil yang berada di belakang Naori langsung bergerak menghancurkan kastil itu dengan cepat, Naori pun terbang mundur lalu menyimpan kembali Soul Knightnya dengan cepat.
"Hahh ..." Naori membuang nafasnya yang terasa begitu dingin, bahkan nafasnya bisa terlihat oleh mata karena membeku oleh suhu tubuh Naori yang secara mendadak berubah sebab di bekukan oleh Aine.
"Perempuan gila!"
....
Aine pun keluar juga dari bongkahan es yang membekukannya, Aine mengibas-kibaskan tangannya sambil mengumpulkan Magic power lalu melepaskan gelombang es lagi seraya berkata "Ice Blizzard"
Naori terhempas mundur, angin dingin yang di sebabkan karena pelepasan es secara mendadak dari tubuh Aine membuat angin di sekitarnya mulai bergerak, Naori menutup wajahnya dengan tangan untuk menghindari suhu es yang begitu dingin.
Suhu dingin dari es yang di keluarkan Aine kali ini agak berbeda, kekuatannya, jangkauan luasnya, suhu yang lebih dingin hingga menusuk tulang, Badai es kali ini benar-benar membuat suhu di danau itu menjadi sangat dingin sehingga tubuh Naori menggigil karena kedinginan.
"Hahh ..." Naori membuang nafasnya yang membeku sekali lagi lalu bersiap dengan ke cahaya cahaya kecil yang ada di belakangnya, Naori merentangkan kedua tangannya ke arah dua pedang besar yang masih tertancap dari lima pedang lainnya, Naori membuat dua pedang besar itu berubah menjadi dua cahaya kecil seketika.
Totalnya sekarang Naori punya enam cahaya kecil lalu tiga pedang besar yang masih tertancap.
"Hahh ... semakin lama aku akan di rugikan dengan situasi ini" gumam Naori sambil membuang nafasnya.
"Manifestasion of Light ... lalu mengendalikan cahaya menggunakan keterampilam yang sudah aku asah di bawah bimbingan Alter selama ini"
Sesaat setelah Naori mengatakan itu, ketiga pedang besar Naori yang tertancap mulai bergetar, ketiga pedang itu pun mulai terangkat dari es secara perlahan, Aine yang melihat Naori ingin melakukan sesuatu yang mencurigakan mulai membekukan pedang cahaya milik Naori untuk menghentikan Naori mengambil ketiga pedang itu.
"Kau pikir bisa semudah itu menahan pedangku?" ucap Naori sambil memutar-mutarkan jari telunjuknya, ketiga pedang besar itu pun berputar hingga menghancurkan es yang menahan pergerakan ketiga pedang.
Di saat ketiga pedang Naori sudah terangkat, Naori mengendalikan pedangnya di belakangnya lalu mengarahkan ujung pedang ke arah Aine.
"Hahh ... Ini dingin sekali sialan! jika begini aku akan terus berada di sini membeku sampai mati! ... akan aku selesaikam pertarungan ini sekarang juga" ucap Naori menatap Aine dengan tatapan matanya yang sipit karena merada kedinginan.
"Coba saja" ucap Aine menantang Naori kembali dengan membuat sebuah es mengelilingi dirinya membentuk armor es yang lebih lengkap dari sebelumnya mulai dari armor pelindung kepala sampai kaki.
"Frost Armor Final Form"
Aine memakai armor es yang begitu lengkap, armor helmet, body armor, dan armor lain yg melapisi tubuhnya, armor Aine kali ini sedikit lebih transparan, seluruh tubuh dan bajunya kelihatan dari balik Armor, bukan hanya bentuk armornya yang berbeda, kepadatan Magic power yang ada di setiap armor menjadi lebih padat dari sebelumnya.
"Untuk memadatkan Magic power dalam jumlah segitu, ... kau pasti benar-benar menganggapku serius ya!" ucap Naori membuat gagang pedang besarnya mengecil agar pas di tangannya, meskipun gagangnya mengecil, ukuran pedangnya semakin membesar.
Grab*
Naori memegang gagang pedang dengan kedua tangannya lalu bergerak ke bawah untuk mengayunkan pedsng besarnya itu ke arah Aine.
"Ice Castle 1st Form"
Di saat Naori mengayunkan pedang besarnya, Aine membuat kastil es yang lebih besar dari sebelumnya dengan dua buah es yang berbentuk seperti akar pohon yang menjalar ke atas, akar es itu langsung mengarah ke pedang Naori lalu mengikatnya, satu akar mengikat pedang dan yang satunya lagi menyerang Naori.
"Reflex"
Naori melepasan pedang pertama lalu beralih ke pedang kedua yang ada di belakangnya lalu memegangnya untuk menebas.
Slash!
Naori menebas salah satu akar es yang menyerangnya, Naori pun menyangga pedangnya di pundaknya lalu mengacungkan salah satu tangannya ke arah pedang yang terikat oleh akar es seraya berkata "Manifestasion of Light"
Pedang besar itu berubah menjadi cahaya kecil lalu bergerak ke arah Naori dan bergabung dengan cahaya lainnya yang ada di punggung Naori.
"Hahh ... sudah saatnya ketujuh cahaya kecil ini berkumpul dan menyerang" ucap Naori melihat tujuh cahaya kecil yang telah ia kumpulkan selama pertarungan ini.
"Manifestasion of Light"
Naori membuat kedua pedang besar itu menjadi pedang kecil panjang yang bisa di gunakan dengan bebas di kedua tangannya.
"Lalu ... untuk mengatasi es yang membeku dengan cepat itu aku memikirkan satu hal"
"Itu adalah ..." sesaat setelah Naori mengatakan itu, ketujuh bola cahaya kecil yang ada bergerak mengitari Naori berubah bentuk menjadi sebuah objek dengan bagian depan yang lancip dan bagian belakang juga lancip namun memiliki tiga ruas, bagian sampingnya seperti terlapisi oleh sesuatu dengan sebuah belati kecil seperti sayap di bagian kiri dan kanan.
"Cahaya yang bergerak dan selalu mengitariku untuk melindungi, ... aku menamakan skill ini Prophelled Light"
"Sekarang, ayo akhiri ini!" kata Naori dengan tatapan membunuh melihat Aine.
Battle Arena: Frozen Tree (Pohon Beku)
"Apa yang kau katakan dengan tubuh mengigil seperti itu?" ucap Aine melihat Naori berkata-kata dengan suara yang tidak jelas dari bawah.
"Kau ingin mengakhiri ini? baiklah, ayo akhiri! karena aku sudah terlalu banyak menghabiskan waktu di sini" kata Aine dengan tangannya yang memegang tombak es yang baru saja ia bentuk.
"Ice Castle Final Form"
Kastil es Aine berubah lagi, kali ini kastilnya runtuh, namun akar es yang tadinya hanya berjumlah dua menjadi semakin banyak dengan berdirinya sebuah makhluk aneh yang berbentuk seperti pohon dengan akar-akar yang menjalar.
Di batang pohon es, Aine duduk di dalamnya dengan sebuah kursi yang terbuat dari es, di sana Aine berkata dengan suara keras yang di penuhi Magic power, "inilah ... Ice Castle Final Form: Frozen Tree"
"Ini akan sulit" ucap Naori tersenyum tidak percaya diri melihat puluhan akar es besar dengan batang pohon es yang melindungi Aine beserta dengan ribuan daun-daun es yang bergerak sendiri di atas pohon yang sepertinya siap menyerang kapan saja.
Di hadapan keseriusan Aine untuk mengakhiri pertarungan ini segera, Naori bersiap menyerang dengan semua kekuatan yang ia miliki tanpa mengandalkan kekuatan Soul Knight yang ia punya.
Advanced In the Next Chapter~