Magic Blessing In Another World

Magic Blessing In Another World
Chapter 90



Masih ada Langit di atas Langit


Di hutan itu awan mendung mulai hilang, hujan yang turun pun mulai mereda dengan sendirinya setelah sekian lama, Naori pun terbangun dari tidurnya dan menyadari guncangan setelah sadar.


"Eehh?"


Naori menyadari dirinya sedang di gendong oleh seorang pria tua yang berumur kisaran 40 tahun di pundaknya.


"Kau sudah sadar nak?"


Naori diam sesaat karena sangat terkejut dirinya di gendong oleh seorang pria tua, lalu Naori pun berkata "Aku di culik!?" dengan raut wajah takut.


"Jangan memikirkan hal yang aneh nak!"


Lalu pria tua itu berhenti dan meraih tangan Naori yang ada di belakang punggungnya dan mengangkatnya ke atas, Naori terkejut melihat dunia yang tiba-tiba saja terbalik.


Bruk!


Naori di banting oleh pria tua itu hingga akhirnya pingsan dan kembali memejamkan matanya.


Sesaat setelah itu, setelah keluar dari hutan itu dan berada di jarak ratusan kilometer dari hutan, Naori kembali tersadar dan mencoba melepaskan dirinya dari genggaman pria tua itu, namun usaha Naori sia-sia, pria tua itu kembali membantingnya ke tanah dan membuatnya pingsan kembali, kejadian itu terus berulang-ulang saat Naori sadar dari pingsannya.


Setelah itu beberapa waktu berlalu hingga akhirnya Naori sadar kembali, Naori yang membuka matanya secara perlahan melihat sebuah pemadangan yang aneh, di depannya banyak orang lalu lalang berjalan ke sana dan kemari, karena kesadarannya yang mulai kembali Naori heran dan secara tidak sadar berkata "Di mana aku?"


"Ini di Ibukota" jawab seseorang di samping Naori.


"Hah!?"


Naori langsung terkejut dan beranjak dari kursi yang ia duduki setelah mendengar suara itu, kemudian karena melihat wajah yang tidak asing Naori bersiap dan mengumpulkan Magic Power untuk melawan orang yang ada di sampingnya.


"Kau lengah!"


Buk!


Pria tua itu memukul leher Naori hingga pingsan dan kemudian pria itu kembali menggendong Naori di punggungnya.


Beberapa saat kemudian lagi, Sekali lagi Naori tersadar dan langsung mengumpulkan Magic Power dan melompat lalu mencari pria tua itu, namun pria tua itu berada di belakangnya dan memukul leher Naori lagi, Naori yang menyadari hal itu langsung berkata Rebound dan membuat tangan pria tua itu terpental setelah memukul leher Naori.


Naori pun berbalik di udara dan menyerang pria tua itu dengan tangannya yang di penuhi Magic Power, namun tindakannya di hentikan olehnya saat Naori hampir mengenai tubuhnya, pria tua itu memegang tangan Naori dan mencengkram wajahnya.


"Jika dilanjutkan kau bisa mati nak!"


Naori langsung berhenti, dan Magic Power yang berkumpul di tangannya pun buyar karena konsentrasi Naori sudah di rasuki oleh perasaan takut dengan pria tua itu.


Pria tua itu pun melepas tangan Naori dan berjalan membelakangi Naori, karena kesal Naori berputar dan menendang pria tua itu dengan ekspresi kesal.


Kaki Naori di tangkap olehnya seperti pria tua itu sudah menebak kalau Naori akan menyerangnya, kemudian pria tua itu berbalik dan menarik kaki Naori lalu meninju Naori dengan sikunya tepat di dagu Naori.


"Uagh"


Naori langsung mundur ke belakang setelah kakinya di lepas oleh pria tua itu, pria tua itu pun kembali membelakangi Naori seraya berkata Kau lulus nak! ucapnya sebelum meninggalkan ruangan itu.


Lalu tiga orang yang melihat kejadian itu dari luar masuk dengan wajah terkejut dan mendekati Naori, tiga orang itu pun mendekati Naori dengan salah satunya yang berkata "Apa tubuhmu baik-baik saja?"


Naori terdiam dan memasang wajah waspada melihat mereka bertiga sembari memegangi dagunya yang sakit karena dipukul pria tua itu dengan keras, lalu dua orang yang tampaknya tidak asing itu pun menundukkan kepalanya dan meminta maaf kepada Naori.


"Maaf, seharusnya kami menjemputmu, sudah tugas kami untuk melakukannya namun kami malah mengabaikannya" ucap dua orang utusan yang menjemputnya ke rumah.


"Aahh" Naori langsung heran dan mengingat wajah kedua orang utusan yang pernah mengujinya di rumah.


"Ngomong-ngomong ini ada di mana? dan siapa pria tua menyebalkan tadi?" tanya Naori dengan perasaan kesal mengingat pria tua itu selalu membuatnya pingsan tanpa alasan yang jelas.


"Kita ada di Gedung Pusat Pelatihan Khusus dan untuk pak tua tadi, dia adalah seseorang yang membimbing semua orang yang mengikuti Pelatihan Khusus" jawab orang ketiga yang menanyakan kondisi tubuh Naori.


"Ukh, Orang tua gila itu seorang pembimbing!?" ucap Naori.


"Iya" jawab Orang itu berkacamata dan berbadan tinggi, orang itu membawa sebuah papan dengan beberapa kertas yang di jepit di papan itu, di bajunya tepatnya di baju bagian dada sebelah kanan, terdapat sebuah tulisan yang bertuliskan DR. Nevario.


Setelah Naori melirik nama yang ada di bajunya orang itu tersenyum dan melihat Naori dengan tatapan lembut.


"Ayo aku ajak berkeliling! mulai besok ini tempat ini akan menjadi rumah keduamu" ujar orang bernama Nevario itu mengajak Naori keluar.


Lalu Naori mengikutinya dan mengangguk saat melewati dua orang utusan yang menjemput ke rumahnya lalu pergi keluar mengikuti orang yang bernama Nevario, Naori hanya mengikuti dari belakang dan melihat-lihat tempat sekitar dengan tatapan takjub, dari atas gedung itu, terlihat pemandangan lapangan yang besar sedang di penuhi orang-orang yang sedang berlatih menggunakan Magic Power dari balik kaca di lantai atas.


Namun setelah melihat sisi samping di lapangan, Naori menunjukkan ekspresi kesal, pria tua itu benar-benar ada di sana untuk melatih semua orang.


Kemudian DR. Nevario mengajak Naori ke sebuah ruangan yang lumayan gelap, seketika setelah DR. Nevario dan Naori masuk ke dalamnya, Lampu menyala dan menerangi ruangan itu, terlihat ada sebuah kapsul Server World dan sebuah batu berwarna biru dengan sebuah jejak telapak tangan di tengahnya serta garis-garis yang saling terhubung.


Garis itu kan!?


"Garis?" DR. Nevario heran dengan raut wajah Naori yang terkejut, "maksudmu Rune?" ucapnya bertanya.


"Rune? jadi namanya Rune?"


"Ohh iya aku melihat sedikit informasimu, sebelumnya kau di daftarkan sebagai orang biasa jadi kau bersekolah di sekolah biasa, wajar bagimu asing dengan seluruh benda yang berhubungan dengan Magic Power" ucap Nevario meletakkan papannya di atas meja dan mulai mengaktifkan batu itu dengan meletakkan telapak tangannya di jejak telapak tangan yang ada di batu.


Kemudian sebuah angka muncul yang bergerak muncul begitu cepat dan mulai menghitung, ratusan, ribuan, puluhan ribu, hingga akhirnya angka itu berhenti di angka 234.692.


"Lihat! itu adalah angka dari jumlah Magic Powerku" ujar Nevario.


"Dua ratus ribu!? itu artinya Transcendent Rank!"


"Benar, dan lihatlah lagi"


Setelah DR. Nevario mengatakan itu, angka itu berubah dan menunjukkan beberapa angka di atasnya seperti Ranking dan membuat angka yang di tunjukkan DR. Nevario menjadi sangatlah kecil.


Naori tertegun melihat angka-angka itu, angka yang di tunjukkan Nevario menunjukkan tulisan dengan namanya yang tertulis di bawahnya.


Rank 17.295


T-Rank 234.692


Nevario Fotkard


"Apakah itu artinya ada tujuh belas ribu lebih Transcendent Rank?" ucap Naori dengan wajahnya yang tercengang melihat angka itu, lalu kemudian ia melirik sedikit ke atas dan melihat tulisan.


Rank 1


T-Rank 999.001


Lucia Kryler


Angka itu adalah jumlah Magic Power yang mendekati God Rank, di bawah angka itu tertulis Lucia Kryler yang membuat Naori tersenyum sembari menggertakkan giginya.


"Tak kusangka ada begitu banyak orang hebat" batinnya di dalam hati.


To be Contiuned*