Magic Blessing In Another World

Magic Blessing In Another World
Chapter 54



Pertarungan di gang sepi!


Ding dong~


Suara bel berbunyi tanda jam pelajaran di sore hari sudah berakhir, hampir siswa di seluruh kelas menyebar dan pulang dari sekolahan, sedangkan sebagian yang lain mengikuti kegiatan klub dan ada juga yang terkena hukuman untuk membersihkan halaman.


Naori yang tidak boleh pulang sebelum membersihkan halaman di awasi oleh wakil kepala sekolah saat menjalankan hukumannya.


"Bersihkan semua halaman ini sampai bersih! jangan harap bisa pulang!" ancam wakil kepala sekolah kepada Naori.


Naori yang kesal dan khawatir kepada Kaori langsung membersihkan halaman itu dengan cepat.


"Bagian sana!" tunjuk wakil kepala sekolah.


"Baik pak, akan segera aku bersihkan" ucap Naori dengan ekspresi kesal.


Di saat Naori sedang membersihkan halaman, Kiyoshi yang menunggu di gerbang sangat bersemangat untuk mencari Naori di antara kerumunan orang-orang yang akan pulang melewati gerbang sekolah.


"Di mana? apakah Naori sudah lewat gerbang? aku belum melihatnya dari tadi" ucap Kiyoshi yang melihat sekitar ke kanan dan ke kiri mencari sosok Naori dengan teliti di antara kerumunan itu.


Sedangkan di atas lantai dua, sosok Youma melihat Naori yang sedang membersihkan halaman dengan ekspresi bingung.


"Apakah paman hanya menghukumnya seperti ini? akan lebih baik jika dia di hukum untuk membersihkan toilet" ucapnya langsung berjalan pergi tanpa menghiraukan pandangannya terhadap Naori.


"Setelah aku membaca sedikit informasi yang di berikan oleh paman, aku kira dia memiliki Keluarga yang lebih hebat dari keluarga Arnolt, ternyata hanya orang miskin yang berpura-pura"


"Huff ... Akhirnya selesai" ucap Naori sambil menyeka wajahnya yang penuh keringat setelah membersihkan halaman begitu lama.


"Apa aku sudah boleh pulang pak?" tanya Naori


"Pulanglah! dan hati-hati di jalan" ucap pak wakil kepala sekolah melirik Naori.


"Ada apa dengan matanya" ucap Naori di dalam hatinya dengan heran.


Lalu Naori mengambil tas miliknya di kelas lalu mengunci pintu dan segera pulang.


Sesampainya di gerbang Naori melihat sosok Kiyoshi yang sedang menunggunya dengan ekspresi bosan.


Lalu saat Kiyoshi tersadar ia pun menoleh dan melihat Naori yang mendekatinya seraya berkata "Oi Naori ..." ucapnya sambil melambaikan tangannya, "kenapa kau lama sekali?" tanya Kiyoshi saat Naori sudah berada di depannya.


"Apa-apaan orang ini? sok akrab banget" batin Naori heran.


"Aku membersihkan halaman tadi sebelum pulang, jadi ... apa yang kau lakukan di gerbang sekolah? kau tidak pulang?" tanya Naori.


"Aku sedang menunggumu untuk pulang bersama, jalan pulang mu ke arah mana? rumah ku lewat ke kiri" ucap Kiyoshi.


"Sayang sekali tapi aku ke kanan, lagipula aku pulang menaiki sepeda karena harus menjemput adikku, jadi maaf aku akan pulang duluan" jawab Naori.


"Baiklah" ucap Kiyoshi menunjukkan ekspresi lesu.


"Aku merasa tidak enak" gumam Naori.


"Tidak apa-apa ... lagipula aku menunggu tanpa bertanya terlebih dahulu"


"Baiklah aku pulang duluan" ucap Naori pergi meninggalkan Kiyoshi.


"Hati-hati di jalan"


"Iya, kau juga" balas Naori tanpa menghadap ke belakang lagi dan berjalan menjauh meninggalkan Kiyoshi.


Lalu sesaat setelah Kiyoshi hendak pergi, dirinya melihat beberapa bawahan Youma yang sedang mengintai Naori dari balik pohon.


"Gawat! sebelum mereka menyergap Naori, aku harus segera memperingatinya" ucap Kiyoshi yang lalu berlari dan mengejar Naori.


"Kau mau kemana?" ucap seseorang yang menghadang Kiyoshi.


"Kau ... Youma!"


Di sisi lain Naori yang berjalan dengan santai tiba-tiba di peringati oleh Alter.


[Master, ada 14 orang membawa senjata tumpul dan ingin menyergap anda]


"Aku tau, aku hanya sedang mencari sebuah gang yang sepi" jawab Naori.


[40 meter di depan lalu belok kiri]


"Baiklah" Ucap Naori mempercepat lamgkahnya.


"Dia ... sepertinya tau kalau dirinya di buntuti" ucap salah seorang yang mengintai Naori.


Lalu Naori mulai berlari, semua orang yang mengintainya tiba-tiba terkejut, "Sial dia benar-benar tau, cepat kejar dia!" ucapnya memberi perintah kepada yang lain.


Hup* Naori yang sampai di belokan gang langsung masuk ke dalamnya, Beberapa saat kemudian orang-orang yang mengejarnya pun sampai di belokan itu dan melihat ke dalam gang itu dengan salah seorang yang berkata "Sial, kita kehilangan dia"


"Apa yang kalian lakukan? cepat bergerak! kita harus menangkapnya apa pun yang terjadi" teriaknya memberi perintah.


Lalu sesaat setelah orang-orang itu memasuki gang tersebut sebuah suara terdengar dari belakang barisan orang-orang itu.


Buk!


Salah seorang terjatuh dengan Naori yang menginjak tubuhnya, Lalu Naori berkata "Kau bilang ingin menangkapku? kalau begitu ayo maju!" tantang Naori.


"Bocah ini! ... Hajar dia!" perintah orang yang membawa sebuah knuckle di kedua tangannya.


"Baik kak" ucap semua orang orang menuruti perintahnya dan menyerang Naori.


Buk! Buk! Buk!


Naori memukul beberapa orang sekaligus, lalu Melompat ke samping dan menggunakan dinding sebagai pijakan.


Buak!


Naori menendang salah seorang dengan tendangan memutar yang dihasilkan setelah dirinya memijak dinding.


Lalu karena jeda waktu sesaat setelah Naori melancarkan tendangan memutarnya, Serangan dari depan langsung mengenai Naori, namun karena dirinya yang menggunakan Skill Perception sejak pertarungan di mulai, Naori mampu bereaksi dan menangkis serangan itu menggunakan tangannya.


Buk! Suara Naori terkena sebuah pemukul bisbol.


"Ugh*"


Naori melangkah mundur dan menjaga jaraknya, lalu Karena merasa terancam dengan pemukul bisbol yang mengenai tangannya, Naori mengambil pemukul bisbol yang sama dari beberapa orang yang sudah dia tumbangkan.


Di tengah-tengah pertarungan itu Naori berteriak kepada orang-orang yang menghalanginya, "Menyingkir dari jalanku dasar orang-orang sialan! aku harus segera menjemput adik ku" Teriaknya dengan perasaan marah dan langsung maju menghajar dua orang menggunakan pemukul bisbol di kedua tangannya.


Duang!


Suara kedua pemukul base ball terbentur, lalu Naori menyerang kembali dengan cepat menggunakan pemukul bisbol di tangan yang satunya, ke dua orang yang tidak mampu bereaksi terkena pukulan tepat di perut mereka.


Semua orang yang tersisa merasa ngeri saat melihat Naori, sosoknya bagaikan seorang dewa perang yang sudah ahli bertarung di jalanan.


Lalu tanpa memberi waktu untuk berpikir, Naori maju dan menyerang membabi-buta dengan kedua pemukul bisbol yang dia pegang.


Sementara Naori mengamuk, di sisi Kiyoshi dirinya malah kewalahan karena di hadang oleh Youma, keduanya pun beradu tinju, karena Kiyoshi yang mencari celah dari Youma dirinya berhasil lolos dan berlari mengejar Naori.


"Kuh*"


"Aku lengah membiarkan bagian sampingku terbuka" ucap Youma seraya mengejar Kiyoshi yang kabur darinya, "Berhenti dasar serangga!"


Lalu ke duanya berlari mengelilingi komplek perumahan, di saat mereka berdua berlari melewati sebuah rumah, Anjing yang menjaga rumah itu mengejar mereka dan sekarang mengejar ke duanya sambil menggonggong dan mengusir Youma dan Kiyoshi.


Setelah berlari lumyana jauh, anjing itu berhenti mengejar Youma dan Kiyoshi.


"Hah ... hah ... Sialan! ini semua gara-gara kau!" ucap Youma menyalahkan Kiyoshi.


"Hah ... Salah siapa kau mengejarku"


Keduanya pun berdebat, lalu setelah beberapa lama terdengar suara teriakan yang membuat ke duanya terkejut.


"Apa itu!? ..." Kiyoshi terkejut dan langsung menoleh ke arah sumber suara.


"Itu pasti teriakan bocah itu!" tebak Youma langsung pergi ke arah sumber suara, Kiyoshi yang terkejut dan takut hanya mengikuti Youma dari belakang dan mencari asal suara itu.


Alangkah terkejutnya, dari dalam gang sempit terlihat sosok hitam yang mencengkram leher seseorang dengan menginjak beberapa orang di bawahnya.


"Itu! ..." Yaouma yang terkejut langsung jatuh dan tersungkur ke belakang dengan kakinya yang gemetaran.


Kiyoshi yang melihat itu hanya diam tak berkutik melihat sosok itu, lalu sosok itu menoleh ke arah Youma dan Kiyoshi dengan tatapan membunuh dan mendekati ke duanya.


To be Contiuned