Magic Blessing In Another World

Magic Blessing In Another World
Chapter 149



Menguji Kekuatan


<--Kilas balik cerita-->


"Fiuh~" Naori menghela nafasnya dan bernafas dengan lega setelah selesai berlatih, Naori pun berbaring, sudah seharian ia berada di ruangan Gravitasi dengan notifikasi system yang membuat telinganya mau hancur.


"Alter, apa ini sudah cukup?" tanya Naori sambil menundukkan kepalanya karena pusing.


[Belum, Master harus lebih mengumpulkan banyak cahaya untuk bisa menembus lapisan es yang tebal]


"Baiklah" ucap Naori mengeluarkan udara dingin yang keluar dari dalam tubuhnya yang terlihat begitu jelas di ruang Gravitasi yang membeku.


"Aku ingin istirahat sebentar, aku tidak kuat lagi berdiri, apalagi mengeluarkan Magic power" gumam Naori sambil menutupi kedua mata dengan tangannya.


<--Hari setelahnya-->


Saat Naori masih berlatih di ruangan Gravitasi di saat Naori belum menemukan ruangan Voice Ball, Naori terus-menerus berlatih mengendalikan Element Cahaya menjadi lebih baik lagi dengan ajaran Alter.


[Masih belum padat Master, anda harus memadatkan cahaya hingga semuanya bersatu dan memunculkan efek panas]


Naori berlatih memadatkan cahaya dengan sangat keras tanpa mengeluh saat di ajari oleh Alter.


<--Di hari selanjutnya lagi-->


[Masih belum! Anda harus mengumpulkan semua cahayanya di mata pedang]


"Susah sekali, tidak seperti Magic power, aku harus membuat Magic power berubah menjadi cahaya lalu mengendalikannya, apa aku tidak bisa mengumpulkan Magic power lalu merubahnya menjadi cahaya?" tanya Naori sedikit mengeluh.


[Tidak! hasilnya akan berbeda]


[Jika Master melakukan cara itu memang lebih mudah, tapi hasil dari pembentukan cahaya akan lebih lemah dari pemadatan cahaya secara langsung]


"Kuh ... andai saja aku bisa mengendalikan cahaya seperti halnya Magic power"


<--Di waktu yang lain-->


Di ruangan Gravitasi saat Naori berlatih bersamaan dengan Ruangan Voice Ball, Naori membuat sebuah cahaya kecil berwarna kuning keputihan di tangannya, lalu cahaya itu pun jatuh setelah Naori berkata "Falling Star" dan meledak di ruangan itu hingga lantainya hancur.


[Memang sudah mencapai yang saya harapkan, tapi masih kurang]


"Masih belum ya ..." ucap Naori menggertakkan giginya.


"Padahal aku sudah menggabungkan Skill Falling Star ( Bintang Jatuh ) yang aku buat saat menghadapai para Murder dengan Element Cahaya, tapi kenapa masih belum cukup?"


[Pemadatan cahaya anda masih kurang padat]


[Kembali latihan memadatkan cahaya!]


"Baiklah-baiklah, aku tidak akan mengeluh lagi" ucap Naori langsung duduk dan mencoba memadatkan Magic power yang sudah berubah menjadi cahaya lalu memadatkannya seperti saat ia memadatkan Magic power


<--Di hari selanjutnya-->


Ting!


....


[Master, sepertinya ini ... hasil kerja keras anda kan?]


"Ini ..." Naori terkejut, ia melihat notifikasi system memberitahunya kalau dirinya baru saja mendapatkan sebuah Skill baru, skill itu bernama ... Manifestation of Light dengan tanda ( Metamorph ) di sampingnya.


<--Kembali ke kejadian sekarang-->


Naori menantang semua orang sekaligus, bukan hanya itu saja, jumlah orang yang saat ini Naori hadapi lebih banyak dari sebelumnya, beberapa orang baru muncul, Naori merasakan Magic power yang begitu besar berkumpul di tengah-tengah kerumunan orang yang marah karenanya.


Naori memiringkan kepalanya, ia heran, "bagaimana bisa gadis kecil itu membuat semua orang ini bergerak hanya karena aku memukulnya?" ucap Naori di dalam hatinya.


Di tengah lapangan, Naori sedikit tersenyum lalu kembali menantang semuanya dengan berkata "Apa kalian tidak takut di hajar lagi olehku?"


"Kau hanya beruntung sialan!"


"Iya, kau hanya beruntung karena kami mengalah!"


"Kekuatan kami bahkan lebih besar dari saat itu!"


Orang-orang yang berkumpul karena di tantang Naori mengelak, mereka membuat-buat alasan agar mereka semua tidak di permalukan karena kalah oleh Naori seorang diri saat itu.


"Berpencar! jangan sampai bocah ini menghabisi kota semua sekaligus!" perintah salah seorang yang berdiri di depan rombongan itu.


Naori mengarahkan tangannya ke depan lalu berkata "Sesuai perkataanmu"


Duar!


Sebuah ledakan besar terjadi di tengah-tengah kerumunan hingga membuat banyak dari mereka yang terpental karena ledakan, ledakan yang Naori buat tidak seperti kebanyakan ledakan, kali ini Naori membuat sebuah ledakan yang terbuat dari angin, karena itulah mereka semua terpental setelah tiba-tiba terkena hembusan angin kencang yang meledak di tengah-tengah kerumunan.


Wind Exsplosion!


Naori membuat semua orang terpisah dari rombongan, hal itu membuat Naori semakin mudah menghabisi beberapa orang yang terkapar di jalur lari Naori dengan menendang kepalanya hingga tubuhnya terpental lagi, Naori terus melakukan itu hingga beberapa orang mulai bangun dan Naori mengubah gaya serangannya dengan memukul satu orang lalu membuat orang itu terpental ke arah orang lainnya seraya berksta "Wind Exsplosion"


Duar!


Orang yang terpental karena pukulan Naori mengantarkan ledakan angin setelah tubuhnya sampai ke dekat beberapa orang yang berada di arah tubuhnya terpental.


Naori terus mengulangi hal itu sampai seluruh orang berhenti mendekatinya dan menyerang Naori menggunakan serangan jarak jauh, karena serangan yang mendadsk berubah, Naori mengubah dari serangan mendaji bertahan karena tidak ada lagi orang yang mendekat padanya dengan berkata "Magic Shield"


Serangan terus di tembakkan ke arah Naori yang berada di tengah-tengah kerumunan, di saat beberapa orang mendekat, Naori membuat sesuatu dari Element cahaya di dalam Magic Shield yang menyelimuti seluruh tubuhnya hingga membuat orang-orang yang menyerangnya menjadi waspada.


"Sword Light of Judgement"


Naori membuat sebuah pedang dari cahaya lalu mengayunkan pedang itu berputar seraya berkata "Spinning Slash!"


Beberapa orang yang berada di depan terkena tebasan Naori dan jatuh, melihat hal itu mereka menjadi marah, belum pernah mereka di kalahkan sampai memalukan begini, puluhan siswa pelatihan khusus mampu di jatuhkan hanya oleh satu orang.


Mereka tidak terima hal itu dan langsung maju ke depan untuk menyerbu Naori, Naori pun tersenyum melihat mereka semua yang mengepungnya, "apakah mereka ini bodoh?" gumam Naori langsung berlari menerjang kerumunan orang yang menyerbunya.


"Hhhaaaa!"


Suara teriakan orang-orang bergemuruh di tempat itu sehingga membuat semua orang yang ada di fasilitas pelatihan khusus melihat pertarungan ini.


....


Sesaat setelah sampai di depan kerumunan orang yang menyerbunya, Naori berkata "Time Slow" untuk memperlambat waktu demi menyerang sekkumpulan orang yang menyerbunya tanpa berpikir


"Time Release"


"Uakkh"


"Eugh"


"Akkh"


Suara teriakan orang-orang ini terdengar kesakitan setelah Naori menebas mereka semua.


"Baiklah~ bukankah sekarang giliran kalian senior?" ucap Naori melihat tiga orang yang berdiri melihat pertarungan di jarak yang ak jauh, Naori mentipitkan matanya sedikit melihat mereka bertiga, ketiganya memiliki kapasitas Magic power yang sangat besar, sama halnya seperti perempuan rambut pirang yang memiliki kapasitas Maguc power setara tujuh ratus ribu.


....


"Kenapa kalian diam saja? kalau begitu mari kita selesaikan ini dalam sekali serangan! ... karena aku benar-benar serius kali ini" ucap Naori dengan tatapan tajam dan raut wajahnya yang terlihat serius.


Ketiga orang itu juga bersiap, mereka mempersiapkan diri mereka dengan Magic power yang melapisi tubuh.


"Hanya itu? ... kalian akan menyesal sudah meremehkanku" ucap Naori dengan perasaan kesal melihat ketiga orang itu tidak melakukan apa pun selain melapisi tubuhnya dengan Magic power.


"Junior ... kau lah yang meremehkan kami, ... jangan harap bisa pergi setelah melukai Junior Cadia kami" ucap salah seorang dari tiga orang kepada Naori


"Sayang sekali~ jika saja aku bertarung satu lawan satu mungkin aku akan kalah jika aku hanya menggunakan keterampilan seperti Teknik Feeling dan yang lainnya, tapi aku tidak berniat melawan kalian dengan keterampilan, tapi dengan kekuatan mutlak!"


Naori bersiap lalu berlari maju seraya berkata "Time Stop" untuk membuat waktu terhenti.


Slash! Slash! Slash!


Naori menebas ketiganya lalu membelakanginya seraya berkata "Time Release"


"Akkhhh! ... bagaimana bisa?"


"Entahlah~"


Naori berjalan pergi, ia meninggalkan semua orng yang telah ia habisi di lapangan itu sendirian dengan raut wajah serius setelah mencoba kekuatan miliknya seraya berkata "Akan aku pastikan kali ini aku tidak akan melupakan Skill Time Breaker! tunggu saja perempuan es aku datang!" ucap Naori tersenyum jahat dengan niat kembali ke taman di mana ia bertemu dengen perempuan itu untuk memenuhi janji yang telah ia buat satu bulan yang lalu


Advanced In the Next Chapter~