
Sel Spesial
"Dragon Stone? Jadi di dunia ini juga ada naga, sebelum itu...aku merasa agak aneh, bukankah aku memiliki Poison Resistance, kenapa aku bisa diracuni oleh logam ini?"
"Itu karena logam ini sangat beracun tuan"
"Beracun? tapi kenapa bisa dipegang oleh tangan?"
"Logam ini hanya beracun saat logam ini menyentuh bagian dalam tubuh, bahkan goresan kecil sekalipun mampu membunuh Transcendent Rank" Jelas robot itu.
"Tidak mungkin, memangnya berapa presentasi kematian yang disebabkan oleh logam ini?" Tanya Naori yang terkejut mendengar penjelasan dari Ai.
"Setelah diteliti bertahun-tahun oleh Tuan Akron, Presentasi kematian yang disebabkan racun yang ada di dalam Dragon Stone adalah 100%" Jawab robot itu menjelaskan betapa mengerikannya logam itu.
"Bohong, lalu bagaimana aku masih hidup?"
"Cairan biru yang ada di tabung itu adalah obat penawar yang dibuat oleh tuan Akron selama beberapa tahun ini"
"Cairan biru itu? Kelima orang itu di letakkan didalamnya, Apakah? ... jadi kelima orang itu juga teracuni oleh Dragon Stone?" Tebak Naori yang spertinya tau kalau kelima orang itu terkena racun Dragon Stone.
"iya tuan, karena itulah tuan Akron menjadikan mereka objek eksperimen untuk menemukan penawar racun Dragon Stone"
"Kau bilang cairan biru itu penawar? kalau begitu apa kau juga meletakkanku di tabung itu?"
"Tidak tuan, saya menyuntikkan penawar itu ke dalam tubuh anda, namun setelah saya mengambil sampel darah anda ternyata anda memiliki sel yang spesial"
"Sialan, jadi begitu...aku berada di ambang kematian sekali lagi tanpa kusadari, ngomong-ngomong sel spesial apa yang kau maksud?"
"Biar saya jelaskan tuan, Saat saya melakukan penelitian saya melihat racun Dragon Stone dan sel darah anda saling melahap satu sama lain, awalnya sangat normal sel darah anda ditelan oleh racun dragon stone, lalu saat saya meneteskan sedikit cairan biru itu, yang terjadi selanjutnya sedikit mengejutkan saya"
"Mengejutkan bagaimana? cepat ceritakan lebih detail" Ucap Naori menggoyangkan bongkahan besi itu karena sangat penasaran.
"Bersabarlah tuan akan saya jelaskan perlahan ... Sel darah anda menyerap cairan biru itu dan berevolusi menjadi lebih kuat, namun Racun Dragon Stone lebih kuat dan menelan sel darah anda lagi namun setelah setengah jam berlalu saya melihat sel darah anda terus berevolusi dan berusaha melahap racun Dragon Stone"
Gluk* Naori menelan ludahnya. lalu apa yang terjadi selanjutnya? Ucapnya menunggu jawaban dari Ai.
"Sel anda berhasil melahap racun Dragon Stone"
"Itu artinya"
"Benar sekali tuan, anda berhasil hidup karena sel anda spesial dan karena sel itulah anda menjadi orang pertama yang selamat dari racun Dragon Stone"
"Sebenarnya apa yang terjadi dengan selku?" Tanya Naori yang penasaran.
"Sepertinya sel anda bermutasi, saya sendiri juga tidak tau ... tapi kemungkinan ini adalah faktor genetik" Jelas robot itu.
"Faktor genetik? aku tidak begitu paham" Ucap Naori agak bingung.
"Bisa diartikan Sel anda mengalami perubahan drastis yang membuat anda kebal terhadap segala jenis efek negatif yang mengancam tubuh"
Naori meneteskan keringatnya karena terkejut dengan apa yang dijelaskan oleh Ai dan berkata "Ai apakah penawar cairan biru itu sudah di produksi massal diseluruh dunia?"
"Sudah tuan, namun sayang sekali cairan biru ini bukan penawar asli, Cairan ini hanyalah penunda racun Dragon Stone agar seseorang mampu hidup lebih lama"
"Haha...Hahahaha itu bagus" Ucap Naori yang tertawa terbahak-bahak.
"Kurasa sekarang aku memiliki cara bagaimana menghasilkan banyak Koin secara Instan, baiklah karena aku sudah paham penyebab aku terluka, jadi sudah tidak ada lagi yang ingin aku tanyakan"
"Kalau begitu saya permisi dulu tuan, saya akan menyajikan makanan terlebih dahulu"
"Baiklah, aku akan menunggu di ruang makan bersama mereka...dan mungkin memberikan mereka sedikit kabar buruk"
Lalu Naori pergi ke arah ruang makan dimana ruangan itu hanya memiliki meja dan kursi serta berbagai tanaman yang mengharumkan ruangan.
"Tentu saja boleh, tanyakan saja" Ucap Jvalri mengizinkan Naori bertanya.
"Apa mereka berempat adikmu?"
"Iya, namun mereka bukan adik kandungku karena kami berasal dari keluarga yang berbeda-beda"
"Begitu ya" Ucap Naori yang menunduk dan tersenyum.
"Aku ingin memberitahu sesuatu setelelah makan, aku harap kalian bisa menerimanya" ucap Naori sekali lagi.
Jvalri yang menunjukkan ekspresi cemas berkata "Firasatku mengatakan itu adalah kabar buruk"
Naori yang tidak mampu menjawab lebih dari itu keluar dari ruangan dan senyum jahat mulai terlihat diwajahnya, karena canggungnya percakapan yang dilakukan olehnya, Naori berkata dengan wajah penuh rasa bersalah "Haha ... kurasa aku mendapat beberapa pengurus yang bisa menjaga tempat ini untukku, jangan salahkan aku karena kesempatan seperti ini tidak datang dua kali"
Lalu Naori pergi dari fasilitas itu dan mencari udara segar meregangkan tubuhnya dan mengeluarkan 1 Koin Gold .
"System aku ingin membeli hamburger dan 1 kotak susu rasa strawbery" Ucap Naori yang memasukkan koinnya ke layar system dan megambil makanan yang dipesan olehnya.
Hap* Naori melahap sebagian hamburger itu dengan cepat seakan-akan ia sudah sangat kelaparan.
Slurp* Naori meminum susu kotaknya sampai habis dan berkata "Haahh ... Minuman dari bumi memang yang terbaik, andai saja di Treasure juga ada produk seperti ini, planet ini masih sangat primitif, jika bukan karena Prof. Akron yang membuat tekhnologi untuk memajukan planet ini, aku takut bahkan diplanet ini tidak akan ada televisi maupun komputer yang ada di warnet"
Naori yang sudah menghabiskan makanannya segera kembali ke fasilitas itu dan masuk ke ruang kendali "akan aku manfaatkan tehknologi ini semaksimal mungkin" Ucapnya saat melihat layar monitor yang memperlihatkan daerah-daerah yang ditampilkan di layar monitor.
"Keluarga Arnolt ... Akan ku Extract jiwa kalian dan akan kuletakkan jiwa-jiwa kalian di Soul Punisment Box agar kalian tau bagaimana rasanya rasa sakit yang aku alami" Ucap Naori dengan ekspresi marah dan mengepalkan tangannya .
Lalu Naori keluar dari ruangan itu dan berjalan menuju ruang makan dan melihat kalau kelima remaja itu sudah selesai makan.
"Kalian sudah kenyang?" tanya Naori yang berjalan mendekati kelima remaja itu dan Naori pun duduk di kursinya bersiap untuk menyantap makanan yang disiapkan Ai untuknya.
"Sudah kak" jawab Alya yang turun dari kursinya dan mendekati Naori.
"Itu tadi sangat enak kak, aku baru pertama kali makan, makanan seenak ini" Ucap Alya dengan girang menjelaskan betapa enaknya makanan yang baru saja dimakan olehnya.
"Ohh benarkah? kalau begitu Alya bisa makan ini setiap hari" Ucap Naori mengelus kepala Alya.
"Benarkah?" Tanya Alya kepada Naori.
"Iya" jawab Naori singkat.
"Maaf Alya tapi kita harus pergi dari sini jadi kita tidak bisa memakan makanan itu lagi" Ucap Jvalri yang tiba-tiba menyela.
"Iya kak, Alya mengerti" Ucap Alya lesu karena mengetahui kalau mereka harus segera pergi.
"Tunggu dulu! sebelum kau memutuskan untuk pergi, dengarkan aku terlebih dahulu!"
"Baiklah akan kami dengarkan" Ucap Jvalri.
"Kalian tidak bisa pergi" Ucap Naori dengan nada mencekam.
"Kenapa? kau ingin menahan kami disini?" Ucap Andras yang tiba-tiba berbicara.
"Bukan seperti itu ... ada alasan lain, apakah kalian pernah terkena senjata dengan bahan seperti ini?" Tanya Naori agak cemas
"Urgh ... Itu kan Gunting yang selalu Prof. Akron bawa, kami selalu disiksa menggunakan gunting itu" Ucap Jvalri.
"Kalau begitu ini gawat, jika kalian pergi dari sini maka kalian mati" Ucap Naori dengan menunjuk kelima remaja itu dengan ekspresi menyeramkan.
To be Contiuned*