
Pertemuan dengan Ras Duyung!
Plak!
Naori di serang oleh ikan-ikan hingga tersingkur ke belakang, Lao Tzu yang berjongkok di sampingnya sudah tidak tertawa lagi.
Matahari sudah sangat terik menunjukkan siang hari telah tiba, entah sudah berapa kali Naori di serang ikan-ikan itu hingga tersungkur ke belakang, bahkan semua orang juga merasakannya, kegigihannya hingga saat ini membuat semua orang berkedip dan di serang oleh semua ikan, namun mereka menangkisnya dan mulai berdiri melihat Naori yang masih terbaring dengan ekspresi yang lelah, rambut depannya yang menutupi matanya membuat orang yang melihatnya tidak bisa melihat ekspresi seperti apa yang di tunjukkan Naori.
Lao Tzu kemudian mendekat ke Naori karena sepertinya Naori tidak bangun lagi setelah tersungkur.
"Hey, Lao Tzu coba bangunkan dia, kita harus mengajarkan caranya menggunakan Magic Power pada matanya kan?" ucap salah seorang yang menatap Naori.
"Baiklah" ucap Lao Tzu yang kemudian menyentuh pipi Naori dan mencoba membangunkannya seraya berkata "Naori, ayo bangun! akan aku ajarkan caranya agar matamu tidak berkedip"
Naori tidak menjawab, karena penasaran Lao Tzu mencoba menyibakkan rambut Naori ke atas dan melihat matanya yang tertutup.
"Dia tidur ya, semuanya tolong bantu aku untuk mengangkatnya" ucap Lao Tzu.
"Baiklah" ucap beberapa orang bersamaan, lalu empat orang termasuk Lao Tzu mengangkat Naori di atas kepala mereka, kemudian Lao Tzu berkata "satu, dua, lempar!"
Byur!
Mereka melempar Naori ke dalam kolam dan membuatnya tenggelam, namun mereka tidak sadar, tidak seperti kondisinya dengan Efek Narcolepsy yang sudah hampir selesai di pagi hari saat Naori tercebur ke dalam kolam oleh Pak Seisen, kondisi Naori saat ini baru saja memasuki efek Narcolepsy yang membuatnya tidak pernah bangun apa pun yang terjadi.
"Bwuakhh"
Sebuah gelembung udara yang tersisa dari paru-parunya keluar melalui mulutnya dan mengarah ke atas permukaan air meninggalkan Naori yang tenggelam ke dasar kolam di ikuti dengan ikan-ikan yang menyerangnya.
[Master!]
Di saat Alter ingin bertindak untuk menyelamatkan Naori, ikan-ikan yang menyerang Naori sebelumnya mengitarinya dan membuat sebuah gelembung udara besar yang melapisi Naori dan membawanya ke dasar kolam.
Di dasar kolam itu bercahaya sangat terang, terlihat sebuah peti dengan ribuan koin emas di dalamnya dengan beberapa koin emas yang berserakan mengitari sebuah retakan kecil di dasar kolam yang mengeluarkan sebuah gelembung udara secara terus menerus.
Setelah para ikan membawanya ke dasar kolam mereka pun meninggalkan Naori dan kembali ke atas, melihat Naori yang tidak muncul dari tadi, Lao Tzu langsung menceburkan dirinya dan menyelam ke dalam dasar kolam.
Terlihat di bawah, para ikan berenang ke atas dan mulai menyerang Lao Tzu, karena tidak mampu bertahan dari kibasan ikan yang menggunakan Magic Power itu, Lao Tzu pun bergegas ke atas dan segera pergi dari kolam itu dengan beberapa bagian tubuhnya yang memerah karena di serang oleh ikan-ikan itu.
"Sial, cepat panggil pak Seisen!"
Semua orang panik dan langsung berlari ke atas untuk mencari pak Seisen dengan wajah khawatir melihat Naori yang tidak muncul ke permukaan.
"Meskipun kolam ini hanya memiliki luas beberapa meter tapi kedalaman kolam ini mencapai lima puluh meter" gumam Lao Tzu.
"Semoga saja kita tidak membunuhnya" gumam Seorang perempuan di samping Lao Tzu.
Tidak lama setelahnya pak Seisen pun datang dengan berjalan santai dan meminum alkohol dari botol kecil miliknya dan berdiri tepat di samping kolam.
Lalu salah satu ikan kecil muncul ke permukaan dan melihat pak Seisen, pak Seisen yang dari tadi masih minum pun mulai berhenti setelah melihat ikan kecil itu, beberapa detik setelahnya ikan itu mengibaskan ekornya dan kembali ke dalan air.
Pak Seisen kemudian memejamkan matanya dan menyebarkan Magic Powernya ke dalam air, ia merasakan nafas Naori di dalamnya dengan banyak ikan yang mengitarinya, seketika ia pun tersenyum dan bergumam "Tidak aku sangka akan ada dua orang yang mampu lolos kualifikasi untuk di ajari olehnya dalam bulan ini"
Hari berlalu hingga akhirnya sore hati pun tiba, Naori terbangun dari efek Narcolepsynya dan terkejut melihat dirinya yang berada di dalam air, karena takut gelembung yang menyelimuti dirinya pecah, ia pun tidak berani bergerak sedikit pun.
"Di mana aku!?"
"Bagaimana aku bisa di sini?"
Beberapa ikan kecil mendekati Naori, dan melihatnya lalu mengitarinya, sedangkan beberapa ikan lagi berenang di antara peti yang berisi ribuan koin emas.
Seketika gelombang air pun terjadi, ikan-ikan yang tadinya berenang ke sana dan ke mari mulai berbaris entah kenapa.
Dari sebuah tembok dasar di kolam itu muncul sebuah Gate berwarna biru, keluar sosok ikan berwarna emas dengan ekornya yang besar mengibas ke kanan dan ke kiri serta memakai sebuah mahkota di kepalanya.
"Kau sudah bangun anak manusia?"
"I-Ikan itu bicara!"
Naori terkejut dan secara tidak sadar bergerak hingga gelembung udara yang menyelimutinya pecah menjadi gelembung udara yang kecil-kecil.
Naori menahan nafasnya dan mencoba berenang ke atas, namun usahanya sia-sia karena tidak peduli secepat apa ia berenang, ia tidak akan sempat ke permukaan tepat waktu dengan udara yang tersisa di paru-parunya.
Karena menyerah berenang ke atas, Naori melihat beberapa gelembung kecil yang berasal dari retakan tepat di samping ia terbaring dan mulai mendekatimya untuk mencari udara.
"Bwuakhh"
Naori melepaskan udara yang selama ini ia tahan dan bernafas mengambil gelembung-gelembung kecil yang keluar dari retakan itu.
"Dasar manusia, kenapa mereka tidak bisa bernafas saja di dalam air seperti kami?" ucap ikan yang berwarna emas itu mengeluh.
Lalu tubuh ikan bersinar sangat terang dan tiba-tiba tubuhnya membesar membentuk sebuah wajah manusia, dengan wajahnya yang cantik dengan rambut panjang berwarna hijau, lalu badannya pun terbentuk secara perlahan dari atas sampai cahaya itu menghilang hingga ke bawah badannya, setengah badannya berbentuk menyerupai manusia, namun tidak dengan tubuh bagian bawahnya, tubuh yang seharusnya menjadi kaki berubah menjadi ekor ikan.
Ikan yang menyerupai manusia itu mendekat ke arah Naori yang sedang kesusahan mencari udara dan mendekatkan wajah padanya.
"Makan ini!" ucap ikan itu menjulurkan tangannya untuk memberikan sebuah bola berwarna perak di tangannya kepada Naori.
Naori langsung mengambilnya dan memakan bola itu tanpa ragu, tidak lama setelahnya kejadian aneh pun terjadi, Naori mampu bernafas di dalam air yang bahkan tanpa udara setelah memakan benda bulat berwarna perak itu.
"Benda apa yang baru saja aku makan?"
"Itu Mutiara dari kerang" jawabnya.
Naori memejamkan matanya dan kemudian duduk bersila di depan ikan itu, "Aku tidak percaya ini, tapi apakah kau adalah seorang Putri Duyung?" tanya Naori.
"Benar, Aku seorang putri dari ras ikan Duyung" jawab ikan itu.
"Tetapi ..." Wanita itu mendekatkan wajahnya sekali lagi ke wajah Naori.
"Bagaimana caramu tau kalau aku adalah seorang Putri di kerajaan Duyung!?" ucap ikan itu sembari menyentuh dagu Naori dengan jari telunjuknya dan mengangkatnya ke atas untuk memastikan jawaban darinya.
To be Contiuned*