Magic Blessing In Another World

Magic Blessing In Another World
Chapter 37



Konsep Auto Leveling


Instant Heal


"Ini yang terakhir, syukurlah tidak ada korban jiwa dari kejadian ini" Ucap Naori sambil menyembuhkan orang terakhir yang terluka.


[Tapi, kerusakan yang ditimbulkan cukup besar Master]


"Kurasa kau benar" Ucap Naori dengan khawatir saat melihat banyak gedung hancur akibat para Cyborg.


"Bagaimana caraku memperbaiki situasi ini?"


"Kau bisa membayar semua biaya kerusakannya" Ucap seseorang dibelakang Naori.


"Siapa itu?" Ucap Naori yang langsung berbalik mencari arah sumber suara.


"Yoo Dark Crow, kau pasti senang membuat keributan di kotaku" Ucap seorang pria dengan badan yang kekar penuh otot.


"Tidak juga, aku melakukannya karena terpaksa, apakah kau tau berapa jumlah biaya kerusakan yang harus aku bayar?" Tanya Naori.


"Hitung semuanya!"


"Baik presiden, ... Total semuanya 25 Koin Magic lebih" Ucap seseorang yang memakai kacamata di sebelah orang itu.


"Apa kau bisa menjumlahkannya menjadi Koin Platina? aku tidak memiliki Koin Magic" Ucap Naori.


"Jumlahnya 2,575 Koin Platina"


Lalu Naori mengarahkan tangannya kedepan dan berkata "Alter keluarkan 2,575 Koin Platina"


Seketika banyak Koin Platina muncul dari telapak tangan Naori dan berjatuhan ke tanah.


"Aku sudah membayarnya, Sampai jumpa" Ucap Naori saat akan berbalik meninggalkan dua orang itu dan melambaikan tangannya.


"Sepertinya bocah ini perlu di beri pelajaran sedikit agar bisa bersikap sopan"


"Kalau begitu coba saja!" tantang Naori.


Seketika orang itu berada di dekat belakang Naori, Naori yang melihatnya hanya berkata "lambat"


Reflex


Lalu Naori berbalik dengan cepat dan meninju wajah orang itu, namun orang itu tiba-tiba menangkap tangan Naori.


"Ehh ..." Naori yang terkejut hanya bisa terdiam.


Duk!


Orang itu menendang perut Naori, Naori terpental karena kuatnya serangan orang itu.


Blerg*


Naori memuntahkan seluruh sisa makanan yang ada diperutnya.


"Sudahlah, lain kali jika membuat keributan lagi dikotaku, biaya yang harus kau bayar mungkin nyawamu" Ucap orang itu pergi meninggalkan Naori.


Lalu saat sudah pergi agak jauh dari tempat Naori pria berkacamata yang mengikuti pria berotot itu berkata "Presiden, kenapa anda tidak menghabisi bocah itu?" Ucapnya.


"Aku khawatir aku juga tidak bisa mengalahkannya" Ucap pria berotot itu.


"Jika belun dicoba bagaimana cara anda mengetahuinya presiden?"


"Apa kau tau, tendangan yang baru saja aku lancarkan padanya adalah 1/4 dari kekuatanku yang aku padatkan, jika orang lain terkena itu, mungkin dia sudah terpental sangat jauh, tapi bocah itu hanya terpental tak begitu jauh dari tempat aku melancarkan seranganku"


"Jadi maksud anda ..."


"Iya, kurasa aku tau alasan kenapa Pemimpin Distrik 17 bisa dipermalukan okeh bocah itu"


Di tempat Naori


"Aku baru ingat ... orang itu adalah Presiden Asosiasi Kontraktor yang berkuasa di Distrik 16"


"Aku rasa informasi dari Hamka sangat berguna, kedepannya aku harus lebih berhati-hati"


Uhuk* Uhuk*


"Meskipun aku tidak merasakan sakit, luka yang diterima tubuhku lebih parah dari yang aku pikirkan" Ucap Naori saat melihat sedikit darah yang dimuntahkan olehnya.


Lalu Naori mengusap hidungnya dan berkata "Bahkan sampai mimisan, orang itu berbahaya"


Instant Heal


"Aku beruntung kali ini, mungkin karena stat luck milikku orang itu melepaskanku" Ucap Naori sambil menundukkan kepalanya.


"Aku ingin pulang dan bertemu Kaori, tapi masih ada sedikit urusan yang harus aku selesaikan"


"Hahhh ..." Naori menghela nafasnya entah kenapa rasanya semakin menyusahkan.


"Banyak situasi yang tidak aku mengerti telah terjadi, dan aku hanya menjalani kejadian itu mengikuti alaurnya, seperti ... seperti kejadian ini sudah direncanakan oleh orang lain"


Ting! God of Destiny melihat anda!


God of Destiny berkata: sepertinya kau baru saja melalui pertarungan yang berat


"Aku takut ... tidak seperti sebelumnya, entah kenapa perasaanku tiba-tiba menjadi cemas"


"Hukum kausalitas? apa itu?"


God of Destiny berkata: Sebuah hukum alam semesta yang mengandung sebuah Hukum sebab-akibat sebuah peristiwa yang akan terjadi


"Aku tidak mengerti" Ucap Naori sambil menggaruk kepalanya.


God of Destiny berkata: jika saatnya tiba kau akan mengetahuinya, dan cara untuk membangkitkan ayah dan ibumu, apa kau tidak ingin mengetahuinya?


"Benar juga, cepat beritahu aku!" Ucap Naori kegirangan dan mulai bangun dari tempatnya.


God of Destiny berkata: Lampaui Kekuatan Transcendent Rank!


God of Destiny telah pergi!


"Jangan bercanda!, apa kau sedang mempermainkanku?" Teriak Naori


"Sial, lagi-lagi begini ... apa yang harus aku lakukan? melebihi Transcendent Rank? bagaimana caranya? levelku sudah mulai tinggi, dan mulai manjadi susah mendapatkan Point stat"


[Master, anda masih bisa mendapatkan banyak point stat]


"Bagaimana caranya?"


[Tentu saja Naik level]


[Level anda belum begitu tinggi, tidak terlalu susah untuk mendapatkan point stat]


"Tapi aku butuh 5 Gate C Rank untuk naik level ke 250, berapa banyak yang harus aku selesaikan untuk naik level kedepannya?"


[Anda salah Master]


[Gate Rank rendah hanya memberikan sedikit Exp yang dibutuhkan untuk naik level]


[Perlu anda ketahui, semakin tinggi Rank Gate, semakin besar Exp yang diberikan]


"Aku tidak akan mengambil resiko untuk melakukan Raid ke Gate yang lebih tinggi" Ucap Naori menolak dengan tegas.


[Anda bisa menyuruh para Knight untuk menyerang Gate]


[Anda tidak perlu masuk langsung kedalam Gate, karena para Knigt terhubung dengan anda, Exp yang didapat para Knight langsung mengalir ke dalam System Dimensi]


"Jadi maksudmu aku bisa tetap naik level meskipun aku tidak melakukan Raid, karena para Knightlah yang melakukannya?" Tanya Naori dengan ekspresi terkejut.


[Benar sekali Master]


"Bukankah itu Bug System?"


[Tentu saja bukan Master]


[Karena masih masuk akal, itu bukanlah Bug]


[Anda bisa menyebutnya Auto Leveling]


Lalu Naori mengarahkan tangannya kedepan dan berkata "Summon!"


[Knight telah disummon]


"Starlight, Chaos, Priestess Aku punya permintaan yang mungkin agak keterlaluan bagi kalian"


"Katakan saja tuan kami akan melakukannya" Ucap Starlight.


"Benar sekali tuan, meskipun itu permintaan yang mustahil sekalipun akan tetap kami lakukan" Ucap Chaos.


Priestess hanya mengangguk dan tersenyum.


"Aku ingin kalian menyerang setiap Gate yang kalian temui, tapi jangan memaksakan diri!"


"Untuk apa kami melakukan itu tuan?" Tanya Priestess.


"Akan aku beritahu alasannya, semakin banyak kalian membunuh bahemoth, semakin kuat diriku" Ucap Naori dengan senyum jahat.


"Sebut saja perintahku ini Auto Leveling, ... Baiklah aku ingin pergi jadi, jangan paksakan diri kalian ya" Ucap Naori yang pergi sambil melambaikan tangannya.


"Baik tuan" jawab ketiganya.


Lalu Saat Naori sudah menjauh dari tempat itu Starlight Knight berkata "Jangan pernah bertanya mengenai alasan kita melakukan misi yang diperintahkan oleh tuan lagi Priestess! kita telah dibangkitkan oleh tuan, jika bukan karenanya kita tidak akan bisa hidup lagi seperti sekarang, karena itulah perintahnya adalah mutlak, dan kita tidak memiliki hak untuk mengetahui alasan kenapa kita melakukan sesuatu yang diperintahkan oleh tuan"


"Meskipun begitu- ..." Ucap Priestess terpotong.


"Apa kalian masih tidak menyadarinya?" Ucap Chaos tiba-tiba berbicara.


"Menyadari apa?" tanya Starlight.


"Tuan kita bisa menjadi sangat kuat tergantung berapa banyak kita membunuh para monster itu, bukankah itu artinya kita bisa menguasai dunia ini" Ucap Chaos Knight merentangkan tangannya.


"Kau benar" Ucap Priestess dengan senyum licik.


"Daripada kita hanya membicarakannya, bukankah lebih baik langsung kita mulai saja?" Ucap Starlight.


"Ayo kita akan membuat tuan kita sangat kuat untuk memenuhi tujuannya" Ucapnya sekali lagi.


Lalu Ketiga Knight itu pergi dari tempat itu dan memulai misi mereka membasmi seluruh bahemoth di Gate yang mereka masuki.


To be Contiuned*