
Penculikan
"Kau harus mengalahkan seluruh penantang yang akan menantangmu sebelum kau bisa pergi" Ucap wasit itu memberitau Naori.
"Tapi aku- ..." Ucapan Naori terpotong.
[Master?]
"Hah ..." Naori menghela nafasnya "aku rasa aku terjebak disini sampai seluruh orang berhenti menantangku" Ucap Naori di dalam hatinya.
"Siapa selanjutnya!?" Teriak Naori kepada seluruh penonton yang melihatnya.
Lalu Seseorang berbadan besar terlihat di dalam lorong tempat datangnya para penantang.
Orang itu tersenyum saat melihat Naori dan berjalan dengan santai mendekati Naori dan berkata "Penantang selanjutnya telah tiba" Ucapnya menundukkan kepalanya dan melihat Naori karena tinggi dan besarnya badan yang dia miliki.
Lalu Naori menjauh dari penantang itu dan mengambik tempat di ujung arena yang lain dan berkata "mulai pertandingan"
"Ohh baiklah, Penantang yang berhasil mengalahkan Void sang juara bertahan ... Naoya sang kuda hitam baru" Ucapnya menunjuk Naori.
"dan untuk penantang kali ini, ... adalah Yudao yang berasal dari keluarga Kryler"
"Ini akan menjadi pertandingan yang sengit, jadi saksikanlah!"
"Battle Strart!"
Swift Step
Naori mulai mendekati Yudao dan memukulnya dengan kekuatan penuhnya.
Strike
"Apa hanya ini yang kau miliki pria kecil?" Ucapnya tersenyum melihat Naori.
Yudao yang tampaknya tidak bergeming dari tempatnya membuat Naori mulai takut.
"Lemak yang banyak, apa kau ini seekor babi?" Ucap Naori memprovokasi Yudao
"Beraninya kau!"
Teleportasi
Naori berpindah ke belakang Yudao dengan kakinya yang dilapisi oleh Magic Power yang padat dan Duar! suara Naori menendang leher Yudao terdengar sangat keras.
"Harusnya sudah berakhir ..." Ucap Naori setelah menendang Yudao, "Aku menyerang bagian vitalnya seharusnya dia pingsan" Ucapnya sekali lagi.
"Pingsan? hahah candaan yang lucu, kau pikir seorang Transcendent Rank akan pingsan semudah itu?" Ucapnya berbalik dan menatap Naori.
"Apa-apaan orang ini?"
Swift Step
Naori memadatkan Magic Power di tangannya dan mulai menyerang Yudao sekali lagi.
Strike
Lalu Naori mulai mengangkat tangan yang satunya lagi dan memadatkan Magic Powernya.
Strike
"Percuma, dengan kekuatan sekecil itu, bagaimana caramu mengalahkan Void?" Ucapnya sembari memegang Tangan Naori.
"Beginilah kekuatan yang sebenarnya" Ucapnya sekali lagi.
Klek*
"Aarrggh ..." Teriakan Naori terdengar hingga keseluruh Ruangan itu.
Sesaat setelah Teriakan Naori terdengar suara para penonton mulai ricuh dan membuat ruangan itu menjadi sangat berisik.
"Haha, bagus patahkan tangan yang satunya lagi"
"Siksa dia!"
"Tunjukkan lagi teriakannya!"
"Ini baru pertunjukan"
Suara para penonton mulai terdengar di kepala Naori, "apa mereka suka dengan adegan seperti ini? saat aku bertarung tadi mereka bahkan tidak bersuara" Ucap Naori di dalam hatinya.
"Nak, sepertinya penonton mulai suka dengan kejadian ini, jadi jangan salahkan aku ya"
Klek*
"Aarrrggh*"
Kedua tulang di tangan Naori yang dipatahkan Yudao membuat banyak penonton menunjukkan reaksinya.
"Sekarang saatnya kakimu!"
Teleportasi
Naori melepaskan dirinya dari cengkraman Yudao dan menjauh darinya.
"Menghilang? Benar-benar kemampuan yang unik"
[Master, apa anda baik-baik saja?]
""Apa kau tidak melihat kondisi tanganku"
[Master, orang ini memiliki Durability yang sangat tinggi]
"Durability? maksudmu ketahanan? tapi ... aku tidak memiliki Stat Durability kenapa dia memilikinya?"
[Mungkin wajar jika Master tidak memiliki seluruh stat yang lengkap]
[Karena Master sendiri Awakening G Rank]
"Benar juga, tunggu kenapa kau tau kalau aku Awakening G Rank?"
[Karena saya sendiri yang memberikannyaa Master]
"Begitu ya, Alter sialan ini" Naori menggengam tangannya, "Padahal aku hampir mati gara-gara ditabrak dan kau hanya memberikanku kompensasi Awakening G rank?"
[Maaf Master, hadiah itu sebenarnya adalah Gacha]
[Hadiah itu tergantung keburuntungan Master]
"Hah ..." Naori menghela nafasnya "Pantas saja aku tidak memiliki stat Stamina, walaupun sekarang ada pun itu adalah sebuah Blessing dari seorang konstelasi" Ucap Naori memikirkan kejadian saat dia meminum Elexir pertama yang dia dapatkan di Gtae Spesial waktu itu.
"Apa yang kau pikirkan di tengah pertempuran seperti ini?" Ucap Yudao mendekati Naori.
Buk! Suara Yudao menendang Naori.
"Tidak akan kubiarkan!" Ucap Yudao menangkap kerah Naori yang hampir keluar dari arena.
"Aakhh* Kau akan membayar perbuatanmu padaku beberapa kali lipat" Ucap Naori Menatap tajam Yudao.
"Kalau begitu coba saja!"
Teleportasi
[Master, anda memiliki sebuah Skill bernama Vitality]
[Skill itu mungkin mampu menembus Durabilitynya yang tinggi jika dilakukan secara beruntun]
"Apa kau hanya bisa kabur?" Ucap Yudao yang mendekati Naori dan mulai menyerangnya lagi.
Lalu Naori menyiapkan kakinya dengan Magic Power yang banyak keluar dari kakinya.
Skill Strike X Vitality
"Percuma, kau tidak akan bisa menembus pertahanan dari perutku!" Ucap Yudao menonjolkan perutnya kepada Naori.
Swush! Kaki Naori menyerang perut Yudao.
Duar!
Serangan itu membuat seluruh orang yang melihat pertandingan itu terkejut, di ruangan itu hujan mulai turun, hujan turun? namun tempat itu adalah sebuah ruangan bukanlah area terbuka, Air hujan itu berwarna merah, warna merah darah~
"Apa yang terjadi? hey Alter, kau tidak memperingatkanku kalau Skill Vitality sehebat ini? Beruntun katamu? aku hanya menyerangnya sekali" Ucap Naori sembari melihat air berwarna merah yang membasahi tubuhnya.
[Selamat Master]
[Seluruh orang yang ingin mengancam keselamatan Master sudah mulai mengurungkan niatnya]
"Apa yang kau bicarakan Alter?"
[Sepertinya saat Master membuat keributan di Loby dan Arcade, beberapa orang mengarahkan niat membunuh kepada Master]
"Kenapa? Apa aku berbuat salah?"
[Mungkin karena mereka melihat Master bersama Prof. Akron]
"Apa mereka ingin menculikku untuk dijadikan sebagai sandera?"
[Benar sekali]
Ting!
[Skill Fate of Blessing telah aktif]
Seketika orang-orang yang yang memakai pakaian hitam dan jubah hitam berada di belakang Naori, Naori yang terkejut oleh keberadaan mereka membalikkan badannya dan berkata "Siapa kalian?"
Buk! Salah seorang yang memakai Master berwarna hitam memukul perut Naori.
Akh*
Time Stop
[Tenanglah Master, aku akan menukar posisi anda dengan Clone yang ada di ruangan VIP]
[ Change Position]
Seketika Naori yang pingsan dan dibawa oleh orang-orang itu.
"Siapa kalian?" ucap wasit pertandingan itu.
Lalu salah seorang dari orang-orang itu berkata "Flash bomb!" Ucapnya sambil melemparkan sebuah bom yang membuat seluruh ruangan itu tertutup oleh kabut putih.
"Uhuk* uhuk* siapa mereka? Penjaga! penjaga! apa yang kalian lakukan membiarkan penyusup mengacau di Gold House!"
"Jangan biarkan mereka kabur! cepat cari mereka!" ucap salah seorang penjaga yang menjaga ruangan itu.
"Bagus, kita dapat anak ini, segera bawa dia ke markas"
Di ruangan VIP
"Hah ... Hah ..." Naori terengah-engah lalu ia pun melihat pemandu perempuan yang sebelumnya.
"Sayang~ Bisakah kamu menutup matamu?"
"Baiklah" ucapnya menurut.
Magic Clone
Mimicri
"Sudah Sayang~ kau bisa membuka matamu"
"Duh ... sebenarnya kenapa kau menyuruhku menutup mataku?" tanya perempuan itu sambil membuka matanya.
"Ehh muridmu sudah kembali?, apakah kau sudah selesai berjalan-jalan nak?"
"Sudah Nyonya" jawab Naori.
"Aahh aku lupa mengenalkanmu pada muridku, kenalkan namanya adalah Naoya"
"Ara~ nama yang bagus salam kenal nak, nyonyamu ini bernama Sarae"
"Anda juga memiliki nama yang bagus Nyonya Sarae" Ucap Naori.
"Ara~ entah kenapa rasanya dipanggil nyonya sangat memuaskan"
"Sayang, aku rasa sudah saatnya kamu pergi" Ucap Clone Naori yang menyamar sebagai Prof. Akron.
"Benarkah? waktu yang sungguh singkat, kalau begitu aku akan pergi, semoga kita bisa bertemu lagi dalam waktu singkat sayang~" ucap Sarae berjalan pergi keluar dari ruangan itu.
"Aku juga berharap begitu sayangku"
"Hah ... hah ... Aku selamat, untung saja aku bereaksi cukup cepat dan membuat sebuah clone untuk menggantikan clone yang sebelumnya" Ucap Naori terjatuh karena sudah tidak kuat berdiri karena kakinya yang gemetaran.
Charger
Seketika setelah itu, Luka Naori semunya sembuh, bahkan tangannya yang patah kembali seperti semula.
[Beruntungnya Master]
"Jika saja kau tidak memperingatkan kalau aku akan diculik, aku mungkin tidak akan sempat untuk menghentikan waktu dan bertukar tubuh dengan clone ku yang ada disini"
[Saya tidak akan menempatkan Master dalam bahaya]
[Ini juga salah Master]
[Anda mebuat keributan sehingga memancing musuh Prof. Akron untuk bertindak]
"Hah ... aku minta maaf, setidaknya aku mampu bertindak di situasi ini kan?"
[Saya akan berusaha memaafkan setiap tindakan Master]
"Ngomong-ngomong apa yang akan terjadi kepada Clone milikku"
[Saya sendiri tidak tau Master]
[Lebih baik Master mengatur Clone anda untuk segera membuka jendela itu dan mengikuti acara lelang]
"Apa lelangnya sudah dimulai?" Ucap Naori berjalan mendekati jendela.
[Sebentar lagi Master]
"Kurasa aku tidak bisa mengikutinya, jantungku berdegup sangat cepat karena beberapa orang berpakaian hitam itu yang mengejutkanku" Ucap Naori membuka jendelanya.
[Tenang saja Master, yang mengikuti perlelangan ini adalah Clone Master]
"Ya benar sekali, serahkan saja padaku tubuh utama" Ucap clone itu maju di depan Naori.
To be Contiuned*