
Tes Penerimaan Murid Baru
Di ruangan itu Naori maju ke depan, dengan ragu menempelkan tangannya ke jejak telapak tangan yang ada di tengah-tengah batu, gatis-garis yang di sebut rune kemudian bersinar dan di atas batu sebuah angka mulri muncuk dan menghitung hingga akhirnya angka itu berhenti tepat di angka 100.000 dan membuat Nevario heran dan maju ke depan.
"Kenapa bisa tepat berhenti di seratis ribu?"
"E-Entahlah" ucap Naori memiringkan mata dan kepalanya ke kiri untuk mengingat sesuatu.
<--Hari ke dua saat Naori di rumah sakit setelah keluar dari Gate-->
"Alter, tingkatkan Statistik HP, MP, Soul Power, Strenght, dan Agility hingga Transcendent Rank!"
[Baik Master]
Statistik HP 8.000 --> 100.000
Statistik MP 30.000 --> 100.000
Statistik Soul Power 15.567 --> 100.000
Statistik Streght 11.000 --> 100.000
Statistik Agility 8.000 --> 100.000
"Baiklah, aku akan menyimpan sisa Point stat yang lain dan ... untuk Point Dimensi"
Naori menatap tajam jumlah Point Dimensi miliknya, melihat Naori yang seperti itu, Alter membuka sebuah panel system di shop dan menunjukkan sebuah pedang dengan beberapa Skill dengan nama yang hebat dengan harga yang hanya bisa di beli oleh Point Dimensi.
Naori terkejut melihat hal itu dan menelan ludahnya seraya berkata "ini kan!?"
<--Kembali ke kejadian sekarang-->
Angka di batu menunjukkan Rank dengan tulisan
Rank 27.496 (New)
T-Rank 100.000
Naori Asake
"Hebat, bahkan batu ini bisa mengetahui namaku" ucap Naori dengan takjub.
"Baiklah, Rank 27.496 kan?"
DR. Nevario berjalan ke sebuah meja dan kemudian mengambil sesuatu berwarna putih dan memberikannya kepada Naori seraya berkata "Ambil Pin ini!"
"Ini untuk apa?"
"Coba pakai"
"Baik"
Naori memakai pin itu di bajunya bagian kiri, seketika angka dari Rank Naori muncul di pin itu dan menunjukkan angka 27.496.
"Ayo pergi! aku akan mengenalkanmu pada pelatih" ajak Nevario berjalan keluar.
"Pak tua itu?" ucap Naori hanya mengikuti Nevario di belakangnya dan menurut.
Keduanya memasuki sebuah lift, di dalan lift Nevario menekan tombol 1 dan lift itu pun mulai bergerak, Naori yang melihat hak itu hanya berkata di dalam hatinya "Sepertinya ada seseorang selain Prof. Akron yang menciptakan semua tekhnologi ini, tapi siapa ya? yang memiliki Tecno System kan hanya Prof. Akron kan? lagipula sekarang hanya aku yang memegangnya"
<--Di dalam gedung tertinggi di Ibukota-->
"Hoo, Sepertinya ada anak ayam yang baru menetas, System seperti apa yang dia miliki?"
[Saya tidak tau tuan]
[Dia memiliki lebih banyak System dari saya]
"Menarik, aku ingin melihatnya tumbuh lebih lama" ucap orang itu menyilangkan kakinya sembari melihat layar panel System.
<--Di lantai 1 Gedung Pelatihan Khusus-->
Naori dan Nevario berjalan ke arah lapangan dan mendekati sebuah bangku yang ada di pinggir lapangan dengan seorang pria tua yang meminum sebuah minuman kaleng sedang duduk di sana.
"Pak, saya sudah mengujinya"
"Bagus, sudah saatnya tes selanjutnya, aku sudah bosan menunggu nak" ucap pria tua itu yang membuang kaleng minumannya ke tempat sampah dan mulai berjalan dan berdiri tepat di hadapan Naori.
Pria tua itu menatapnya, tanpa takut sekalipun Naori juga menatapnya, orang-orang yang tadinya berlatih Magic Power di tengah lapangan berhenti dan menatap keduanya dengan perasaan takut.
"Nak, kau memiliki keberanian yang tinggi" ucap pria tua itu.
"Terima kasih"
Buk!
"Semuanya minggir! tes penerimaan murid baru akan di lakukan!" teriak Nevario menggunakan Magic Powernya sehingga suaranya terdengar ke seluruh lapangan.
Bukan hanya seluruh lapangan, seseorang dari dalam gedung pun mendengar teriakan itu dan mulai berkumpul melihat dari jendela hanya untuk melihat Tes penerimaan murid baru yang akan di lakukan.
Di samping lapangan, pria tua itu langsung melompat dan mendarat tidak jauh dari tempat Naori berada.
"Reflekmu bagus nak"
"Yah~ itu karena aku memiliki sebuah skill yang berhubungan dengan Reflek tubuh" jawab Naori.
Kemudian mereka bertatap mata lumayan lama, karena sudah tidak tahan Naori pun mengedipkan matanya sebentar dan tiba-tiba saja pria tua itu ada di depannya dan memukulnya.
Buk!
Perut Naori di pukul tepat di ulu hatinya, membuatnya sangat kesakitan dan kemudian di pukul di bagian dagunya hingga melayang ke atas.
Buk!
Pria tua itu bergerak ke atas Naori dan hendak memukul perutnya ke bawah, namun Naori menggunakan Teleportasi dan menjauh dari pria tua itu untuk menjaga jarak.
Cough Cough
Naori batuk dengan kepalanya yang pusing, setelah menerima dua pukulan dari pria tua itu, tanpa jeda waktu pria tua itu tiba-tiba berada di belakang Naori dan memukul punggungnya.
Buk!
"Ugh, Cepat sekali"
Naori terpental ke depan dan berguling-guling ke tanah, saat hendak bangun kembali kepalanya di injak oleh pria tua itu.
"Aku kecewa nak, apa hanya segini kemampuanmu?"
Instant Heal
"Oohh, ternyata kau juga memiliki Skill penyembuhan, ini mungkin akan sedikit lama" ucap pria tua itu yang kemudian terkejut.
Naori yang ia injak kepalanya tiba-tiba menghilang dan berada di belakangnya dengan mengumpulkan banyak Magic Power di tangannya.
Swish!
Pria tua itu menghindar dan serangan Naori meleset dari jarak sedekat itu, Naori yang terkejut secara tidak sadar berkata "Tidak mungkin!"
Buk!
Pria tua itu menendang perut Naori hingga terpental ke atas lagi, dan bergerak ke atas untuk memukul Naori ke bawah, namun Naori menghilang lagi dan berada di belakang pria tua itu.
Swish!
Serangan Naori meleset lagi dan pria tua itu memukul Naori, namun saat serangan itu hampir mengenai Naori, Naori kembali menghilang dan tiba-tiba saja berada di bawah dengan dirinya yang memegang perutnya karena kesakitan.
"Lumayan juga" ucap pria tua itu sesaat setelah mendarat dan kemudian menghilang lagi dan berada di belakang Naori.
Buk!
Naori terpukul lagi dan terguling-guling di tanah, namun karena kerasnya pukulan itu, tubuhnya malah menghilang dan menjadi sebuah asap.
Boof!
Buk!
Naori memukul pria tua itu tepat di punggungnya dengan pukulan biasa dan berkata "aku menang"
"Hahaha, menarik juga, bagaimana caramu mengelabuhi ku?" pria tua itu tertawa sembari bertanya kepada Naori.
"Yah~ aku menghentikan waktu dan mengganti tubuhku dengan Magic Clone sih" batinnya menjawab pertanyaan pria tua itu.
"Tapi ... jika saja kau memukulku dengan Magic Power, mungkin kau akan menang nak"
"Aku kira dengan aku bisa memukulmu tes ini sudah berakhir" ucap Naori dengan tatapan tajam.
"Tentu saja belum" ucap pria tua itu berbalik seketika dan memukul Naori, Naori menghilang lagi dan muncul di depan pria tua itu dengan raut wajah kelelahan.
"Sungguh Anak yang berbakat, ini pertama kalinya saat seorang bocah mampu menyentuhku saat tes, padahal aku mendengar kalau bocah itu baru Awakening beberapa minggu yang lalu" batin pria tua itu.
"Bakatnya masih bisa di asah, karena itulah ..."
Pria tua itu menghilang dari hadapan Naori, Naori pun waspada dan segera bersiap, namun pergerakan pria tua itu sangat cepat dan seketika mencengkram Naori dan memukulnya ke bawah hingga wajahnya menghantam tanah, Naori pingsan dan terlihat ekspresi pria tua itu tersenyum sembari berkata "Kau lulus!"
To be Contiuned*