Magic Blessing In Another World

Magic Blessing In Another World
Chapter 77



Upaya Penyelamatan Naori


Sore hari telah berlalu, malam hari yang gelap telah tiba dan membuat tempat di sekitaran Gate itu menjadi menyeramkan.


Merlin, Cyren, Galoth, dan seseorang yang di panggil Koriko sedang berbicara dengan Stelleanor sang Presiden Asosiasi Awakener Distrik 17.


"Gate yang sama seperti Gate yang pernah di selesaikan Dark Crow waktu juga kan?" ucap Stelleanor.


"Sepertinya begitu Presiden" jawab Kapten Yola.


"Aku akan kembali untuk melaporkan Gate ini, terima kasih sudah mencoba menghancurkan Gate ini" ucap Stelleanor berterima kasih.


"Itu bukan apa-apa, karena keponakan kami sendiri yang menjadi korban" ucap Merlin dengan ekspresi sedih.


"Aku turut berduka cita" ucap Stelleannor dengan singkat dan mulai pergi meninggalkan mereka bersama Kapten Yola.


"Bisakah kalian mencoba menghancurkan Gate ini sekali lagi setelah Magic Power kalian pulih?"


"Akan kami coba lagi karena keponakan kami masih di dalam sana" ucap Galoth dengan lantang dan mendekat ke Kapten Yola yang menyilangkan tangannya.


"Kau benar Galoth, kita tidak seharusnya bersantai di sini" ucap Merlin yang kemudian maju dan mendekat ke Gate seraya berkata "Bersiaplah Koriko! kami membutuhkan Space Element milikmu" ( Element Ruang ).


"Baik" jawab Koriko berjalan dan mendekati Gate tepat di depan pintu masuk.


"Akan aku bantu kalian" ucap Kapten Yola menawarkan bantuan.


"Terima kasih" ucap Merlin tersenyum kepada Kapten Yola.


Lalu Merlin, Cyren, Galoth, dan Kapten Yola menyentuh pundak Koriko dan menyalurkan Magic Power mereka kepada Koriko.


Pemadatan Magic Power yang luar biasa terjadi, Kemudian sebuah cahaya biru yang tipis mulai menyelimuti mereka, cahaya biru itu berputar dan mulai berkumpul di tangan Koriko.


...


Pemadatan Magic Power terus berlanjut, hingga Akhirnya Koriko mengucapkan nama Skillnya, "Absorbtion" Sebuah portal mirip dengan Gate kecil berwarna putih muncul di tangan Koriko dan mulai menyerap energy dari pintu Gate yang mengeras.


Gate kecil berwarna putih itu terus menyerap, namun kekuatannya tidak cukup besar untuk membuat pintu Gate berwarna ungu itu melunak.


Ugh* ... padahal aku sudah memusatkan semua Magic Powernya" gumam Koriko.


"Gunakan lebih banyak Magic Power Koriko! ambil semua milikku!" teriak Merlin.


"'Ambil juga punyaku!" Teriak Galoth yang tidak mau kalah dengan Merlin.


"Ambil semuanya Koriko!" ucap Cyren yang juga menawarkan seluruh Magic Powernya untuk Koriko, sedangkan Kapten Yola hanya diam sejenak dan mulai berbicara "Aku hanya akan memberikan setengahnya, jika semuanya kehabisan Magic Power bisa berbahaya" ucap Kapten Yola memberikan sebuah alasan yang masuk akal kepada semua yang ada di sana.


"Segitu saja sudah cukup, aku Merlin Light Wandere berterima kasih lagi" ucap Merlin dengan wajahnya yang mulai pucat.


"Sama-sama, lagipula aku sedang mencoba mencari informasi dari Gate ini" ucap Kapten Yola yang kemudian berhenti menyalurkan Magic Power dan mundur ke belakang.


Setelah beberapa menit Merlin juga ikut mundur seraya berkata dengan wajahnya yang di penuhi keringat, "Aku serahkan sisanya kepada kalian"


Cyren juga mundur setelah kehabisan Magic Powernya, hanya tersisa Galoth dan Koriko yang masih mencoba membuka pintu Gate.


"Bertahanlah Koriko! aku masih memiliki Magic Power yang tersisa!" Teriak Galoth kepada Koriko yang wajahnya sudah kelelahan seperti sudah tidak kuat mempertahankan Gate warna putih yang di gunakan untuk menyerap energy pintu Gate warna ungu.


Lalu Galoth juga mundur dan berhenti menyalurkan Magic Power karena sudah kehabisan Magic Power, hanya tersisa Koriko dengan Magic Powernya sendiri untuk mempertahankan Gate berwarna putih itu.


"Ugh..." Koriko sudah tidak bisa mempertahangan Gate kecil itu untuk menyerap energy pintu Gate lebih jauh karena kelelahan, wajahnya tampak seperti orang yang akan mati dan matanya yang meneteskan air mata karena tidak berkedip saat mempertahankan Gate kecil itu.


Lalu Kapten Yola mendekat dan memukul pintu Gate itu dengan sangat keras menggunakan Magic Power di tangannya.


Duar! sebuah ledakan terjadi dari tangan Kapten Yola yang memukul Gate, lalu Kapten Yola berbalik dan mulai berjalan pergi seraya berkata "Menyerahlah menyelamatkan keponakan kalian! Gate itu tidak lunak sama sekali, aku bahkan merasa pintu itu semakin keras" ucap Kapten Yola sebelum pergi dan meninggalkan ke empat orang itu duduk di depan Gate.


"Tidak mungkin! lalu bagaimana dengan Naori!?" ucap Cyren tiba-tiba berbicara dengan raut wajah putus asa karena tidak bisa membuka pintu Gate.


Di dalam Gate, Naori yang marah dengan kejadian yang menimpanya mulai membantai para Bahemoth yang ada di Gate itu.


Ting!


[Gate G Rank telah selesai]


[Anda akan di pindahkan ke Gate yang lebih tinggi]


Setelah notifikasi System berbunyi, Naori menghilang dan kembali ke tempat semula di mana ia memasuki Gate.


"Apa!? ..." Naori menggengam tangannya dan menggertakkan giginya dengan perasaan kesal yang ia tunjukkan di wajahnya.


"Jadi Gate yang aku selesaikan tadi hanyalah Gate G Rank!?"


[Benar Master]


"Lalu kenapa ada ribuan Monster di dalamnya? dan kenapa juga aku dipindahkan ke sini lagi? di mana pintu keluar Gatenya Alter?" ucap Naori yang penuh dengan pertanyaan.


[Quest Utama yang anda terima adalah untuk membersihkan setiap Gate dari Rank terendah ke Rank tertinggi Master]


[Yang setiap Gatenya berisi Sepuluh ribu Bahemoth di dalamnya]


Glek* Naori menelan ludahnya dan menunduk seraya berkata "Apa aku sudah mengabaikan bahaya dari Quest Utama!?"


[Lebih tepatnya anda meremehkan bahaya Quest Utama]


[Karena Master mampu menyelesaikan Quest Utama dadakan waktu itu dan membangkitkan saya]


[Anda menjadi begitu lengah saat menghadapi Quest Utama resmi yang pertama dari System Dimensi]


"Maafkan aku Alter, aku kira Quest kali ini bisa di tunda dulu, aku hanya tidak menyangka kalau Questnya harus seperti ini" ucap Naori sembari memegang kepalanya yang bingung.


"Kiekk!"


Suara Bahemoth terdengar dari sebuah lubang Goa dan menemukan Naori yang sedang berbicara dengan Alter, tanpa basa-basi para Bahemoth itu langsung menyerang Naori dengan jumlahnya yang mencapai puluhan.


"Penganggu!"


"Magic Exsplosion" Naori meledakkan para Bahemoth itu dari jarak jauh dan menyingkirkan semuanya sekaligus,suara notifikasi System terdengar yang menandakan Naik Level.


Ting!


[Level anda telah meningkat]


Level 364 --> Level 365


Mendengar suara Notifikasi System, Naori langsung membuka panel System dan melihat Point Stat yang ia punya, "Bagus ... aku punya banyak"


Lalu Naori meningkatkan Statistik INT dari yang tadinya 60.000 menjadi 100.000 dan meningkatkan Statistik MP nya yang tadinya 30.000 menjadi 50.000.


"Untuk Agility mungkin tidak perlu karena aku punya banyak Skill penghindar, mungkin untuk Strenght saja" ucap Naori yang bingung memikirkan Statistik apa yang harus di tingkatkan.


Naori meningkatkkan Statistik Strenghtnya yang tadinya 8.000 menjadi 11.000 dan mulai menatap tulisan yang ada di Statistik paling bawah dengan tatapan tajam dan mulai meningkatkannya.


To be Contiuned*