Magic Blessing In Another World

Magic Blessing In Another World
Chapter 100



Awal Mula Pembalasan Dendam


Chloe tersenyum dan menatap Naori dengan tatapan tajam serta membuat tongkat dari Magic Power dan berenang maju ke arah Naori, di belakangnya Gate muncul dan Chloe mendorong Naori masuk ke dalamnya


Buk!


Chloe memukul Naori hingga terdorong masuk kek dalam gate dan ikut masuk ke dalam Gate, dari balik Gate Chloe mengumpulkan Magic Power di tongkatnya dan menyerang Naori dengan serius, di sisi Naori, kegelapan yang ia lihat di dalam matanya berubah menjadi penglihatan yang sama seperti dunia asli yang di rekasaya dengan cahaya berwarna biru dan putih yang mendekat padanya, cahaya berwarna biru itu berbentuk seperti seorang perempuan dan cahaya putih itu berbentuk memanjang seperti tongkat.


Naori menghindari serangan Chloe dengan melihat cahaya itu dan segera menjauh darinya seraya berkata di dalam hatinya "Apa itu? perasaan ini ... aku merasakannya, serangan kak Chloe, bahkan Magic Powernya yang meluap-luap"


"Ini kah yang di maksud merasakan oleh kak Chloe?"


"Aku merasakannya, seluruh pergerakan kak Chloe dan arah serangannya, itu adalah ..."


Waktu terhenti dan Naori menyerang Chloe lalu membelakanginya, pertarungan itu pun berhenti sejenak karena Chloe diam saja dan tidak bergerak lagi, lalu Naori berbalik dan melihat Chloe dengan membuka matanya, tiba-tiba saja Chloe berbalik dan berada di belakangnya dengan berkata "Bukankah aku sudah aku bilang! membuka mata artinya pukulanku"


Buk!


Naori di pukul di bagian lehernya hingga ia pun. akhirnya pingsan, Chloe yang melihat hal itu langsung berkata di dalam hatinya "Monster, bagaimana caranya anak ini melatih Teknik Feeling hingga di tingkat seperti itu hanya dalam beberapa hari? padahal aku sendiri butuh satu bulan lebih untuk merasakan adanya sedikit pergerakan"


"Tapi anak ini ... dia mampu merasakan seluruh gerakanku dan menghindarinya bahkan menyerangku dengan gerakannya yang cepat"


Chloe pun tersenyum jahat lalu berkata "Aku rasa sudah saatnya pak tua itu membalas seluruh perbuatannya"


Beberapa jam terlewat, Chloe membawa Naori kembali ke dasar kolam dan segera membaringkannya di kasur menunggu hingga Naori sadar, ia pun mengeluarkan sesuatu dari dahinya dan memasukkan benda itu ke dalam mulut Naori lalu menggerakkan mulutnya untuk mengunyah benda itu.


Seketika Naori bangun dengan memuntahkan benda pahit yang ia rasakan di mulutnya dengan berkata "Bwehh Bwehh"


Ia menjulurkan lidahnya dan mengeluarkan benda yang sudah ia kunyah dari mulutnya seraya berkata "Pahit"


"Hahaha itu adalah Batu dan pasir tentu saja pahit" ucap Chloe tertawa riang melihat reaksi Naori.


Naori pun menunjukkan ekspresi kesal dan menggenggam tangannya lalu berkata "Kau jahat sekali kak"


Chloe pun mendekatkan wajahnya lalu mencengkram wajah Naori dengan raut wajah penasaran dan segera berkata "Anak nakal, sejak kapan kau mampu merasakan keberadaanku?"


"Swesaat swetelah aku bwangun kak" (sesaat setelah aku bangun kak) kak ucap Naori dengan bahasa yang tidak jelas karea pipinya di cengkram oleh Chloe jadi ia tidak bisa berbicara dengan normal.


Chloe pun melepas cengkramannya lalu menjauh dari Naori dan membuat Gate untuk pergi, ia berhenti sebelum benar-benar pergi memasuki Gate dan berkata "Nak, katakan dengan jujur! apa yang ingin kau lakukan? kenapa aku merasakan niat membunuh yang begitu kuat"


"Balas dendam ... aku akan membalasjan dendam ibuku setelah efek Narcolepsy sudah hilang kak" jawab Naori dengan tatapan membunuh.


Chloe memejamkan matanya dan merasakan keinginan Naori dan berkata "Pergilah! tapi kau harus kembali lagi dalam seminggu untuk kembali berlatih, di saat itu aku pasti akan menyiapkan latihan yang lebih berat lagi bagaikan neraka" ucap Chloe menoleh ke belakang dan melirik Naori dengan tajam lalu berjalan dan masuk ke dalam gate.


Naori pun menundukkan kepalanya setelah Chloe pergi dan memejamkan matanya lalu berkata "Terima kasih"


"Balas dendam, ... Keluarga Arnolt, kalian semua akan merasakannya, rasa sakit yang ratusan kali lebih sakit dari apa yang ibuku alami" ucap Naori sembari menggertakkan giginya dengan perasaan marah.


Swish!


Naori menghilang dari dasar kolam dan berpindah ke pinggir kolam di atas permukaan, ia pun berjalan dengan dengan badannya yang badah kuyub menuju keluar tempat Pelatihan Khusus, ia melewati lapangan dan menuju ke arah gerbang yang di jaga dua orang Kontraktor Transcendent Rank


Penjaga itu menghentikan Naori dengan mengarahkan tangannya ke samping untuk menghalangi jalan Naori dan bertanya "Kau mau kemana nak?"


"Minggir!" ucap Naori dengan naaada kasar.


"Beraninya bocah sepertimu menggertakku"


"Bukankah sudah aku bilang ..." ucapan Naori terpotong karena waktu tiba-tiba berhenti dan ia pun menyerang penjaga yang menghalangi jalannya tepat di uku hatinya, waktu pun kembali seperti semula, "Minggir!" Ucap Naori tiba-tiba saja menghilang dari tempat itu dan sudah berjalan di luar gerbang meninggalkan penjaga yang menghalangi jalannya.


"Bocah ini ..." ucap salah satu penjaga yang lain karena merasa kesak dengan Naori yang menyerang temannya,ia pun seketika berada tepat di belakang Naori dengan melayang karena ia melompat dan bersiap memukul Naori, waktu berhenti lagi dan Naori menyerang penjaga itu dengan memukul dagunya lalu melompat dan berputar di udara untuk menendang perut penjaga itu.


Waktu kembali normal dan Naori kembali berjalan seperti tidak terjadi apa-apa, di saat dirinya akan berjalan, sebuah serangan dilancarkan dari belakangnya, merasakan serangan yang begitu berbahaya Naori pun menghindar ke samping dan membuat serangan itu meleset.


Serangan itu adalah Pak Seisen yang hendak memukul Naori, mereka berdua pun bertatap mata dengan tajam, Pak Seisen pun bertanya untuk alasan kenapa Naori menyerang para penjaga dan mengalahkan mereka dengan mudahnya.


"Kenapa kau menyerang penjaga-penjaga itu nak?"


"Mereka menghalangiku"


"Jika ingin keluar setidaknya harus izin denganku sebelum pergi, karena kau sudah melanggar peraturan maka kau harus siap menerima hukumannya nak" ujar pak Seisen.


"Kalau begitu, aku hanya harus mengalahkanmu untuk bisa pergi kan?"


Pak Seisen pun mengumpulkan Magic Power di sekitarnya dan membuat sebuah pelindung yang menyelimuti dirinya, namun sebelum semua Magic Power itu menyelimuti pak Seisen, Naori menghentikan waktu dan berlari ke arah pak Seisen dengan tangannya yang di kuatkan menggunakan Magic Power.


Blam!


Pelindung itu pecah dan Naori memukul pak Seisen dengan keras, waktu pun kembali normal, namun hal aneh terjadi pada pukulan Naori, Pak Seisen sama sekali tidak bergeming dari tempatnya bahkan setelah di pukul oleh Naori.


Ia pun mencengkram tangan Naori dan meninju wajahnya dengan cepat membuat Naori terpental ke belakang dan membuatnya hampir kehilangan kesadaran.


"Nak, katakan yanng sebenarnya apa yang ingin kau lakukan? niat membunuh yang kau pancarkan bisa begitu jelas aku rasakan" tanya pak Seisen.


Lalu Naori meneteskan air matanya dan menggigit bibirnya hingga mengeluarkan darah lalu kembali berdiri dan menatap pak Seisen seraya berkata "Balas dendam ... jadi jangan meenghalangiku pak! karena aku akan membunuh mereka semua!" teriak Naori melampiaskan kemarahannya karena merasa tidak mampu melewati pak Seisen untuk pergi dari fasilitas itu.


Advanced in The Next Chapter~