
Selesainya Pelatihan Naori
Buk! Buk! Buk!
Naori terkena banyak sekali bola yang di tembakkan dari dinding, bola itu bukan bola biasa, melainkan bola Magic, sehingga membuat tubuh Naori yang terkena bola itu sampai terluka.
Buk! Buk! Buk!
Karena cepatnya laju bola, Naori tidak bisa menghindarinya, bahkan bergerak saja sulit karena pergerakan tubuhnya sudah di kontrol oleh tembakan bola yang membuat tubuhnya terpental, dengan banyak tembakan, tubuh Naori terpental kesana-kemari, hal itu membuat Naori kesulitan, tidak ada lagi yang bisa ia lakukan karena jarak antar bola yang di tembakkan begitu sempit, sedangkan ada puluhan bola yang di tembakkan di ruangan itu secara bersamaan, belum lagi ada dua gelombang yang di tembakkan saat gelombang tembakan pertama sedang terpantul di lantai.
Menghadapi puluhan bahkan sampai ratusan bola sekaligus di ruangan yang sempit, Naori tidak bisa bergerak bebas, dan hanya terpental kesana-kemari karena tubuhnya yang sudah tidak kuat lagi menerima serangan dari tembakkan bola Magic di ruangan itu.
Naori mundur, dan langsung terbaring di dekat tangga menuju ke atas, seluruh tubuhnya memar karena serangan bola-bola Magic yang sudah menyerangnya ribuan kali, bahkan mungkin saja puluhan ribu kali karena Naori sudah berada di dalam ruangan dengan Gravitasi bersamaan dengan Voice Ball, hal itu membuat tekanan yang serius pada tubuhnya.
Bahkan tanpa di sadari Naori, sebenarnya notifikasi system terus berbunyi sejak Naori berlatih di dalam sini, karena Alter menyembunyikan notifikasi system dari Naori, seperti permintaan Naori beberapa hari yang lalu karena mengeluh dengan suara notifikasi system yang terus berbunyi, namun karena sekarang Naori bahkan tidak bisa mendengar, hal itu membuatnya tidak menyadarinya.
Ting!
[Statistik Strenght telah meningkat 1 poin]
[Statistik Stamina telah meningkat 1 poin]
[Statistik Defense telah meningkat 1 poin]
[Statistik Hp telah menurun 1 poin]
[Statistik Dexterity telah menurun 1 poin]
....
Semua Notifikasi system itu terus berbunyi bahkan sampai ribuan kali, karena telinga Naori tidak bisa mendengar sekarang, Naori tidak menyadarinya, Statistik HP (Health Point) milik Naori terus menurun karena serangan bola Magic yang selalu mengarah padanya, hal itu bahkan mampu menyebabkan kematian tanpa Naori sadari.
Hingga akhirnya Naori berniat kembali berlatih namun di hentikan Alter.
[Jangan Master!]
[Anda bisa mati]
"Apa maksudmu mati?" tanya Naori dengan heran.
[Sebelum berlatih, setidaknya tolong periksa dulu statistik anda dengan teliti!]
Naori dengan enggan memeriksa statistiknya di system, alangkah terkejutnya, Naori di kejutkan dengan statistik HP nya yang hanya tinggal sedikit sampai angkanya menyentuh angka nol.
Naori terkejut lalu berkata "Instant Heal", Statistik HP, Strenght, dan Intelligencenya beryambah banyak sehingga membuat Naori sedikit lega.
"Sepertinya karena serangan bola Magic, system mengurangi HP ku ya? tapi kenapa semua Statistiku Naik kecuali HP, Dexterity, dan Agility? Hp dan Dexterity bahkan meenurun?"
[Karena anda tidak melatih Daya Tahan, Ketangkasan dan Kecepatan]
[Hal itu membuat ketiga statistik Master tidak naik]
"Bagaimana caraku bergerak cepat jika pergerakanku saja di tahan bola-bola ini?" ucap Naori sembari melihat ruangan Voice Ball yang masih memantulkan bola Magic tanpa berhenti di ruangan itu.
[Jika saja anda mampu menghindari semuanya, anda harusnya bergerak sangat cepat, itu bisa melatih kecepatan]
[Dengan melakukan beberapa gerakan saat menghindar, anda juga bisa melatih Ketangkasan]
"Kelihatannya susah ..." ucap Naori dengan ekspresi ragu dengan saran dari Alter.
"Melakukan beberapa gerakan saat menghindar? menghindar saja aku belum bisa" batin Naori dengan perasaan khawatir.
[Bukankah anda memiliki Evasion Step?]
(Langkah Penghindar)
"Tidak Alter, keterampilanku dalam skill itu belum cukup hebat untuk membantu ku menghindari semuanya" ucap Naori menolak saran Alter.
[Apa maksud anda? anda kan bisa memaksimalkan level skill dalam sekejap]
"Tidak! aku tidak mau boros lagi" ucap Naori menolak lagi.
Ting!
[Skill Evasion Step telah mencapai level maksimal]
"Tu-, Apa yang kau lakukan Alter!" ucap Naori berteriak dan langsung membuka panel systemnya untuk melihat berapa banyak sisa Point stat miliknya.
"A-Apa!? ... kau baru saja menghabiskan 25.000 Point stat!"
[Ini demi kepentingan Master]
"Ka-Kau! ... Naori mengepalkan tangannya dengan perasaan marah, ia sedikit kesal dengan perbuatan Alter yang menghabiskan begitu banyak Point stat hanya demi memaksimalkan skill Langkah Penghindar.
"Hahh ... sudahlah, aku sedikit lelah" ucap Naori menghela nafas dan mengurungkan niatnya untuk berlatih dengan duduk sambil melihat ratusan bola yang terpantul secara bersamaan.
[Anda bia menggunakan Evasion Step di tambahkan dengan Perception, akan bagus lagi jika anda menggunakan Reflex saat sedang menghindar]
[Kecepatan kaki, Percepatan pikiran, lalu Pergerakan tubuh yang cepat, saya sakin anda pasti bisa menghindari semuanya tanpa masalah]
[Tentu saja dengan level skill yang lebih tinggi]
Ting!
[Skill Perception telah mencapai level maksimal]
"Alter, ... sebenarnya kau ini ingin membantuku atau membuatku semakin sengsara?" tanya Naori dengan menundukkan kepalanya mengabaikan Alter yang meningkatkan level skillnya tanpa izin darinya.
[Tentu saja membantu Master]
[Sekarang Master bisa mencobanya, setelah meningkatkan semua statistik Master dengan berlatih, saya yakin anda akan mendapat keuntungan besar]
Naori melihat ke arah dimana banyak bola terpantul secara bersamaan sembari berkata "Perception!"
Seketika, semuanya bergerak sangat lambat, bahkan gerakannya sama seperti saat Naori melambatkan waktu, Naori sangat terkejut dengan hal itu, ia langsung bangun, namun gerakan tubuhnya ikut melambat, sama seperti bola-bola Magic yang bergerak lambat di depannya.
Naori sedikit bingung, pikirannya berpikir seperti biasa, namun tubuhnya tidak bisa mengikuti kecepatan berpikirnya.
[Sekarang anda paham? lihatlah notifikasi system!]
Ting!
....
"Kenapa Statistik Intelligenceku naik sangat pesat?" tanya Naori kembali terkejut setelah melihat statistik Intelligencenya yang terus meningkat di bandingkan dengan statistik yang lain.
[Itu karena kekuatan percepatan pikiran anda melebihi kekuatan yang anda miliki saat ini]
[Intelligence anda biasa saja untuk seseorang yang memiliki kekuatan Transcendent Rank]
[Namun saat ini, Percepatan pikiran anda melebihi kekuatan yang seharusnya anda miliki, karena itulah system Dimensi (System Pelayanan Pasif) meningkatkan Statistik Intelligence anda menyesuaikan kekuatan Percepatan pikiran milik anda]
Naori menundukkan kepalanya setelah mendengar penjelasan Alter dan mencoba memahaminya lalu berkata :Berapa banyak yang aku habiskan untuk membuat Perception sampai ke level malsimal?"
[20.000 Point Stat]
[Satu hal lagi Master, saya menggunakan Domain Training untuk memaksimalkan efek latihan anda dan menghabiskan 10.000 Point stat]
[Sekarang anda memiliki -22.000 Point stat]
"Sepertinya setelah menyelesaikan pelatihan ini, aku harus pergi ke dalam Gate untuk membayar hutangku" ucap Naori dengan ekspresi kesal lalu langsung bergerak di tengah-tengah ruangan itu seraya berkata "Reflex"
Saat sampai di tengah-tengah, Naori langsung berkata "Evasion step" dan membuat tubuhnya bergerak menghindari serangan bola-bola Magic secara alami, ia sendiri sedikit terkejut, Naori merasa bahwa tubuhnya seperti telah berlatih semalam bertahun-tahun dalam menghindari bola-bola Magic yang mengarah padanya.
Ting!
[Statistik Strenght telah meningkat 2 poin]
[Statistik Stamina telah meningkat 2 poin]
[Statistik Intelligence telah meningkat 2 poin]
[Statistik Agility telah meningkat 2 poin]
[Statistik Dexterity telah meningkat 2 poin]
[Statistik Strenght telah meningkat 3 poin]
....
Notifikasi system tentang Statistik HP dan Defense tidak muncul lagi, karena Naori saat ini bahkan tidak terkena tembakan bola Magic sekalipun, ia menghindari bola-bola Magic itu tanpa menunjukkan ekspresi kesulitan karena gerakannya yang begitu cepat, bahkan Naori mampu menghindari bola Magic dengan melakukan beberapa gerakan dengan tujuan melatih Ketangkasannya.
Naori terus berlatih hingga beberapa hari, sampai akhirnya notifikasi system tidak menunjukkan peningkatan statistik.
"Hahh ... hahh ... hahh ... aku lelah, padahal aku memiliki Statistik Stamina tak terbatas di dunia ini" gumam Naori sembari menyeka dagunya karena di penuhi keringat yang menetes.
[Tentu saja anda lelah, anda sudah berlatih selama beberapa hari tanpa beristirahat]
"Jadi menurutmu ... apakah aku sudah siap Alter?"
[Anda lebih siap dari sebelumnya Master]
[Ruangan ini sudah tidak berguna lagi untuk anda, dan waktunya telah tiba, sudah saatnya anda keluar dari tempat ini dan pergi ke tempat yang lebih besar lagi]
"Kau benar Alter, tubuhku saat ini sudah benar-benar berubah" ucap Naori melihat bentuk perutnya yang di penuhi dengan otot serta lengannya yang bertambah besar dan otot kakinya yang terlihat sangat jelas.
"Sebulan sudah berlalu, aku akan segera kembali ke Distrik 17 untuk mengambil kembali harga diriku yang sudah di injak-injak olehnya" ucap Naori dengan ekspresi datar sembari berjalan setelah mematikan Gravitasi, Suara berdengung, dan tembakan bola Magic dengan menekan tombol merah yang ada di dekat pintu masuk menuju ke arah tangga.
Naori pun menaiki tangga, ia berjalan perlahan karena masih merasa lelah, ia bahkan tidak sadar kalau bajunya tertinggal di ruangan itu, jadi saat ini Naori bertelanjang dada naik ke atas permukaan dengan tubuhnya yang di penuhi keringat.
Setelah sampai ke atas, Naori berjalan ke arah kantin, di sepanjang perjalanan, Naori melihat orang-orang yang menyingkir dari jalannya karena melihatnya.
Keberadaan Naori sekarang berbeda, dari beberapa hari yang lalu sebagai pembuat masalah, sekarang berubah menjadi seorang monster yang berjalan di lorong gedung itu.
Tanpa melihat kekuatan Naori, mereka semua bahkan sudah tau, kalau keberadaan Naori sudah mampu membuat semua yang ada di tempat itu mati dalam sekejap.
Sesampainya di kantin, semua orang sudah melihat ke arah pintu masuk melihat Naori yang bertelanjang dada masuk ke dalam kantin, Naori mengabaikan hal itu dan dan berkata di dalam hatinya "Alter! aku butuh baju"
[Set Pakaian Dark Crow telah di pakai]
[Tadi itu memalukan Master]
"Siapa yang peduli? aku lebih memilih menguji kekuatanku daripada harus memikirkan rasa malu yang aku alami barusan" batin Naori menjawab perkataan Alter.
"Kalian semua! ... lawan aku!" tantang Naori kepada semua yang ada di kantin.
Naori menantang semua orang yang ada di sana dengan berani tanpa melihat kekkuatan orang-orang yang di tantang olehnya.
"Bocah ini lagi ..." ucap seseorang yang geram dengan provokasi Naori barusan sembari menghancurkan sumpit yang ia gunakan untuk makan.
Naori pergi, ia berniat berjalan ke lapangan untuk menunggu orang-orang itu, namun perempuan berambut kuning yang ia temui saat berada di ruangan pengukur Magic power tiba-tiba menyerang Naori.
Dengan cepat Naori menghindar lalu memutarkan tubuhnya untuk menendang perempuan itu hingga tubuhnya terpental dan menghancurkan salah satu meja makan karena perempuan itu terpental kesana.
Seketika semua orang berdiri dan menatap Naori dengan tatapan membunuh sambil berkata "Bocah ini memukul Dewi kita"
"Dia harus di beri pelajaran"
"Dasar bocah pembuat onar"
"Kami akan menghabisimu!"
"Pfft ..." Naori menahan tawanya lalu berkata dengan raut wajah menakutkan, "Coba saja!" ucap Naori dengan sangat percaya diri pada kekuatannya yang sekarang ia miliki.
Advanced In the Next Chapter~
...Statistik Kekuatan Naori...
...[HP: 27.926] [MP: 101.500]...
...[Defense: 23.188] [Strength: 508.267]...
...[Agility: 323.603] [Intelligence: 754.008]...
...[Stamina: Unlimited] [Dexterity: 267.110]...
...[Luck: Unlimited] [Soul Power: 87.390/100.000]...