
Memory Vision
Hhaaa!
Naori maju lalu melompat dengan mempersiapkan pedangnya untuk menyerang, Waktu berhenti sesaat, Naori menebas salah seorang dari mereka bertiga dan membuat waktu kembali normal.
Slash!
"Uakh!" orang itu berteriak dengan dadanya yang tertebas, darahnya bercucuran keluar, orang itu terjatuh tidak berdaya setelah mendapat tebasan dari Naori, Zygritte bersiap menyerang orang itu namun di halangi temannya.
Clang*
Suara dari tombak terdengar nyaring karena berbenturan dengan tangan Zygritte, salah satu orang yang lainnya menghalangi Zygritte untuk menyerang orang yang tertebas Naori, tanpa jeda Zyglitte pun berada di belakang orang itu dan menyerangnya, namun orang ketiga menghadangnya dan menahan serangan Zyglitte.
Naori yang melihat pertempuran itu sudah seimbang tanpa dirinya langsung maju dan mengacau keseimbangan itu dengan menyerang ke depan, ia melompat lagi dan bersiap menyerang, namun orang yang menahan serangan Zyglitte langsung mengeluarkan serangan besar yang membuat Zyglitte hancur dengan menggunakan banyak sekali Magic Power
Blar!
Orang itu mengeluarkan gelombang Magic Power dari tangannya dan menembak Zyglitee, Naori menyadari hal itu dan tetap melanjutkan serangannya, selesai menghancurkan Zyglitte orang itu langsung mempersiapkan belatinya dan menunggu Naori mendekat ke arahnya.
Waktu kembali terhenti, Naori mendarat dan langsung menebas tubuh orang itu, selesai menebas ia langsung berlari membelakanginya dan berniat menyerang salah seorang yang menahan serangan Zygritte, Naori yang tadinya berlari berusaha berhenti dengan menggunakan kakinya sebagai rem sehingga menghasilkan suara Sreett* lalu menebas orang itu hingga menjadi dua bagian, waktu kembali normal, dua orang yang di tebas Naori terkejut dan menyadari tubuh mereka telah tertebas dan menjadi dua bagian.
Tiga orang telah mati, hanya tersisa satu orang yang tertebas oleh Naori di awal, Naori pun berjalan mendekat di ikuti Zyglitte yang sudah pulih kembali, Zygritte yang tadinya berada di situ pun mencengkram kepala orang itu dan membuatnya tunduk di hadapan Naori.
Orang itu menunjukkan perasaan takut, Naori mengarahkan pedangnya pada orang itu tepat di bahunya hingga membuat orang itu gemetaran bersamaan dengan matanya yang mengarah pada pedang Naori.
"Dimana Jvalri dan yang lainnya? terutama Ai" tanya Naori kepada orang itu.
"Me-me-mereka mati ... na-namun sa-salah satu ... a-anak perem- ... puan ma-masih hi-hi-hi-hidup" ucap orang itu tergagap-gagap karena tubuhnya yang gemetaran di hadapan Naori.
"Apa anak itu memiliki rambut Putih?"
"I-i-iya" jawab orang itu singkat.
"Alya!"
"Dimana dia sekarang?"
Orang itu diam sesaat setelah Naori menanyakan itu dengan tubuhnya yang sudah berhenti dari gemetaran, Naori waspada dia mundur satu langkah sembari melihat orang itu dengan tatapan tajam.
Lalu orang itu bangun dan berteriak "Demi Kemenangan Para Dewa!" lalu menggigit lidahnya sendiri dan mengeluarkan banyak darah dari mulutnya, Magic powernya meluap-luap keluar dari tubuhnya dan bergerak dengan sangat cepat, Naori yang menyadari hal itu mundur dengan cepat seraya berkata "Gawat!"
Duar!
Tubuh orang itu meledak dan membuat Naori terpental sangat jauh hingga akhirnya menabrak tembok sampai hancur.
"Blerg"
Naori memuntahkan darah dari mulut dan hidungnya, darahnya keluar lumayan banyak dengan kesadarannya yang masih terjaga, ia pun menyeka darah yang keluar dari mulutnya dan hidungnya lalu berdiri lagi dengan berkata "Gila, orang itu tega membunuh dirinya sendiri hanya demi menyembunyikan keberadaan Alya dariku!"
"Instant Heal!"
Naori menyembuhkan lukanya lalu berbalik dan melihat tiga orang yang terkapar dengan tubuhnya yang terbelah menjadi dua, Naori mendekat lalu berjongkok, ia menatap jubah dari orang itu dan memegang lambang yang ada di jubah itu, "Murder" gumam Naori.
Lalu Naori kembali berdiri dan membuka panel system dengan menekan tombol shop dan Skill untuk mencari sebuah Skill dari System, Alter yang tidak bisa menebak pikiran Naori pun bertanya.
[Apa yang anda cari Master?]
Klik
Naori menekan tombol sebuah Skill dan membelinya.
[Skill telah di tambahkan ke daftar Skill]
[Master jangan-jangan anda ...]
Naori memegang tubuh salah seorang dari tiga orang itu dengan berkata "Memory Vision" ( Penglihatan Ingatan )
Seketika ingatan yang begitu banyak mengalir di dalam kepala Naori dan membuatnya meneteskan air matanya seketika setelah menggunakan Skill itu, ia berteriak "Aarrgh" karena kesakitan karena melihat sosok hitam yang di sembah oleh para anggota Murder di ingatan itu.
Sosok hitam itu menatap Naori dengan tatapan tajam dan mendekat padanya, Naori melayang karena lehernya di cengkram hingga akhirnya meronta-ronta untuk melepaskan cengkramannya, sosok hitam itu tersenyum lalu berkata "Beraninya bocah sepertimu melihatku!"
"Aaarrggh"
Kembali ke kenyataan, Naori terjatuh dengan rasa sakit yang menyelimuti tubuhnya, banyak sekali ingatan mengalir di dalam dirinya, ia memegang kepalanya yang begitu sakit lalu menunduk dengan air matanya yang mengalir deras menetes dari wajahnya.
[Master! apa anda baik-baik saja?]
Naori tidak menjawab, kepalanya masih sakit setelah menggunakan Skill itu karena sosok makhluk hitam yang ia lihat, beberapa saat kemudian Naori bangkit dengan menyeka air matanya yang keluar, tidak lupa juga ia mengusap ingus yang keluar dari hidungnya dengan raut wajah murung.
Ia pun berdiri secara perlahan dan menjawab pertanyaan Alter yang barusan dengan berkata "Aku baik-baik saja Alter"
Naori mulai berjalan dengan tubuhnya yang lemas setelah melihat banyak sekali ingatan sekaligus di otaknya, Naori kemudian menyimpan pedangnya dan mengambil beberapa senjata seperti tombak, belati, dan pedang dari empat orang Transcendent Rank yang telah Naori bunuh di Inventory.
"Alter, beri aku ramuan penyembuhan! kalau bisa untuk menyembuhkan pikiranku yang lelah" ucap Naori sembari membuka-buka panel Systemnya dan melihat kondisinya.
"Apa ini? Statistik INT ku berkurang banyak sekali!?" ucap Naori terkejut melihat Statistik INT nya yang berada pada angka 13.925/100.000.
Ting!
[ Mind Potion telah di beli]
Sebuah wadah kecil tiba-tiba muncul di tangan Naori, wadah kecil itu berisi air berwarna hijau muda, tanpa tagu Naori langsung meminumnya dalam sekali tegukan seraya berkata "Terima kasih Alter"
Glek*
Pikiran Naori mulai pulih, ia membuka matanya lebar-lebar dan memegang kepalanya dengan rasa sakitnya yang sudah mulai mereda.
"Fiuh~" Naori membuang nafasnya lalu duduk bersila dengan memejamkan matanya di antara empat mayat yang mengelilinginya, melihat Hal itu Alter begitu penasaran, apa yang membuat Naori begitu kesakitan setelah melihat ingatan dari salah satu orang yang tergeletak di sana hingga akhirnya ia pun bertanya.
[Apa yang sebenarnya anda lihat di dalam ingatan orang itu Master?]
Naori terkejut dengvn tubuhnya yang mulai gemetaran, ia pun mengingat ingatan yang baru saja ia lihat dengan begitu jelas, "Sosok itu, Kekuatan itu, Magic Power yang begitu besar, itukah ... sosok Konstelasi!?"
To be Contiuned*