Magic Blessing In Another World

Magic Blessing In Another World
Chapter OVA 1.8



Penyergapan Pasukan Iblis!


Di bawah pohon itu, Naori memakan buah apel yang di berikan Temuo padanya dan Temuo yang menyiapkan api untuk membakar ular yang menyerang mereka.


Naori menyeka mulutnya karena sudah selesai memakan apel dan membuang bagian apel yang tidak bisa di makan lalu berdiri dan mengumpulkan Magic Power di bawah kakinya.


Magic Power itu menyebar dan Naori berkata "Deteksi" lalu mulai memejamkan matanya untuk melihat keadaan sekitar.


Terlihat dari arah angin berhembus, pergerakan dari seekor kelinci terdeteksi oleh Naori dan membuat Naori membuka matanya.


Reflex


Naori tiba-tiba ada di atas kelinci itu dengan tangannya yang akan menangkap kelinci itu, namun dengan instingnya kelinci itu langsung menghindari tangan Naori dan melompat pergi dengan cepat.


Naori yang tidak bisa menghentikan pergerakannya terpaksa tersungkur dan berguling-guling di tanah untuk menghentikan hempasan dari Skill Reflex Arc.


"Ugh* ... Kelinci itu punya Magic Power!"


[Bukan Master, tapi Mana]


"Apa bedanya?" ucap Naori yang kemudian bangun dan menyembuhkan lukanya lalu mengejar kelinci itu.


Reflex


Naori kembali terhempas dan langsung berada di atas kelinci itu lagi, namun Naori hanya mampu menyentuhnya.


Naori berputar di udara untuk mengendalikan tubuhnya yang terhempas lalu berhasil mendarat dengan aman dan kembali berlari.


Namun kelinci itu masuk ke dalam lubang tanah dan bersembunyi.


Naori yang merasa kesal karena tidak bisa menangkap kelinci itu menggunakan Skill Earthquake dan membuat gempa bumi kecil yang mengguncang daerah itu.


Temuo yang merasakan adanya getaran langsung berdiri dan melihat Naori dari kejauhan sembari memanggang ular yang sudah di tusuk seperti sate.


"Keluar!" sesaat setelah Naori mengatakan itu, lubang yang di masuki kelinci itu malah runtuh, membuat raut wajah Naori merasa bersalah karena membuat kelinci itu mati di dalam tanah.


"Hiek!"


Naori langsung menghentikan Skill Eartquakemya dan mulai berjongkok untuk mengais tanah di lubang yang tertutup itu.


"Kenapa malah hancur?"


Naori mengais-ngais tanah itu hingga tangannya kotor, namun tanah di daerah itu kembali bergetar yang membuat Naori terkejut.


"Apa yang terjadi? aku tidak menggunakan Skill!" ujar Naori yang berdiri dan mulai mundur ke belakang.


Terlihat tanah dari lubang yang di masuki kelinci itu mulai tumbuh dan bertambah tinggi membentuk benjolan.


"Ggraaa!"


Kelinci dengan bulu putih yang kotor dengan tanah muncul dari bawah tanah dengan ukuran tubuh yang sangat besar dan mulai menatap Naori dengan tatapan membunuh.


"A-apa!? ..."


Naori terkejut dan mulai berjalan mundur perlahan, Kelinci itu melihat Naori menjauh melompat dan mencoba menginjak Naori dengan kakinya yang besar.


Evasion Step


Naori melangkah ke samping dan ke belakang untuk menghindari serangan kaki kelinci itu.


"Apa-apaan kelinci besar itu?" Naori berlari dan mendekati Temuo yang ada di bawah pohon.


"Ggraaa!"


Kelinci itu melompat lagi dan menyerang Naori dengan tangannya yang di penuhi cakar yang tajam, Naori yang merasa terancam terpaksa melompat kemudian berputar di udara untuk menghindari serangan kelinci itu.


Magic Missile


Saat berputar di udara Naori menembakkan Magic Missile dari tangannya dan membuat kepala kelinci itu hancur.


Tubuh kelinci itu jatuh di depan Naori dan mengeluarkan banyak darah, Naori yang melihatnya dengan tatapan lega mulai mengelus dadanya.


"Fiuh~"


"Kerja bagus Naori" ucap Temuo yang berjalan di belakang Naori dan mulai mendekatinya.


"Kita bisa memakan daging kelinci ini untuk makan malam nanti" ujar Temuo sembari menyentuh tubuh kelinci itu dan mengeluarkan sebuah pisau.


"Kak, kapan kita akan sampai ke garis depan pertempuran?"


"Mungkin besok, istirahatlah malam ini! besok kita akan langsung ke sana membantu prajurit kerajaan untuk melawan Demon King"


"Baiklah"


Naori dan Temuo mulai memotong daging kelinci itu dan menyimpannya untuk beberapa hari ke depan, namun karena bau darah yang menyebar beberapa predator seperti harimau dan singa mendekati Naori dan Temuo yang sedang memotong daging kelinci itu menjadi kecil-kecil.


Naori mengeluarkan tatapan membunuh untuk menakuti para hewan-hewan yang mencium bau darah dari tubuh kelinci itu.


"Sudah Naori, kita akan menyisakan beberapa organ dalamnya untuk para hewan yang sedang mengincar kita" ujar Temuo yang mulai berjalan pergi dan membawa bungkusan kain putih yang berisi daging.


"Hhmmm" Naori mengangguk dan mengikuti Temuo pergi.


Malam hari tiba dan mereka berdua beristirahat di sebuah tanah di daerah terbuka di hutan itu, Naori mengumpulkan kayu bakar lalu membakarnya dengan api yang keluar dari tangannya.


Sedangkan Temuo yang mempersiapkan daging itu dengan menaburkan sedikit garam ke daging itu dan menusuknya agar menjadi sate mulai membakarnya di api yang di buat oleh Naori


Selesai membakar daging itu mereka pun memakannya dan mulai bersiap untuk tidur di tempat itu.


Namun suara burung mulai berkicau dan berterbangan ke sana ke mari seperti ada sesuatu berbahaya yang membuat mereka terancam.


"Ada apa dengan burung-burung itu?" gumam Temuo dengan raut wajah heran.


Karena penasaran Temuo berdiri dan berkata "Scan" untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dengan burung-burung itu.


Naori yang juga penasaran dengan apa yang terjadi mengumpulkan Magic Power di kakinya dan mulai menyebarkannya ke seluruh hutan seraya berkata "Deteksi" dan memejamkan matanya.


"Kau juga melihatnya kan Naori?"


"Iya kak, itu ..."


"Iblis!" ucap Naori dan Temuo bersamaan dan mulai menoleh melihat satu sama lain dengan ekspresi terkejut.


"Kenapa iblis ada di sini!?"


"Aku tau, kemungkinan pasukan iblis ini ingin menerobos negeri Suzaku dan Kohaku lalu memisahkannya agar keduanya tidak menggabungkan kekuatannya di garis depan dan memisahkan kekuatan mereka agar melemah" ujar Temuo menjelaskan.


"Gawat, bukankah lita harus menghentikan mereka kak?"


"Yaa~ bersiaplah Naori! kita akan segera menghadang ribuan pasukan mulai saat ini" ujar Temuo.


Lalu Naori berkata "Pakai Set Dark Crow" dan mengeluarkan perisai serta pedangnya.


"Aku akan duluan Naori" ucap Temuo yang tubuhnya menjadi tembus pandang dan mulai terbang ke arah kerumunan para iblis.


"Kalau begitu aku akan menghadang di depan untuk menutup jalan mereka" ucap Naori yang kemudian berlari ke arah hutan di mana iblis-iblis itu akan lewat.


... Tidak lama kemudian terlihat pasuka iblis akan melewati sebuah lembah yang ada di hutan itu.


"Apa mereka akan memasuki lembah? kalau begitu lebih baik aku mencari tempat yang tinggi" guman Naori yang berbelok arah dan berlari menuju daratan tinggi.


Sesampainya di atas lembah, Naori melihat banyak sekali tembakan yang di lancarkan oleh Temuo dari atas pasukan Iblis yang membuat pasukan iblis mencoba menyerang Temuo dengan melemparkan tombak.


Namun karena Temuo yang menggunakan Ghost Mode, tombak itu menembus tubuhnya.


Rampage!


Temuo mengucapkan sebuah nama skill, seketika pistol Revolver miliknya mengeluarkan banyak tembakan dan menyerang pasukan iblis dengan membabi-buta.


Naori yang melihat dari atas lembah mulai mengeluarkan Busurnya dan berkata "Aku juga tidak akan kalah"


Naori menembakkan sebuah anak panah dan berkata "Clone Arrow" yang membuat satu anak panah itu menjadi puluhan dan menghujani pasukan iblis.


To be Contiuned*