Magic Blessing In Another World

Magic Blessing In Another World
Chapter 114



Sedikit peringatan! di bawah cerita pada Chapter ini terdapat sebuah narasi satu paragraf dengan adegan Gore*


( Gore adalah sebuah adegan yang menampilkan hal-hal berbau kekerasan)


Penyelamatan Alya


Di sebuah kota yang runtuh di sekitar perbatasan antara wilayah Easteria dan Northen, Naori melihat-lihat kondisi kota dari atas gedung tinggi yang telah rusak, kondisi kota itu terlihat seperti reruntuhan.


"Entah kenapa hari ini aku mengunjungi tempat seperti reruntuhan tiga kali" ucap Naori dengan ekspresi heran.


"Alter, pakai set pakaian Dark Crow"


[Baik Master]


Wush!


Jubah Naori berkibar karena terkena hempasan angin yang kuat di atas gedung, lalu ia pun berjalan ke samping atap gedung dan menatap ke bawah dengan tatapan tajam seraya mengeluarkan sebuah cahaya hijau dari tangannya dan mengendalikan cahaya hijau itu ke sebuah tempat yang Naori tatap.


Tempat itu adalah sebuah tutup pintu dari ruang bawah tanah yang terlihat dari permukaan, kondisi logam besi bundar itu berkarat dengan begitu banyak lumut yamg menyelimutinya sehingga membuat orang percaya tidak ada yang pernah membuka pintu berbentuk bundar itu, namun Naori berbeda, ia tau bahwa tempat yang tertutup pintu bundar itu adalah suatu tempat di mana rahasia yang begitu dalam berada di tempat dari balik pintu bundar itu.


Cahaya hijau itu menyelip di antara lubang kecil di pintu itu karena sudah rusak jadi banyak celah-celah yang bisa di masuki cahaya hijau itu dengan leluasa.


Cahaya hijau itu mulai redup di tempat yang begitu gelap di bawah tanah, cahaya hijau itu bergerak secara perlahan menelusuri tempat itu, di atas atap gedung Naori menggertakkan giginya dengan berkata "Tunggu aku Alya!"


<--Di tempat Fasilitas bawah tanah setelah Naori melihat sosok hitam yang ia sebut sebagai Konstelasi-->


Naori dia sejenak, ia pun kembali berdiri dan mencoba menenangkan pikirannya, ia khawatir, "bagaimana caranya Konstelasi itu melihatku? padahal ini adalah ingatan!"


Naori terus berpikir, ia kembali teringat dengan Konstelasi penyusup system yang namanya di sensor, bahkan system pun tidak dapat melihat namanya, "Alter, apa kau bisa melihat nama dari Konstelasi yang menyusup di System Dimensi waktu itu?"


[Maaf Master, tapi saat penyusup itu merasuki system, saya di singkirkan dari kendali System Dimensi sesaat]


[Setelah kembali, penyusup itu sudah pergi meninggalkan beberapa Point stat serta Energy Dimensional yang begitu banyak]


Naori menopang dagu dengan tangannya seraya berkata "Begitu ya" sembari berpikir.


Lalu Naori mulai menunjukkan ekspresi seriusnya dan berjalan keluar dari fasilitas itu menuju ke permukaan, di permukaan Naori memanjat untuk sampai ke atas dan akhirnya setepah sampai di atas ia pun menyeka keringat yang menetes di wajahnya karena hawa panas yang terbentuk di dalam fasilitas setelah semua teknologi di dalam sana hilang.


Naori mendongak ke arah utara dan menatap tajam langit-langit yang mulai mendung di wilayah utara seraya berkata "Aku akan menyelamatkanmu, Alya!"


<--Kembali ke keadaan sekarang-->


Di bawah tanah, cahaya hijau itu melihat dua sosok manusia yang memakai jubah seperti empat orang Transcendent Rank yang Naori bunuh di fasilitas bawah tanah, ia pun semakin yakin bahwa Alya benar-benar berada di dalam tempat itu setelah melihat ingatan dari salah satu orang yang ia bunuh, cahaya hijau itu pun bergerak perlahan menyelinap di belakang dua manusia yang berjaga di sana.


"Zyritte: Berubah!" perintah Naori dari kejauhan di atap gedung.


Cahaya hijau itu berubah menjadi Soul Knight: Zygritte dan langsung menyerang kedua orang itu dengan tangannya yang sangat tajam sehingga dada dari kedua orang itu tertembus oleh tangannya, Zygritte mengambil jantung dari kedua orang itu seperti yang pernah Naori lakukan.


Naori terkejut, soalnya dia menyadari kalau Zygritte bergerak dengan sendirinya meniru serangan yang pernah ia lakukan saat mengambil jantung seseorang.


Ting!


Suara notifikasi system pun berbunyi, Naori mengabaikannya, ia lebih memilih mengamati Zygritte daripada harus melihat notifikasi system, di bawah tanah Zygritte menghancurkan kedua jantung itu secara bersamaan hingga darah yang ada di dalam kedua jantung itu menyebar bersamaan dengan bunyi Pyar!.


Setelah selesai Zygritte pun kembali ke wujud cahaya dan mulai bergerak dengan sendirinya tanpa di kendalikan Naori untuk menyelusuri tempat itu, sedangkan di atas gedung, Naori tertarik melihat notifikasi system yang baru saja ia dapatkan.


[Skill Soul Knight telah meningkat]


[Deskripsi Skill]


[Soul knight adalah sebuah skill spesial milik sang Konstelasi Necromancer The Spirit Emperor, Skill yang muncul hanya dengan menggabungkan beberapa Skill berjenis Soul dengan Statistik Soul Power, Skill ini mampu membuat penggunanya memanggil Jiwa yang tersimpan di dalam Statistik Soul Power dengan wujud yang sama dengan tubuh aslinya namun dengan tubuh yang mirip dengan Soul Body, jiwa yang di panggil akan di berkati dengan kemampuan menyentuh sehingga jiwa yang terpanggil mampu di gunakan untuk menyerang musuh]


[Kondisi terbuka]


[Level 1: Memanggil Jiwa yang tersimpan di dalam Soul Power]


[Level 2: Jiwa yang terpanggil akan terhubung dengan keterampilan pengguna]


[Level ?: ?]


....


[MP Cost ( saat memanggil Soul Knight ): 1MP]


[MP Cost ( saat memanggil Soul Knight yang hancur ): 10MP/ detik]


[Skill Type: Growth (berkembang)]


Melihat Deskripsi Skillnya yang semakin banyak Naori mulai membacanya dan bergumam "Necromancer The Spirit Emperor? ... deskripsi Skillnya menjadi semakin banyak, dan sepertinya aku tau kenapa Zygritte bisa meniru gerakanku" ucap Naori menyipitkan matanya dan tersenyum jahat.


Di bawah tanah, Zygritte terus bergerak sangat lama hingga di sepanjang perjalanannya yang menyusup melewati banyak orang yang memakai jubah yang sama di tempat itu, hingga akhirnya ia pun sampai di sebuah tempat di mana pintu yang begitu besar terpasang di dinding itu, Zygritte mencoba masuk dengan menyelinap melalui celah yang ada di bawah pintu.


Di balik pintu yang begitu besar itu, di dalam penglihatan Zygritte yang Naori lihat di mata kirinya yang berubah menjadi berwarna hijau, Ruangan itu sangat luas dengan sebuah panggung yang di atasnya terdapat sebuah Altar pengorbanan dengan darah yang mengalir di atasnya, Keadaan ruangan itu begitu mengerikan sehingga membuat Naori hampir memuntahkan makanan yang ada di dalam isi perutnya.


"Hah ... Hah ... Hah ..." Nafas Naori berantakan, ia melihat ruangan yang di masuki Zygritte dengan matanya yang terbuka lebar, soalnya dia melihat sendiri mayat dari Flami terbaring di atas Altar itu dengan kondisi terpotong-potong, kepalanya terpisah, tangannya di potong hingga beberapa bagian dan semua organ dalamnya hilang, hanya tersisa beberapa bagian dari tubuhnya di Altar itu hingga membuat Naori yang melihatnya gemetaran dan menggigit bibirnya dengan air mata yang mengalir.


Zygritte kembali bergerak untuk berpaling dari pandangan Altar itu dan melihat sebuah kurungan di belakang panggung yang mengurung Alya yang terbaring lemas dengan kondisi tubuhnya yang mengenaskan.


Di atas gedung Naori langsung berteriak "Alya!" dan mengendalikan Zygritte untuk segera membebaskan Alya dari kurungan itu dan membawanya, Naori berkata "Teleportasi" dan membuat Zygritte serta Alya yang ada di pelukan Zygritte berpindah tempat secara instant di belakang Naori yang ada di atas gedung.


Naori yang masih meneteskan air matanya melepaskan gigitan di bibirnya dan berkata "Murder, akan aku ingat perbuatan kalian!"


Advanced in The Next Chapter~