
Pelatihan Naori: Teknik Pemadatan
Di hari berikutnya setelah Naori melawan Chloe, Naori berlatih di dasar laut bersama Chloe di tempat Naori menemukan Rumput Laut Magis, Naori menunjukkan tempat itu kepada Chloe karena tempat itu di penuhi dengan Magic Power yang begitu melimpah, setelah melihatnya Chloe pun setuju, ia melatih Naori di tempat itu dengan melatih Naori memadatkan Magic Powernya.
"Ya~ latihan kali ini adalah latihan Pemadatan, latihan ini akan membuatmu menjadi lebih baik dalam mengendalikan Magic power" ucap Chloe menjelaskan.
Naori menutup matanya, ia duduk bersila di sebuah batu yang di kelilingi Terumbu karang dan Rumput Laut Magis, Naori memadatkan Magic powernya seperti yang Chloe suruh, Naori membuat sebuah bola dengan Magic power dengan jumlah Magic power yang melimpah, Naori mempertahankan bola Magic dan terus mengisinya dengan Magic power, selama seharian penuh Naori terus memadatkan Magic power hingga Naori membuat banyak bola dengan jumlah Magic power yang tidak terkira, Chloe yang melihat Naori memadatkan Magic power seharian merasa tetkejut dan heran, "Bagaimana bisa anak ini tidak kehabisan Magic power!?" batin Chloe.
"Huff ..." Naori menghela nafasnya di dalam air itu hingga banyak gelembung udara keluar dari mulutnya, Naori membuka matanya perlahan, ia mendongak sedikit ke atas lalu menggerakkan bola matanya dari kiri ke kanan, Chloe penasaran apa yang Naori lihat, sebenarnya ia tau kalau Naori menyembunyikan sesuatu, namun Chloe tidak mau mencari tau hal itu dengan bertanya, karena itulah ia diam saja dan menunggu Naori menyelesaikan apa yang ia lihat.
Ting!
[Skill Magic Power Condensed telah mencapai level maksimal] (Pengentalan Magic Power)
"Kak ... aku sudah selesai berlatih pemadatan Magic power" ucap Naori menggerakkan bola matanya menatap Chloe, Chloe melihat mata Naori yang serius, ia tidak meragukan perkataan Naori lagi mengingat kemarin saat Naori selesai mengalahkan dirinya, ia meminta Naori mnunjukkan tubuh ikan paus yang Naori bunuh, Naori benar-benar tidak berbohong dan menunjukkan tubuh ikan paus yang sudah mati, karena itulah sekarang Chloe percaya, mata Naori yang sekarang benar-benar telah berubah menjadi lebih tajam dari sebelumnya.
"Tunjukkan padaku!"
"Baik kak" ucap Naori kemudian menunduk sedikit dan melihat tangannya, tangan Naori seperti mencengkram sesuatu lalu memunculkan Magic power membentuk bola, Naori terus mengisinya dengan jumlah Magic power yang banyak, beberapa saat setelahnya Naori memberikan bola yang terbuat dari Magic power itu kepada Chloe seraya berkata "ini kak"
Chloe memgambil bola Magic lalu memainkan bola Magic power itu dengan menggenggam bola itu dengan kuat.
....
Chloe mengenggam bola itu sampai seluruh tangannya gemetaran, Magic power pun melapisi tangannya dan membuat genggaman Chloe semakin kuat hingga bola itu hancur.
Pyar!
Sebuah aliran udara Magic power yang tipis keluar dari tangan Chloe dan mulai menyebar lalu menghilang, raut wajah Chloe sedikit ragu dengan hal itu, ia tidak menyangka Naori mampu memadatkan Magic power hingga tingkat yang begitu kental, bukan hanya mengental, bahkan Magic power Naori sangat keras dengan teksturnya yang kental.
Chloe mengepal-ngepalkan tangannya karena masih ragu dengan kekuatan bola Magic yang Naori buat dengan teknik pemadatan, Naori sedikit memiringkan kepalanya karena bingung dengan tangan Chloe, lalu ia pun berdiri dan berkata "Kak, jadi latihan seperti apa selanjutnya?"
"Latihan selanjutnya ya? siapa bilang aku sudah mengakui bola Magic powermu yang masih kental tadi?" ucap Chloe dengan raut wajah mengerikan.
"Eehh? tapi ..." ucapan Naori terpotong karena Chloe menghentikan perkataan Naori dengan menyela "Cukup! latih lagi! sampai aku tidak bisa menghancurkan bola Magic powermu!"
"Baiklah kak" ucap Naori menurut dengan perkataan Chloe dan kembali duduk bersila untuk kembali berlatih memadatkan Magic power, Naori menunjukkan ekspresi ragu, karena ia baru saja menerima notifikasi system kalau Skill pasif Magic Power Condensed yang membantunya berlatih memadatkan Magic powernya telah mencapai maksimal, ia ragu, bagaimana caranya Skill yang sudah mencapai level maksimal membantunya berkembang lebih jauh lagi untuk membantunya memadatkan magic power.
Hingga Puluhan jam telah berlalu, Naori telah berlatih memadatkan Magic power hingga ribuan kali, puluhan ribu kali, ratusan ribu kali, Naori tidak bosan dan terus berlatih hingga tiga hari telah berlalu sejak Naori memadatkan Magic power, Raut wajah Naori tersenyum dengan perasaan takut, ia baru saja menerima notifikasi system yang memberitahunya kalau ia dapat berkembang lebih jauh lagi.
Ting!
[Karena tingkat penguasaan Skill Magic Power Condensed yang melebihi pengalaman]
[Skill Magic Power Condensed telah Berevolusi menjadi Skill Magic Power Glutinous]
"Haha ... apa-apaan ini!? bola Magicku tiba-tiba menjadi sangat keras" batin Naori setelah mencoba menghancurkan bola Magic yang ia padatkan sendiri, lalu ia pun berkata "Ini kak!" sambil menyerahkan bola Magic itu kepada Chloe.
Ting!
[Skill Magic Power Glutinus telah meningkat]
Naori tersenyum setelah melihat Notifikasi system lalu mencoba memadatkan bola Magic lagi, Naori mengisi bola itu dengan jumlah Magic power yang sangat banyak hingga hampir setengah dari Magic power miliknya habis secara instan, setelah percaya diri, Naori menyerahkan bola Magic itu kepada Chloe.
Sekali lagi, Chloe menggenggam bola Magic yang Naori padatkan untuk ketiga kalinya, tangan Chloe gemetaran dengan Magic power yang memperkuat tangannya, raut wajah Chloe khawatir, ia merasakan kerasnya bola Magic power yang Naori berikan kepadanya, di dalam hatinya Chloe berkata "Ada apa dengan pertumbuhan anak ini? padahal aku hanya mengarahkannya untuk berlatih tanpa mengajarinya, bagaimana pertumbuhannya bisa sangat cepat!"
....
"Jenius! ... aku memang sudah merasa kalau anak ini memang jenius!"
"Tapi aku tidak menyangka kalau anak ini bisa memadatkan Magic power dengan kualitas pemadatan yang setara orang-orang yang sudah berlatih selama bertahun-tahun hanya dalam beberapa hari" batin Chloe sekali lagi dengan raut wajah khawatir.
Chloe pun berpaling melihat Naori, ia melihat raut wajah Naori yang berharap dirinya tidak bisa menghancurkan bola Magic yang ia buat, Chloe pun menunjukkan ekspresi pasrah dan membuka genggaman tangannya secara perlahan lalu menunjukkannya kepada Naori seraya berkata "Kau lulus nak" ucap Naori menyerahkan bola Magic itu kepada Naori.
"Yeah~" Naori berteriak, ia begitu senang mendengar perkataan Chloe yang telah mengakui hasil latihan yang telah ia latih selama berhari-hari, lalu ia pun melihat lagi bola Magic yang berikan padanya, sebuah retakan kecil ada pada bopa itu, Naori berhenti senang lalu mendongak ke atas bertanya kepada Chloe dengan berkata "Kak, kenapa ini retak!?"
"Bukankah itu artinya aku masih belum lulus?" tanya Naori sekali lagi.
Plak!
Chloe memukul kepala Naori dengan keras dan berkata "Apa kau pikir kita akan melatih pemadatan Magic power sepanjang waktu? apa kau tau nak? betapa bosannya aku menunggu beberapa hari hanya demi bola lembek yang kau latih itu?" ucap Chloe mengeluh.
"Mmm~"
Naori memejamkan matanya dan berpikir, ia benar-benar tidak memikirkan hal itu karena sedang fokus berlatih, Naori pun bangun, ia membuka matanya lalu bertanya kepada Chloe lagi dengan berkata "Lalu, latihan apalagi yang harus aku lakukan kak?"
"Hoo ... sepertinya matamu berubah menjadi serius lagi" ucap Chloe sambil berbalik dan memciptakan sebuah Gate dan mengajak Naori masuk ke dalamnya dengan berkata "Ayo nak! kita akan pergi ke tempat lain" ajak Chloe.
"Baik kak" jawab Naori mengikuti Chloe di belakangnya memasuki gate itu untuk berpindah ke tempat lain.
Di balik Gate, Chloe merubah ekornya menjadi kaki lalu menapak di tanah yang di penuhi dengsn rumput-rumput liar di hutan belantara, Naori merasa agak Familiar dengan tempat itu, tapi ia sendiri bahkan tidak pernah memasuki hutan, bahkan perasaan familiar itu semakin lama membuat Naori merasa aneh, ia mendongak ke atas lalu melihat sebuah bukit seraya bergumam "Sepertinya aku pernah melihat bukit batu itu"
Tidak lama kemudian setelah mereka berjalan cukup jauh di jalan yang menjulang, mereka akhirnya sampai di sebuah area tanpa pohon dengan ujung jurang di depannya, Naori mendekat ke arah ujung jurang lalu melihat pemandangan hutan itu dari atas seraya berkata "bagus sekali pemandangan di sini"
"Jangan terpesona nak! hutan ini berbahaya, kau akan memulai latihan di sini setelah aku mengajarkanmu salah satu teknik yang membuat semua Awakener ataupun Kontraktor menjadi sangat kuat hanya dengan mempelajari teknik ini" ucap Chloe memperjelas latihan yang akan Naori lalui selanjutnya.
Raut wajah Naori bersemangat, ia tidak sabar mempelajari teknik yang di maksud Chloe barusan, Chloe yang melihat raut wajah Naori tersenyum sedikit lalu menyentuh hidung Naori dengan jari telunjuknya seraya berkata "Bagus ... kita akan mulai berlatih Teknik Pembentukan setelah Pemadatan!"
"Pe-pembentukan!?"
Advanced In the Next Chapter~