Magic Blessing In Another World

Magic Blessing In Another World
Chapter 102



Pembalasan Dendam


Akh*


Pisau yang ada di tangan Naori mulai menghilang secara perlahan dan ia pun menutup matanya, cengkraman pak Seisen mulai mengendur dan Naori langsung menghilang dari cengkraman pak Seisen secara tiba-tiba.


"Apa!? ... anak ini! bagaimana cara menghilang seperti itu?" ucap pak Seisen yang memejamkan matanya kembali untuk mendeteksi keberadaanya, namun keberadaan Naori sudah tidak terdeteksi olehnya karena Naori sudah berpindah ke tempat yang begitu jauh.


...


[Tidak ada yang boleh menghalangi balas dendam Master]


Alter menggunakan Point stat untuk memindahkan Naori ke tempat yang jauh dari pak Seisen di dalam hutan yang lebat.


Di dalam hutan yang penuh pohon-pohon lebat dengan beberapa suara serangga yang berbunyi, Naori berbaring di tanah dengan rumput-rumput panjang yang mengelilingi dirinya, ia pun membuka matanya dan segers setelahnya berkata "Terima kasih Alter"


[Sama-sama Master]


Instant Heal


Bekas luka memerah yang ada di kulit bagian leher Naori mulai menghilang dan sembuh, lalu ia pun bangkit dan mengeluarkan sayapnya untuk pergi kembali ke Distrik 17 tempat di mana Keluarga Arnolt berkuasa.


Wush!


Angin berhembus dari kepakan sayap Naori yang begitu besar, ia pun mulai terbang dengan kecepatan penuh dan menuju ke Distrik 17 secepatnya dengan menggertakkan giginya di sepanjang perjalanan dengan berkata "Aku masih lemah"


<--Tiga jam kemudian-->


Naori mendarat di sebuah dahan pohon dan bersandar di batang pohon itu sembari melihat sebuah rumah mewah yang ada di pinggir dengan tatapan dingin, ia pun menyimpan sayapnya kembali dan turun dari pohon lalu berjalan ke arah rumah itu dengan tatapan membunuh yang begitu kuat.


Invisible


Naori menghilang dan kemudian melompat masuk lewat pagar lalu masuk ke dalam rumah, hingga akhirnya hari pun menjelang malam, terlihat di atas pohon Naori yang memakai jaket duduk di dahan pohon dan menikmati satu kaleng minuman dingin dengan rasa kopi, ia meminumnya hingga habis sembari melihat matahari terbenam.


Saat matahari telah tenggelam, beberapa menit kemudian sebuah mobil hitam datang dan berhenti tepat di rumah yang Naori masuki tadi, Naori pun tersenyum dan segera turun dari atas pohon seraya berkata "Boom" dan menjentikkan jarinya.


Ctak!


...


Duar! rumah yang ada di depan mobil itu meledak dan terbakar dengan cepat, api menjalar melahap rumah besar itu beserta isinya, Naori yang berjalan mendekat berkata Distorsi Ruang dan Dark Bind untuk memisahkan tempat itu dari dunia nyata dan mengikat seseorang dari mobil yang mencoba masuk ke dalam rumah.


"Tidak! ... Seseorang Tolong!" orang itu berteriak dengan kencang untuk meminta pertolongan, Naori yang berjalan mendekat kemudian berhenti dan bersandar di mobil seraya berkata "Percuma, aku sudah membawa tempat ini ke Distorsi ruang"


"Tidak akan ada seseorang yang mampu menolongmu" ucap Naori sekali lagi.


Lalu orang itu menoleh ke belakang dan menatap Naori dengan berkata "Kau ... bocah yang sebelumnya berurusan dengan keponakanku!"


"Maksudmu Youma? bukankah dia sudah mati?" ucap Naori melihat orang itu dengan senyum puas yang terlihat di wajahnya.


...


"Istri dan anakmu sudah aku ikat di dalam!"


Sesaat setelah orang itu membuka mulutnya Naori membungkamnya dengan tali yang sama seperti yang mengikat tubuhnya agar dirinya tidak bisa berteriak, ia pun kembali membisikkan sesuatu di telinganya, "Apakah kau kenal dengan Theo Arnolt?"


Tidak ada respon, orang itu malah mengaabaikan perkataan Naori dan menangis meratapi istri dan anaknya yang di lahap oleh api, lalu Naori pun kembali berbicara, "Sepertinya aku tidak boleh menyebutkan nama secara setengah-setengah seperti teman-temannya yang memanggil dirinya Theo"


"Mungkin lebih tepatnya Theodore Arnolt!"


Orang itu langsung terkejut dan menoleh sedikit ke belakang untuk melihat Naori, Naori pun tersenyum jahat melihat raut wajah orang itu yang kesal dengan air matanya yang mengalir


"Aahh mungkin seperti inilah ekspresiku waktu itu" ucap Naori.


"Hey kau tau? ... aku juga merasakannya, saat berada di posisimu itu, apa yang kau rasakan? sedih? marah? apa kau ingin balas dendam? semuanya pernah aku rasakan hanya karena ulah seseorang di keluargaa kalian!"


"Ya~ itu adalah Theodore, dia pernah berkata seperti ini ..."


Jleb*


Naori menusuk orang itu tepat di dadanya setelah ia mengeluarkan sebuah pisau dari Inventory System, "Apakah ini terasa nikmat?"


"Eeeemmmm!"


Orang itu ingin menjerit namun tidak bisa, mulutnya sudah di bungkam oleh Naori, "bukankah kau seharusnya Aahhh perasaan ini sangat nikmat?""


"Hey? bukankah seharusnya kau juga mengatakan itu seperti Theodore?" ucap Naori dengan senyuman jahat yang ia tunjukkan di wajahnya.


"Hey? ..."


Naori melepaskan bungkamannya dan membuat orang itu akhirnya bisa berbicara, Orang gila ucap orang itu langsung terkapar dengan banyak darah yang mengalir dari dada yang di tusuk Naori.


"Selamat tinggal Yousha Arnolt, kau akan segera di temani oleh kelurgamu" ucap Naori pergi dan memakai kerudung jaketnya lalu membatalkan skill Distorsi ruang untuk keluar dari tempat itu.


Tiba-tiba rumah yang begitu bagus langsung habis di bakar oleh api yang menjalar dengan cepatnya, orang-orang yang menyadari hal itu langsung mendekat dan mencoba meminta pertolongan untuk memadamkan api yang menjalar di rumah itu dengan menelpon Asosiasi Awakener maupun Kontraktor.


Malam yang sunyi telah tiba, Naori duduk di samping atap gedung melihat pemandangan di bawah yang penuh dengan lampu mobil yang barlalu-lalang di jalan sambil memakan sebuah roti dengan lapisan cokelat di dalamnya, ia juga meminum sebuah minuman kaleng dingin yang ia letakkan di sampingnya.


"Aku lemah ya? ... setidaknya aku sangat kuat dengan adanya kalian kan Zigritte, Zyglitte, Zyggmitte, Zygnitte, dan Healer" ( Healer adalah Nama salah satu Soul Knight yang belum sempat Naori beri nama saat di dalam Gate)


Di belakang Naori berdiri lima Soul Knight yang setara dengan Transcendent Rank, lalu mata kirinya berubah warna menjadi warna hijau dan ia pun menyelinap ke dalam kediaman keluarga Arnolt mengggunakan Soul Knight: Albino yang sudah terhubung dengan Naori saat ini dan berbagi pengelihatan dengannya.


Di kediaman Keluarga Arnolt yang begitu besar di Distrik 17, sebuah cahaya hijau begerak di sebuah taman yang ada di dekat rumah yang begitu besar dengan lima lantai, cahaya hijau itu kemudian masuk ke dalam rumah melalui jendela dan masuk ke dalam kamar yang di penuhi dengan warna merah muda, di sisi Naori, ia pun merasakan firasat buruk.


Ting!


[Skill Fate of Blessing telah aktif]


Dari balik pintu, muncul seorang perempuan yang hanya mengenakan handuk dan keluar dari kamar mandi dengan rambutnya yang basah serta tetesan-tetesan air yang membasahi tubuhnya yang mulus, melihat tubuh perempuan itu Naori langsung mengeluarkan darah melalui hidungnya dan berkata "Aaahhh! Segera pergi dari situ Albino!" teriak Naori.


Advanced in The Next Chapter~