
Naori VS Seisen
Di belakang pak Seisen Naori berdiri sambil memegang pedangnya yang berlumuran darah seraya berkata "Inilah pembalasanku demi kak Chloe pak tua!"
"Sepertinya aku sekarang mengerti bagaimana caramu bergerak sangat cepat" ucap pak Seisen sambil mengambil tangannya yang terpotong lalu menyambungkannya kembali, pak Seisen berbalik untuk melihat Naori, mereka berdua bertatap mata, seketika mereka berdua melakukan pergerakan yang cepat dan saling menyerang sehingga suara blar! terdengar.
Naori dan pak Seisen terpental, di sisi Naori, ia menderita luka di tangan kanan yang memegang pedang Magic miliknya yang sudah patah, sedangkan di sisi pak Seisen, ia hanya terpental dengan tangan yang berlumuran darah di bagian jari-jarinya.
"Bocah ... apa kau bisa melambatkan waktu? ... Magic powermu terkuras sangat banyak hanya dalam waktu satu detik barusan" ucap pak Seisen menebak.
Naori tersenyun sedikit lalu menundukkan kepalanya seraya berkata "sudah aku duga, aku ketahuan ya, lagipula siapa juga yang tidak menyadari pergerakan aneh milikku yang bisa tiba-tiba bergerak sangat cepat" gumam Naori.
Wush!
Naori menghilang dengan berpindah tempat di belakang pak Seisen sembari mempersiapkan tangannya yang di penuhi Magic power padat untuk menyerang, Naori memukul punggung pak Seisen hingg terpental lalu di balas dengan pak Seisen yang dengan cepat meniru serangan Naori barusan, "Ugh ..." Naori terpental dengan tubuhnya yang berputar di udara untuk menghentikan kuatnya hempasan dari pukulan pak Seisen.
Sreett*
Naori menggusurkan kakinya ke tanah untuk menghentikan hempasan tubuhnya lalu memperbaiki posisi tubuhnya menghadap ke arah pak Seisen, namun pak Seisen kembali menyerang, Buk! pak Seisen memukul perut Naori dengan sangat kuat, namun Naori tidak terpental, saat di pukul, sebuah hembusan angin terbentuk di belakang Naori karena kuatnya pukulan pak Seisen.
Raut wajah Naori seperti melamun, mulut Naori terbuka dengan mengeluarkan sedikit darah, matanya mulai menjadi putih, Naori tidak bergerak setelah menerima pukulan itu, namun tiba-tiba saja salah satu Soul Knight milik Naori keluar di sertai dengan suara system.
[Summon: Zygritte]
Syuutt*
Soul Knight: Zygritte keluar dan langsung memukul mundur pak Seisen agar menjauh dari Naori, Naori yang tadinya diam langsung terjatuh ke tanah karena tidak ada yang bisa di jadikan sandaran baginya setelah dirinya terkena pukulan pak Seisen.
[Master, apa anda baik-baik saja]
Naori diam, ia duduk dan menundukkan kepalanya sambil memegangi perutnya yang sakit, Naori pun berkata "Instant Heal" lalu mencoba bangkit kembali secara perlahan, pak Seisen yang melihat Naori langsung bergerak ke depan untuk menyerang Naori, namun pergerakan pak Seisen di hadang Zygritte.
[Aku akan melindungi Master!]
"Minggir makhluk jiwa!" ucap pak Seisen memukul Zygritte hingga seluruh tubuhnya hancur lalu bergerak kembali untuk menyerang Naori.
Di saat pak Seisen hampir memukul Naori, Naori berkata "Rebound" dan terkena pukulan tepat di dahinya hingga terpental, bukan hanya Naori, bahkan pak Seisen saja ikut terpental ke belakang.
Naori terpental menabrak tembok kalau bangkit kembali dan berlari maju ke arah pak Seisen, pak Seisen juga sama, ia juga maju ke arah Naori dengan mengumpulkan Magic power di kedua tangannya, di waktu yang singkat itu keduanya saling memukul satu sama lain.
Buk!
Namun kedua tangan mereka tidak bertemu, kedua tangan mereka meleset dan berakhir memukul wajah ( lebih tepatnya di bagian rahang ) satu sama lain hingga akhirnya terjadi sebuah Cross Punch.
( Cross Punch adalah pukulan modifikasi, merupakan gabungan antara pukulan straight dan upper cut, dengan target rahang atau perut lawan ).
"Ugh, pak tua ini"
Mereka pun melepas pukulan mereka dari masing-masing wajah yang terkena Cross Punch lalu kembali memukul dengan kekuatan luar biasa yang di pancarkan dengan memadatkan Magic power melapisi tangan, Mereka berdua memukul bersamaan, kedua tangan Naori dan pak Seisen bertemu hingga tercipta benturan gelombang kekuatan yang membuat area sekitar hancur, merasa seperti pukulan mereka terasa seimbang, mereka memukul lagi dengan cepat serta meningkatkan daya hancur di dalam pukulan yang mereka lancarkan.
Blar! Blar! Blar!
Keduanya beradu pukukan hingga salah satu tangan Naori hancur dan membuatnya mundur ke belakang, pak Seisen tidak membiarkan Naori menarik nafas begitu saja dengan bergerak mendekati Naori dan memukulnya lagi, Naori menangkis pukulan itu dengan salah satu tangannya hingga berakhir terpental ke belakang, Naori memutarkan tubuhnya lalu kembali bersiap, namun pergerakan pak Seisen yang cepat tiba-tiba berada di belakang Naori dan memukulnya lagi.
"Sebentar lagi ..." Batin Naori seperti menunggu sesuatu, Sreett! suara Naori menggusur tanah dengan kakinya terdengar setelah Naori menghentikan dirinya terpental lebih jauh, seperti yang tadi, pak Seisen bergerak lagi ke belakang Naori dan memukulnya, namun kali ini waktu terhenti, Naori berbalik sambil tersenyum seraya berkata "ini giliranmu pak tua!"
Buk! Buk! Buk! Buk! Buk!
Naori memukuli tubuh pak Seisen dengan perasaan marah, Naori mencurahkan seluruh Magic powernya demi menghentikan waktu agar dirinya mampu memukul pak Seisen secara bebas tanpa halangan, sangat lama, Magic power Naori bertahan lama untuk menghentikan waktu karena kapasitasnya yang mencapai seratus ribu di sertai dengan regenerasi Magic powernya yang mencapai 1.000 Magic power per detik, hal itu membuat Naori bisa terus mengisi Magic powernya berulang kali setiap detik tanpa takut kehabisan Magic power.
"Hhaaa!"
Buk!
Naori memukul pak Seisen dengan Magic power yang begitu kuat lalu mengembalikan waktu seperti semula, seketika semua pukukan yang Naori lancarkan semuanya mengenai pak Seisen setelah waktu kembali normal hingga membuat pak Seisen terpental dan jatuh karena tidak kuat menerima pukulan yang Naori lancarkan puluhan kali.
"Yoo pak tua! bagaimana rasanya di pukul seseorang yang lemah?" ucap Naori di depan pak Seisen yang terjatuh.
"Sepertinya Chloe menemukan bocah berbakat sepertimu, tapi ... kau masih pemula nak!" ucap pak Seisen berteriak kepada Naori lalu berputar di tanah dengan menyeraang kaki Naori menggunakan kakinya, Naori yang tidak sempat bereaksi langsung di buat jatuh oleh pak Seisen dan berakhir jatuh.
Pak Seisen pun bangun lalu mengusap-usap bajunya yang kotor seraya berkata "Posturmu tidak seimbang, pernafasanmu tidak stabil, kau benar-benar masih pemula nak"
"Lihatlah ucapan itu, bocah pemula yang langsung berlatih teknik-teknik tingkat tinggi, caramu menyerang murid-muridku benar-benar menjengkelkan"
"Dengan postur dan pernafasan seperti itu, tidak mungkin bocah sepertimu mampu mengalahkan salah satu muridku, kecuali jika kau memiliki kemampuan memperlambat waktu" ucap pak Seisen menyindir Naori.
"Begitu ya ... aku hanya berlatih menatap saat pertama kali ke sini, setelah itu kak Chloe mengambilku darimu untuk mengajariku, ... apa ada latihan lain selain itu pak tua?" tanya Naori dengan nada rendah.
"Menatap, Mendengar, Merasakan, Pernafasan, Reflek tubuh, Kecepatan berpikir, Memperbaiki postur tubuh dan Pengambilan keputusan, semua itu adalah latihan yang di butuhkan dalam pertarungan" ucap pak Seisen menjelaskan latihan-latihan apa saja yang ada di dalam bimbingannya.
"Sepertinya aku hanya memiliki tiga dari beberapa yang kau sebutkan pak tua" ucap Naori bangun dan mencoba berdiri
"Menatap, Merasakan, Reflex tubuh ... Aku sudah berlatih menatap dan terbiasa tidak berkedip, lalu untuk Merasakan, aku sudah berlatih bersama kak Chloe saat di dasar laut, untuk Reflex tubuh aku memiliki Skill Reflex Arc yang mampu aku gunakan untuk bergerak sangat cepat seketika" ucap Naori di dalam hatinya sambil memikirkan kembali latihan yang pernah ia lakukan.
"Ternyata selama ini dasarku kurang, ... pak Seisen, bisakah aku meminta pelatihan darimu?" minta Naori.
"Tidak!"
"Hahh ... sudah aku duga" ucap Naori menghela nafasnya dengan ekspresi pasrah
"Tapi ..." ucap pak Seisen terpotong.
Sesaat setelah mendengar sebuah kesempatan, Naori mendongak melihat wajah pak Seisen.
"Kalau kau bisa membuatku terkesan, maka aku akan mengajarimu secara pribadi bersama Chloe" ucap pak Seisen tersenyum dengan Magic power yang menyelimuti tubuhnya.
"Haaa ... jadi aku tidak boleh kalah" ucap Naori.
"Tentu saja, tunjukkan semuanya nak termasuk makhluk itu!"
"Jangan menyesal pak Seisen, jika kau bilang begitu maka aku akan mengeluarkan semuanya, bahkan jika tubuhku hancur sekalipun!" ucap Naori dengan mata kirinya yang berubah menjadi warna hijau.
Summon: Starlight, Chaos, Priestess Knight
Summon: Soul Knight
....
Semuanya muncul, bahkan Ketiga Knight yang Naori tugaskan untuk mencari informasi mengenai organisasi Murder, mereka mengelilingi Naori, pak Seisen sedikit terkejut, jumlah makhluk panggilan Naori menjadi lebih banyak, Naori melihat pak Seisen dengan menghela nafasnya lalu berkata "Sepertinya Magic powerku hampir habis" ucap Naori sambil memegang dadanya yang sakit lalu berkata sekali lagi "Charger"
Statistik Naori pulih kembali lalu bersiap menyerang pak Seisen dengan semua makluk panggilannya, pak Seisen juga bersiap, ia mengumpulkam Magic power menyelimuti tubuhnya lalu maju menerjang Naori yang berada di tengah-tengah kerumunan Soul Knight.
Di saat pak Seisen hampir mencapai Soul Knight milik Naori yang ada di barisan terdepan, terdengar suara perempuan berteriak dari pinggir lapangan dengan berkata "Hentikan!" hingga membuat pak Seisen dan Naori yang hendak bertarung menoleh ke arah sumber suara dan berhenti.
Perempuan itu pun bergerak dengan sangat cepat menyambar kepala Naori yang ada di tengah-tengah Soul Knight dan kepala pak Seisen lalu mencubit telinga mereka berdua seraya berkata "Apa kalian lakukan!?" ucap Chloe sambil mencubit telinga pak Seisen dan Naori dengan keras.
"Ka-Kak Chloe!?" ucap Naori terkejut.
....
Chloe diam, ia menatap tajam pak Seisen serta Naori dengan tatapan membunuh lalu berkata "Apa yang terjadi nak?" tanya Chloe dengan wajah menakutkan.
Naori menoleh ke arah pak Seisen, pak Seisen yang melihat Naori malah menunjukkan wajah khawatir, Naori bingung dan sedikit takut untuk menjawab.
"Jawab saja nak! jika pak tua ini menakutimu jangan takut! aku akan membelamu" perintah Chloe pada Naori untuk segera menjawab pertanyaan Chloe.
Naori berpaling dengan wajahnya yang tersenyum sedikit lalu membuat ekspresi takut seraya menjawab pertanyaan Chloe dengan berkata "Se-sebenarnya, aku hanya mengalahkan semua murid pak Seisen kak, aku tidak tau kalau pak Seisen akan marah setelah melihat murid-muridnya kalah hanya dengan beberapa serangan" jawab Naori.
"D-Dan juga pak Seisen tidak mau melatihku, padahal aku meminta pengajaran padanya" ucap Naori menundukkan kepalanya.
"Aahhh begitu ya?"
Krek*
Suara tulang berbunyi setelah Chloe menggenggam tangannya, "Sayang~ apa kau menyakiti muridku?" ucap Chloe dengan
"A-e-e ... Bu-bukan begitu Chloe, ... bo-bocah nakal ini menebas seluruh muridku" ucap pak Seisen menunjukkan ekspresi panik untuk pertama kalinya.
"Sa- ... Sayang!" ucap Naori ternganga setelah mendengar perkataan Chloe, "apakah kak Chloe istri pak Seisen? tidak masuk akal, pak tua ini bisa mendapatkan istri secantik kak Chloe" ucap Naori melanjutkan perkataannya di dalam hati.
Advanced In the Next Chapter~