
" Mungkin di kehidupan sekarang takdir mengubah jalan jalinan kasih kita,
Selamanya aku menyayangimu..
~ Reino ~
"Keinginan terbesar ku saat ini hanyalah mencintaimu selamanya..
~ Cinta ~
☆☆☆☆☆☆☆☆○☆☆☆☆☆☆☆☆☆
Malam telah semakin larut.
Gadis bernama Cinta hatinya kini tak karuan.
Besok adalah hari yang sangat mendebarkan hatinya.
"Cinta.
"Kau sudah tidur..?"
Tanya Heru dibalik pintu kamar gadis itu.
"Belum. Ayah.
jawab gadis itu.
Masuklah Heru ke kamar putrinya dan ingin melihat keadaan putrinya.
"Kenapa belum tidur..?
"Istirahatlah.
"Jangan terlalu dipikirkan.
ujar ayahnya.
Cinta pun mengangguk.
Banyak sekali pertanyaan dalam benak gadis itu.
Seminggu setelah kepergian Reino.
Orangtuanya telah memutuskan gadis itu akan menikah dengan pemuda pilihan orangtuanya.
Cinta pun menolak keras rencana perjodohan tersebut hingga terjadi perselisihan yang kuat.
Akan tetapi ibunya terus menangis dan tak henti hentinya ingin melakukan tindakan bunuh diri bila Cinta tak menyetujui.
"Bu...
"Aku mencintai Reino.
"Aku hanya akan menikah dengannya
"Restuilah kami.
kata Cinta memohon.
Isak tangis kedua ibu dan anak itu tak henti hentinya membuat sang ayah Heru berusaha membujuk keduanya untuk tidak menangis lagi.
"Cinta.
"Dengarkanlah permintaan ibumu.
"Tidak kah kau kasihan melihat kondisi ibumu sekarang.
"Jadilah gadis yang baik.
kata ayahnya saat itu.
Cinta masih saja berlutut dan memegang kedua kaki ibunya.
"Bu..
"Kenapa...??
"Apa yang kurang dari Reino..
"Beri Cinta alasan.. Maka Cinta akan melupakan Reino untuk selamanya .
ujar gadis itu.
Sukma tak sanggup melihat wajah sedih putrinya tersebut.
Ia mengangkat Cinta berdiri dan mengajaknya duduk dikursi.
"Tidak ada yang salah dari Reino.
"Tapi yang salah adalah keluarganya.
"Mereka bukan keluarga yang cocok dengan keluarga kita.
"Ibu takut. Ibu sedih . Ibu tak bisa memejamkan mata ibu membayangkan kau mencintai pemuda itu dan menikah dengannya.
"Kau takkan bahagia.
"Percayalah.
Sukma menjelaskan sambil mengecup kening Cinta, sesekali ia teringat dengan peristiwa puluhan tahun silam.
"Tapi bu.. Aku mencintaiii...
Cinta berkata namun tak dapat ia lanjutkan karena tiba tiba ibunya merasa sakit kepala dan akhirnya pingsan.
"Ibu.. bu...
"Ayah.. ibu kenapa..?
Mereka pun panik dan membawa ibunya ke puskesmas terdekat.
Ibunya belum sadat juga hampir sejam.
Cinta sudah merasa bersalah..
Seharusnya ia tak membantah dan menuruti keinginan ibunya tersebut.
"Bu.
"Aku berjanji.
"Bila ibu sadar. Aku akan menikah dengan pemuda pilihanmu..
batinnya berkata sekaligus melafalkan doa.
"Cinta jangan menangis terus.
"Ini bukan salahmu.
" Ibu pasti sadar dan sembuh.
kata ayahnya.
Kemudian kembali Cinta msraih ponselnya.
Ia harus menelepon Reino.
Ia harus memberitahukan bahwa dia akan berpisah dengan pria itu.
Mungkin meminta bertemu akan menjadi perpisahan terbaik.
"Mas. Aku ingin bertemu denganmu. Untuk yang terakhir. Besok.
"Stasiun jam makan siang.
begitulah pesan gadis itu.
Mereka pun bertemu.
Cinta menceritakan segalanya kepada Reino.
Tak ada sedikitpun ia sembunyikan.
"Mas.
"Mungkin ini yang terbaik.
"Aku menyayangimu kau tahu itu.
"Tetapi kondisi ibuku. Aku tak mau kehilangan ibuku.
kata gadis itu.
Pertemuan itupun diakhiri dengan isak tangis yang tak terbendung gadis itu.
Ia sudah sangat siap dengan pernikahannnya yang akan dilangsungkan dua minggu lagi.
Mereka berpelukan sangat erat.
Walau ada yang memperhatikan namun mereka pedulikan.
Sebuah ciuman di kening, kedua pipi gadis itu hingga bibirnya tak luput dari sentuhan bibir Reino.
"Aku menyayangimu.
"Bersabarlah.
bisik Reino tepat ditelinga gadis itu dan mereka pun berpisah.
Sepanjang pulang kekediaman orangtuanya.
Cinta terus saja menagis
Hingga keesokannya matanya sedikit bengkak.