Forever Love

Forever Love
Rindu membuka jati dirinya



Sebuah pesan masuk nomor Reino.


" 12.30 Cafe pertama di seberang jalan dekat hotel."


Begitulah bunyi pesan itu.



Sebelumnya Reino melihat ada nomor handphone dibalik foto yang dikirim kepadanya. Maka ia pun berusaha menghubungi namun gak ada sahutan. Tak lama masuk pesan dan mereka akan bertemu di tempat yang telah ditentukan.



" Saya akan keluar jam makan siang. Bila ada yang mencari saya. Tolong katakan ada meeting dengan klien.."


perintahnya kepada manager hotel.



Ia pun bergegas meninggalkan ruangannya dan menuju tempat yang telah dijanjikan.


Reino datang lebih awal dari waktu yang diperkirakan.



" Aku pasti mengetahui siapa dia.."


gumannnya pelan setiba dicafe dan memesan tempat duduk paling pojok dalam ruang cafe tersebut.



Saat yang dinantikan tiba.


Muncul sosok wanita berkacamata hitam tak lupa dengan masker menutup setengah dari wajahnya.



Ia pun duduk dikursi sambil menunggu seseorang yang telah lama dinantikannya.


Dengan memakai kaos biasa dan celana jeans tak lupa sweater juga sepatu olahraga.



Rindu kali ini diluar dari penampilan biasanya yang anggun dan seksi.


Ia mengenakan semuanya agar terlihat seperti Rindu yang dulu yang disayangi oleh Reino.



Tak lama datang pelayan menawarkan daftar menu makanan kemudian Rindu memesan satu kopi hitam untuk Reino dan satu es krem yang menjadi favoritenya selama ini.



Ia pun melirik jamnya beberapa kali.


" Apa aku datang terlalu cepat..?"


gumannya pelan tanpa menyadari sosok Reino telah mengamatinya sedari tadi.



" Aku akan miscall sekali, siapa tahu dia lupa.."


pikirnya lagi dan mengeluarkan ponselnya sembari menunggu menunya datang.



Belum sempat ia memencet tombol terdengar suara laki laki berdiri dihadapannya.


Suara yang tak asing baginya.



" Hallo... Nona...?"


suara pria itu menyapa Rindu.



Deg.



Seketika jantung Rindu berdegup kencang.


Ia tak berani mengangkat wajahnya karena ia tahu siapa pemilik suara itu.



" Rindu...?"


" Sedang apa kau disini..?"


David bertanya dengan pikirannya dan rasa cemburunya yang mulai timbul.



Rindu tak bisa mengelÄk lagi. Kali ini jawaban apa yang harus dia berikan.



" Shitttt... Dave.. Sialan.."


" Kenapa ia harus datang dalam moment pentung seperti ini.



" Rindu.. Jawab aku.. !


terdengar nada emosi David.



Rindu pun tak ingin jadi bahan tontonan pengunjung cafe maka ia memberanikan membuka mulut dan menjawab setiap pertanyaan yang diajukan David.


Pria yang selama ini mencintainya entah itu hanya nafsu atau tulus.



" Duduklah. Kau membuat pengunjung lain menatap kita aneh..


ujar Rindu menenangkan emosi David.



"Baiklah.


" Sekarang jawab pertanyaanku.


" Katamu tadi pagi kau kurang enak badan dan melarangku datang menjumpaimu.


"Dan sekarang apa ini..



Rindu pun membalas,


" Dengar aku Dave..


" Aku sendiri disini karena ingin mencari udara segar. Aku merasa bosan dikamar terus.


Kata Rindu memelas dan menunjukkan ekspresi tak berdaya.



" Apakah ucapanmu ini bisa dipercaya..."


Selidik David belum percaya sepenuhnya kepada Rindu.



" Apakah aku pernah berbohong padamu selama ini..


balas Rindu lagi.



David pun berusaha mempercayai perkataan Rundu namun seperti ada yang ganjil baginya.


Penampilan dan sikap Rindu yang dingin padanya beberapa hari ini.



" Aku percaya padamu kali ini.


" Ingat hanya kali ini Rindu.


ujar David yang mengenakan baju santai dari mansionnya membuntuti gerak gerik wanitanya itu.



Dalam hati kecil David ia tahu ada yang disembunyikan Rindu darinya.


Tapi ia akan mencari tahu. Sikap Rindu yang dingin dan setiap ajakannya selalu ada penolakan halus.



" Kita lihat Rindu. Sampai kapan kamu akan terus menyembunyikan rahasiamu.


" Cepat atau lambat. Aku akan tahu walaupun kau tidak jujur padaku.


kata suara hati David.





# Maafkan author yang agak lama update ya pembaca setia. Ibu rumahtangga banyak yang harus diurus dan diutamakan lebih dahulu.



#Selamat membaca. Terimakasih😘