
"Pak kita mau kemana..
"Ini bukan mau jalan balik ke rumah saya..
tanya Cinta panik.
Ia terus saja bertanya namun tak ada satupun sahutan dari si pengemudi.
Mobil pun berhenti disebuah hotel mewah nan megah.
Didepan telah berdiri beberapa pegawai hotel yang menyambut kedatangan gadis itu.
"Apa ini..
"Kenapa kemari..
Ia masih saja berdiri tak berani masuk melangkah.
"Nona..
"Sialhkan masuk.
"Calon pengantin pria sudah menunggu.
uajrnya salah satunya.
Entah bagaimana Cinta menuruti perkataannya dan masuk menuju aula yang sengaja sudah dipersiapkan.
Sungguh pemandangan yang mewah.
Ruangan tersebut telah didekorasi nuansa putih sesuai warna favorite gadis itu.
Dan bebeberapa tamu undangan yang wajahnya tak asing.
"Mas Rinto dan Kak Shinta...
gumannyaa tak percaya.
Salah satu pendamping gadis itu menemaninya hingga berjalan terus sampai kedepan.
Dan yang dilihatnya yang menjadi calon pengantin prianya.
Deg.
Serasa detak jantung berhenti.
Sosok yang ia lihat sudah tak asing baginya.
"Ayah...
gumannnya melihat ayahnya berdiri menyambutnya dan memegang tangannya.
"Kamu sudah siap.
kata Heru.
Beliau pun mengantarkan Cinta terus berjalan hingga sampai ke depan ustad dan para saksi yang sudah bersiap sedari tadi.
Pria itu masih saja tidak melihat kebelakang.
Ia mengenakan jas berwarna putih selaras dengan kebaya pengantin Cinta.
"Deg... deg...
Suara jantung gadis itu sangat kencang.
Siapakah pria ini.
Yang akan menjadi imamku kelak
di Dunia dan akhirat.
Lama ia menanti namun pria tetap saja tak menoleh ke arahnya.
Hingga ia pun akhirnya duduk disebelah pria itu.
Cinta tak berani melirik.
Dengan kerudung rendang berwarna putih yang masih menutupi kepala hingga sebagian penglihatannya.
Ia malu sekaligus takut.
Ia masih saja memejam matanya tanda ia masih takut.
Pria yang kali ini akan menjadi suaminya kelak berharap dirinya bisa menjadi isteri yang taat dan sekaligus menyanyanginya tulus.
Tiba tiba ia terbayang wajah Reino.
Ia masih memikirkan pria itu.
Senyumnya.
Ketampananya.
Sungguh kali ini Cinta tak bisa berdusta pada hatinya bahwa ia masih sangat mencintai Reino.
"Mari kita mulai acaranya..
ujar sang pemuka agama.
"Bismilahh.....
dan seterusnya.
Doa dipanjatkan beliau dengan hikmat.
Kemudian.
Ayah Cinta.
dan seterusnya.
Pria itu.
"Saya terima nikah dan kawinnya Cinta ....
Deg.
Cinta merasa suara itu...
Ia melirik sedikit ke sebelahnya.
Deg.
"Apakah aku sedang bermimpi..
batinnya.
Ia hampir tak percaya.
"Sahhh..
"Bagaimana saksi..
kata ustad.
"Sahhh..
disambut dari para saksi lainnya dan para undangan.
Kini saatnya pria itu menoleh kearah gadis itu seraya tersenyum.
Ia mengambil tangan gadis itu dan mengenakannya cincin.
Begitu pula sebaliknya Cinta.
Ia masih tak percaya.
Ia terus menatap pria didepannya itu sambil tak terasa meneteskan airmata.
Mereka pun selanjutnya menandatangani buku nikah mereka.
Kemudian Cinta mengambil tangan pria itu dan menundukan kepalanya sambil mencium tangan pria itu tanda ia sudah sah menjadi isteri dan akan taat, sekaligus menghormati suaminya itu kelak.
Kemudian pria itu mencium kening isterinya lembut dan romantis.
Beberapa para undangan berdecak kagum dan mengucapkan selamat.
Kini mereka saling menatap untuk waktu yang agak lama.
"Aku mencintaimu, mas.
ucap Cinta pelan sambil meneteskan airmata.
"Aku sangat dan lebih mencintaimu. Cinta.
"Jangan menangis. Aku disini
ucap suaminya sambil menggenggam erat tangan isterinya
Mereka pun berdiri menyalami semuanya yang hadir satunpersatu.
Senyum kebahagiaan terpancar diwajah kedua mempelai.
Tak lupa mereka menuju ke tempat duduk ayah gadis itu.
Cinta bersujud dan memohon restu untuk kebahagiaan rumahtangganya kelak walau di hari bahagianya tersebut.
Ia tak melihat ibu bersamanya.
"Jangan menangis.
"Ayah menyayangimu.
Isak keduanya pun turut membuat suasana semakin haru nan bahagia meelihat momen tersebut.
Dan kini giliran pria itu.
Ia meminta maaf akan segala kekurangan dan kesalahannya selama ini. Ia akan mencintai putri Heru seumur hidupnya sekaligus menjaga juga melindunginya. Memberikan kebahagiaan selalu.
"Reino.
"Aku percaya padamu.
"Bahagiakan putriku selalu.
kata Heru tak terasa ikut menangis juga.
Beliau akhirnya pamit dan tak sempat menikmati jamuan.
Ia harus segera pulang dan menjumpai isterinya sudah menunggunya.
☆☆☆☆☆☆
MAU LANJUT
ATAU
END
😘😘
Gimana suka gak episode kali ini.
😍