Forever Love

Forever Love
Restu



Mereka akhirnya sampai dikampung kediaman orangtua Cinta.


Mereka menghabiskan waktu tiga jam lebih lamanya.


Kereta telah mengisyaratkan perhentian terakhirnya.



Dari stasiun mereka pun naik kendaraan umum lagi kedaerah nan sejuk dan tenang.



Dan waktu menunjukkan pukul sembilan malam.




Ryan adiknya Cinta yang asyik duduk bergurau dengan temannya didepan rumah orangtuanya.



Ia berlari meninggalkan temannya dan menghampiri kakaknya yang dilihatnya datang.



"Kakak...."


ucap Ryan sambil memeluk erat.



"Aku rindu kakak..


katanya lagi.



Cinta pun membalas,


"Kakak pun rindu adik kakak yang nakal ini..


sambil mencubit hidung bocah laki laki tersebut.



"Aww.. sakit kak...


"Ryan sudah besar.


katanya sambil balik mencubit hidung kakaknya balik.



Melihat pemandangan kakak beradik tersebut


Reino tersenyum.



"Bagaimana kabar ibu dan ayah..


tanya Cinta sambil berjalan menuju kediaman orangtuanya



"Baik kak.. Ibu sudah mulai bisa berjalan perlahan. Tapi... "


katanya tak melanjutkan perkataanya lagi ketika Ryan tanpa sadar melihat Reino bersama kakaknya sedari tadi.



"Dia siapa kak..


"Pacar kakak ya..?


ujarnya tersenyum.



"Saya bukan pacar kakakmu.


kata Reino tegas.



Cinta bingung.


Kemudian Reino melanjutkan perkataannya lagi.



"Calon kakak abang iparmu Ryan..


kata Reino tersenyum dan mengelus kepala Ryan.



Sampai didepan pintu.


Keduanya mengucapkan salam.



"Assalamualaikum.. ibu...ayah...


"Cinta pulang..


seru gadis itu.



"Ayah Ibu.


"Kakak.pulang.


kata Ryan lagi



Mendengar ada yang memberi salam dan memanggil dari luar pintu.



Heru membukakan pintu.


Ia melihat siapa yang berdiri didepannya sekarang.



Deg.



"Nak Reino..."


ucap pria paruh baya tersebut.



Heru bukannya terkejut melihat keadaan Cinta putri datang. Namun Reino yang berdiri di depannya.



"Ayah...


Cinta memanggil ayahnya karena masih diam berdiri.



"Ehhh... Cinta... kamu datang.


"Mari silahkan masuk kalian..


terdengar suara Heru sedikit gugup.



Cinta dan Reino pun masuk kedalam.


Tak lama ibi Cinta keluar perlahan dari kamar menjumpai mereka.



"Ibu.


ujar Cinta berlari sambil memeluk sukma.



Sukma tak bereaksi sedikit pun.


Ia tak membalas rangkulan putrinya tersebut.



"Ibu .


" Ini Cinta...


"Putrimu..Aku merindukanmu.


Cinta mulai menangis karena sangkin rindu dan sayang terhadap beliau.



Ada sekitaran lima menit.


Sukma hanya diam. Tak lama ia menangis.



"Ibu. Ini Reino.


"Teman Cinta.


kata Cinta memperkenalkan diri.



"Reino Hartawan.


Reino memperkenalkan diri.



Mendengar nama Hartawan.


Membuat wajah ibunya Cinta terlihat pucat.



"Hartawan.


batinnya.



Uluran tangan Reino seketika tak digubris Sukma.



Ia masuk kembali kekamar.


Ia tutup pintu dengan keras



Cinta bingung.


Apa yang terjadi dengan ibunya.



"Ibuuu...


kata Cinta didepan pintu kamar sambil terus memanggil ibunya.



Heru menghampiri putrinya tersebut.


Ia membawa Cinta kembali duduk .



"Ayah..


"Ibu kenapa..


"Ibu menyayangiku seperti dulu.


"Apa yang terjadi.


"Ayah bilang ibu semakin membaik tapi...


katanya tak melnjutkan sambil menangis.



Heru tak tahu harus berkata apa.


Apakah ia harus menceritakan semuanya kepada Cinta.


Apakah Cinta bisa menerima semuanya kelak.



"Ibu hanya terkejut melihat kedatanganmu.


"Tunggu ia beristirahat sebentar lagi.


kataHeru menenangkan putrinya.



Heru menyuruh Ryan membuat minuman untuk Cinta dan Reino.



"Bagaimana kabarmu nak.


"Apakah bibimu tahu kau kesini.


ujar Heru.



Cinta menggeleng


Ya. Ia tak ada rencana pulang kerumah orangtuanya.


Ini semua rencana pria itu.


Pria yang ingin mendapat restu untuk meminang Cinta di depan orangtua gadis itu.



"Maaf. Pak.


"Saya yang membawa Cinta kemari.


"Saya ingin menjadikan Cinta menjadi perempuan yang sah dihidupku.


kata Reino.



" Maksud nak Reino. Perempuan sah.?"


Heru tak mengerti.



"Kak Reino dan Kak Cinta mau menikah ayah...


seru Ryan yang datang menimpali pembicataan mereka.



Deg.



Lagi lagi.


Heru mendapat pukulan telak dalam hidupnya.


Ia sudah berusaha sekera mungkin namun dunia sempit.



"Benarkah Cinta...


kata Heru mencoba memastikan lagi.


Dan Cinta mengangguk.



"Maaf pak. Saya lancang datang kemari tanpa memberitahu kedatangan kami. Dan ini mendadak. Saya mohon maafkan saya.


"Tetapi saya dengan segala kekurangan saya dimata bapak.


" Saya ingin meminang Cinta putri bapak.


"Mohon restu dari bapak untuk kami.


ujar Reino memohon dengan nada lembut dan penuh pengharapan.



Deg.



Heru terdiam.


Lama ia merenungkan sesuatu dalam hatinya


Ia tak pernah menduga Reino akan mencintai putrinya.



"Bapak...


kata Reino lagi berusaha ingin mendapat jawaban.



"Maaf nak Reino.


"Saya.. saya... tidak bisaa...


seketika tak dapat melanjutkan lagi.



Karena Cinta manangis


Ia kemudian memeluk ayahnya itu.


"Aku mencintainya ayah.


"Aku tak bisa hidup tanpanya.


"Kami mohon restuilah kami.


kata Cinta.