Forever Love

Forever Love
2. FLASH BACK PERTAMA



Sepanjang jalan Rinto tidak habis pikir dengan jalan pikiran sahabatnya.



Mengapa sahabatnya tersebut rela tinggal di sebuah rumah kontrakan sederhana daripada rumah elite orangtuanya.



Belum lagi, naik bus ke kantor ayahnya dan bekerja sebagai office boy dulunya.


Kemudian naik posisi sebagai petugas potocopy hingga sekarang kepala bagian Keuangan.



Ya, Reino... tamat kuliah di usia 21 tahun dengan predikat lulusan mahasiswa terbaik di luar negeri. Ia pun bekerja disana.



Namun tak berselang lama. Setahun bekerja di sana. Reino disuruh pulang oleh ayahnya.


Ibu Reino jatuh sakit. Tak tega melihat kondisi ibunya dari kejauhan. Ia pun pulang ke Indonesia.



" Ibu merindukanmu, Nak.


" Apa kau tak merindukan ibumu ini yang sudah tua dan sakit-sakitan.


ujar ibunya dengan wajah pucat namun tampak sumringah melihat kedatangan putra semata wayangnya.



" Ibu.. aku merindukanmu juga . Ibu pun tahu itu.


" Aku berjuang di sana bu. Aku belajar sungguh hingga mendapatkan gelar dan mendapat pekerjaan dengan gaji yang lumayan.



" Tak hanya itu. Aku ingin mempunyai banyak pengalaman dalam bidang bisnis dan manajemen. Sehingga kelak bila diriku siap, aku mampu meneruskan bisnis ayah. "


ujarnya lagi



Mereka pun berpelukan karena telah sekian tahun tidak berjumpa. Tak berselang lama ayah Reino datang dan memeluk putera semata wayangnya tersebut.



Reino memiliki prinsip dan tekad dalam hidupnya. Kerja keras dan karir yang cemerlang adalah motivasi hidupnya.



Namun soal cinta dan asmara.


Jangan di tanya. Reino selalu tertutup dan tidak membuka hatinya untuk perempuan manapun selain Rindu.



Rindu Cantika.


Sahabat sekaligus cinta pertama Reino.




Mereka pun tiba di depan pintu gerbang sekolah. Sekolah tersebut adalah Sekolah Reino dulu. Tempat ia dan Rindu dulu pertama kali bertemu dan menjadi sahabat.



" Reino.. kamu sudah yakin kamu akan bekerja disini.


" Bagaimana kalau ayahmu tahu, anak semata wayangnya jadi guru dan tidak kekantor.



Ya. Reino semulanya hendak kekantor.



Dia mendapat sms dari nomor yang tak di kenal tadi malam.



Sms tersebut mengatakan kalau ingin mengetahui keberadaan Rindu, harus mencari kejelasan dari tempat sekolah mereka dulu.



" Makasih sudah antar aku ya, Rin.


" Tolong handle pekerjaan ku hari ini. Kalau sempat sesekali aku akan berkunjung ke kantor . " ujar Reino lagi.



Setelah memperkenalkan diri kepada kepala sekolah yang baru. Reino pun berkeliling sekolah dan mengingat masa masa dulu sewaktu Ia sekolah dan masih terbayang akan sosok tersebut siapa lagi kalau bukan Rindu.



Ketika hendak memasuki kelas yang akan pertama kali akan ia mengajar.


Reino sekilas melirik Cinta yang duduk termenung dan menatap kosong keluar jendela kelasnya.



Wali kelas pun memperkenalkan Reino sebagai Pak Rey. Seperti permintaan Reino kepada kepala sekolah ia tak ingin terlalu menunjukkan siapa dirinya kepada muridnya.



" Cin.. ada guru baru.. seru Desi sahabat sebangkunya dari dulu tingkat pertama dan kedua hingga sekarang mereka tingkat tiga.



" Masi muda cuyy... Tampan sekali.. Putih.."


" Cowok idaman bangettt...!!" mata Desi berbinar binar mengagumi sosok Reino alias Rey.



Cinta tak bergeming. Dia terlalu lelah dan tak memperhatikan sekelilingnya. Ia terus menatap keluar jendela berharap waktu cepat berlalu.



Dalam batinnya..


" Tinggal setahun lagi. Dan ia akan bekerja mencari uang untuk membantu adik dan orangtuanya dengan bekal lulusan SMA.."






#TERIMAKASIH UNTUK SEMANGAT DAN DUKUNGAN DARI PEMBACA.



MAAF KALAU ADA KESALAHN TYPO DIMANA MANA.



SALAM HANGAT DARI PENULIS.