
Seminggu kemudian suasana di kelas terasa hening. Hening di karenakan sudah tiga hari Reino tidak masuk kelas untuk mengajar.
Beberapa siswi yang mengaguminya merasa kehilangan dan bertanya dalam hati kemana guru tampan mereka berada.
Wali kelas sementara yang menggantikan jam pelajaran Reino.
" Harap tenang anak-anak..!!! ujar beliau
" Jaga ketertibaban kelas.
" Rubennn, kamu sebagai ketua kelas harap mengawasi siswa yang nakal dan ribut. Catat namanya... "
dan Cinta tolong salin ini ke papan tulis serta yang lainnya kerjakan soal yang di tulis Cinta. Nanti setelah semua selesai mengerjakan tolong dikumpulkan. Bawa ke ruang kantor sekolah."
perintah wali kelas mereka.
Wali kelas pun berlalu ke kantor.
Murid - murid turut mengerjakan apa yang ditugaskan dan tidak ada lagi keributan.
" Cintaaa.. ku.. bantu aku dong mengerjakan soal no.4 .. ! pinta Desi sahabat sebangkunya.
" Manggil namaku biasa aja kali Des, ga perlu pakai cintaku segala entar orang mikir rada aneh..." celoteh Cinta.
Dengan perlahan dan tenang Cinta membantu sahabatnya mengerjakan soal yang tidak di mengerti.
Cinta tidak begitu lama untuk menyesaikan soal-soal tersebut. Di saat yang lainnya masih sibuk. Cinta dalam setengah jam sudah menyelesaikan semuanya.
Dia menatap kosong keluar jendela sambil memainkan penanya.
" Kemana Pak Rey pergi... sudah tiga hari tak mengajar. Apa yang terjadi...sakitkah..? atau Aahh... apa yang kupikirkan..." batin Cinta.
Bel istirahat t berbunyi. Sontak kelas kembali riuhhh tanda kegirangan dan semua siswa telah mengumpulkan tugas yang dikerjakan.
" Cinnn.. ke kantin yukkk.. !! sapa Ruben ketua kelas mereka.
" Ayolah Cinta, kasian si Ruben sudah sering mengajakmu ke kantin kamu selalu menolak dengan alasan masih kenyang..."
" Bukan mengajak ke KUA lohhh cinn... hanya ke kantin doang apa salahnya..." bujuk Desi lagi.
Desi pun mngedilkan sebelah matanya ke arah Fikri, cowok disebelahnya yang sekaligus pacarnya sudah setahun ini.
Desi berusaha membujuk sahabatnya untuk membuka hati Cinta untuk Ruben karena dia tahu Ruben mempunyai perasaan kepada sahabatnya itu.
Ruben dan Fikri sahabatan dan sebangku.
Cinta pun pasrah akan rayuanmu sahabatny itu. Mereka berempat duduk satu meja. Ruben berhadapan dengan Cinta dan Desi dengan Fikri.
" Mau makan apa Cinta .. ?? Biar saya pesan ke Pak Joko ".
tanya Ruben.
" Jus jeruk aja ben, jawab Cinta.
" Gak makan apa gitu. Mie atau Nasi goreng atau Bakso..?? tanya Ruben lagi.
Sebenarnya Cinta malas untuk makan karena masih kepikiran akan Reino. Entah mengapa ia makin hari semakin merindukan gurunya tersebut.
" Halloo Cinta , kok ngelamun... "! Desi berseru.
" Apa saja deh yang penting jangan nasi.. " balasnya canggung.
Ini untuk keduakalinya Cinta di traktir cowok.
Yang pertama ialah Reino.
Setelah kunjungan Reino kerumah Cinta.
Esoknya Reino mengajak Cinta keluar rumah karena kebetulan hari Minggu.
Reino berdalih ingin membeli buku di toko buku untuk bahan tambahan pelajaran di kelas.
Setelah pulang dari toko buku. Mereka singgah di sebuah cafe dan Reino mentraktir Cinta makan. Cinta hanya memesan Ice Cream vanilla mix mocca capuccino dan buah cherry di atasnya.
Sudah lama ia ingin makan es krem tersebut.
" Cinta apakah mau mempunyai sepupu.. " tanya Reino sambil memandangi Cinta melahap es kremnya.
" Ada tapi sudah meninggal.." jawab Cinta sedih dan teringat akan bibinya.
" Apakah kau tahu apa penyebabnya meninggal..?? " Cinta menggeleng tanda tak tahu karena ia pun tak sempat bertanya pada bibinya.
" Maaf ya Pak.. " lanjut Cinta berkata.
" Bapak kok tanya-tanya yang jauh sih..!!
" Seharusnya bapak tanya makannnya enak atau tidak. Gimana rasanya. "
Cinta seketika bingung dengan berbagai pertanyaan pria dihadapannya itu.