Forever Love

Forever Love
Liburan



Mengetahui bahwa ujian smester tingkat dua telah berakhir, Desi berencana mengajak Cinta liburan.



Di kantin kampus.



" Cinn.. liburan ada rencana kemana kah..."


tanya Desi sambil menyantap baksonya.



Cinta yang masih memikirkan kata sahabatnya tuh tak begitu ambil pusing mengenai liburan. Masalahnya ia sedang mencari kerja part time dan tak ingin menghamburkan uang.



" Heyy Cinn.. ditanya kok melamun sihh...? tanya Desi lagi.



Bukannya Cinta tak merespon hanya yang ada dipikirannnya sekarang hanya uang dan keluarga.



Sebenarnya ia pernah mengurungkan niatnya untuk lanjut kuliah namun karena dorongan ayahnya dan tak ingin nasib keluarganya terus begitu, Ia pun berjuang agar diterima di universitas negeri dan mendapat hasil ujian yang bagus agar program beasiswa dapat berlanjut untuk tahun berikutnya.



" Aku tak sampai memikirkan itu Des...


" Aku tak punya dana buat kesitu dan lagi aku harus cari kerja part time buat bantu sedikit keuangan keluarga kami.." gadis itu menjelaskan.



Desi yang sudah sedari tadi menghabiskan makannya kemudian lanjut minun es jeruknya berkata lagi,



" Aku pun tak memiliki uang tuk dihamburkan Cinta... Ini ajakan dari Ruben..Ia memiliki villa keluarga di puncak Bogor. Pakai mobil dia juga. Dan mengenai konsumsi tidak perlu dipikirkan, sudah tersedia di sana. Kita tinggal bawa beberapa pakaian dan sedikit cemilan... " ujar Desi.



" Kita bertiga saja yang ikutt..?? tanya Cinta.



Desi menjelaskan lagi.



" Ya enggaklah. Fikri ikut juga dan lagi ada beberapa sepupunya Ruben juga.



Cinta pun kembali memikirkan tawaran dari Desi.



Ia sebenarnya tak ingin.


Karena di satu sisi ibunya masih belum pulih dan lagi masa ia harus bersenang liburan sementara ayahnya harus berjuang mencari nafkah bagi mereka. Ia merasa itu tak adil bagi keluarganya.




" Kasih aku waktu ya Dess.. aku tanya ayah dulu.. soalnya aku belum pernah pergi acara beginian. Tahulah aku sedari dulu anak rumahan. Pasti ada rasa khawatir dari keluargaku..." suara Cinta terdengar sedih




" Baiklah Cinta.. kalau tidak bisa, jangan terlalu dipaksa. Kamu tahu mana yang terbaik...." sambil mengelus punggung sahabatnya itu.



Setelah itu mereka melanjutkan kegiatan mereka selanjutnya.



" Cinta aku pulang dulu ya... masi ada urusan dirumah.. nanti kabari aku ya... daa.."


Desi pun berlalu.



Cinta melihat sahabatnya itu terus berlalu.


Ia masih ada urusan dengan ibu dosen kampusnya. Ia disuruh ke ruangan dosennya tersebut.




Saat mulai memasuki ruang dosen tersebut.


Ia berdiri di depan pintu. Samar ia mendengar sepertinya ada perbincangan anatara dosennya dengan orang lain.



Ia tak ingin menjadi pengganggu. Ia pun masih di luar. Dan sambil menunggu ia mengarahkan pikiran ke hal lain.



Tak lama ponselnya bergetar.


Ada panggilan dari dosennya tersebut.


Ia disuruh segera datang.



Cinta sebenarnya sudah sedari tadi datang hanya ia melihat bahwa masih ada tamu.


Ia ingin masuk tapi ragu.



Ia pun memberanikan diri masuk dan terlebih dahulu mengetuk pintu dan mengucap salam.



" Tok.. tok..."


bunyi pintu.



Dosen Cinta tersebut kemudian merespon.



" Masuklah Cinta. Aku sudah dari tadi menunggu..." kata dosennya.



Cinta pun membuka pintu dan masuk setelah dipersilahkan.



" Selamat siang buk..."


salam cinta.



Cinta kemudian mengarahkan pandangannya terhadap orang yang menjadi tamu dosennya itu.



Deg.



" Selamat siang Mister...?


sapa Cinta malu.



Sang tamu pun membalas.



" Selamat siang juga miss Love mean Cinta.. benarkah..?? ... senyum Mr.Louis dan menatapnya.



Cinta pun mengangguk dan membalas dengan senyum manisnya.



Ia dipersilahkan duduk oleh dosennya dan percakapan pun dimulai.