
Aku telah mencarimu Rindu sejak kepulanganku ke Indonesia. Aku terus mencari kabar tentangmu dari teman sekolah dulu namun hasilnya nihil.
Aku mengawasi rumahmu dulu dan sekarang sengaja tinggal tepat di sebelah rumahmu. Menunggu kedatanganmu kembali.
Namun sudah setahun belakangan aku tinggal dan mengawasi hasilnya pun sama.
Pulanglah Rindu.
Kembalilah.
Aku butuh kamu bukan hanya khayalan.
Aku sengaja mengajar di sekolah kita dulu untuk mencari keberadaanmu dan kemana engkau pergi. Namun tak ada yang tahu. Guru maupun yang lainnya.
Tapi dengan adanya sms dari nomor tidak dikenal malam itu. Aku pun semangat mencari tahu keberadaanmu.
Dimulai dari awal.
Aku pun berusaha membujuk salah satu pegawai administrasi sekolah kita meminta data siswa angkatanmu dan mencari data pribadimu.
Tidak ada yang berbeda.
Nama ibu dan ayahmu tetap sama.
Tempat tanggal lahir dan alamat rumah juga sama. Sekolahmu yang lama juga aku kenal dan telah ku selidiki memang benar dulu kamu bersekolah disitu.
Aku juga telah selidiki seluruh kampus dalam negeri namun namamu tiada terdaftar sebagai mahasiswi. Dimana kamu Rindu.
Aku merasa dibohongi dengan pesan sms tersebut dan ingin memamfaatkan kerinduanku akan dirimu Rindu.
Sebulan aku mengajar di sekolah itu. Ada yang menarik di hatiku Rindu.
Namanya Cinta.
Wajahnya sedikit mirip denganmu namun warna kulitnya kuning langsat dengan hidung yang tidak mancung.
Dia seorang murid yang cerdas dan juga pekerja keras.
Berbeda dari murid lainnya yang suka hobby shoping dan hangout ke mall, dia lebih banyak menghabiskan waktu belajar dan kesibukan di rumah. Tak heran dia selalu menjadi juara kelas sekaligus juara umum.
Satu yang kusukai dari dirinya.
Cinta yang tidak suka basa basi dan to do point. Berbicara apa yang adanya dan jujur.
Sekilas aku merasa kamu Rindu hadir di sosok Cinta.
Kalian memiliki senyum dan warna mata yang sama walau usia kalian berbeda.
Hemmm.. apa yang aku pikirkan.
Gadis kecil itu hanyalah tetap gadis ingusan yang tak mengerti cinta.
Dia hanya bayang semu.
Sudah dua kali dia menabrakku di saat yang tidak disengaja.
Cinta yang ceroboh dan tak berani menatap mata laki - laki di hadapannya.
Itulah kesan pertama ku mengenalnya.
Aku tahu bahwa dia tidak pernah merasakan cinta sesungguhnya apalagi pacaran karena setiap malam aku memperhatikannya dibalik tirai jendela kamarmu dia sendiri dengan kesendiriannya.
Setiap malam sebelum tidur dia pasti duduk di halaman rumah dan menatap bintang.
Entah apa yang ada di dalam hatinya karena tak lama setelah itu ia meneteskan airmata.
Ingin rasa nya aku berlari keluar dan menghampirinya, bertanya keadaannya tapi untuk apa.. Toh aku bukan siapa-siapanya. Hanya sebatas guru dan murid juga tetangganya.
Tapi untuk mencari tahu keberadaan Rindu aku harus memamfaatkan Cinta. Memamfaatkan dalam arti positif bukan negatif.
Hanya harus mendekatinya dan mencari tahu yang sebenarnya.
Aku mencari tahu nomor ponsel Cinta dari wali kelasnya. Dengan alasan kepada wali kelas, ada tugas sekolah yang harus di perbaiki Cinta.
Aku menghubunginya tak ada yang mengangkat. Begitu seterusnya sampai tiga kali. Kalau bukan demi Rindu sudah ku marahi dia karena ku perhatikn anak ini lagi asyik menonton televisi tapi panggilan dariku tidak di hiraukan.
Kemudian aku mengirim pesan sms yang berisikan bahwa aku Pak Rey yang menelpon dan memintanya untuk menghubungiku karena ada tugas sekolah yang perlu dia koreksi kembali.
Dengan alasan seperti itu kamu pasti mau dekat denganku walaupun aku sebenarnya tidak suka berlama-lama denganmu, wahai gadis kecil.
Kami pun janjian bertemu esok usai kelas bubar di ruang kantor sekolah.
Esoknya aku pun memberikan tugas sekolahnya yang ada kesalahan yang perlu diperbaiki. Namun karena kamu mengatakan bibimu sedang sakit, kamu tidak ingin berlama-lama di sekolah.
Tak ada pilihan engkau menawarkan.
Dan akupun setuju yang berkunjung kerumahmu.
Bukan rumahmu tapi itu adalah rumah Rindu kekasihku.
#############################
MAAF BARU BISA UPDATE TENGAH MALAM
HAPPY READINGš