Forever Love

Forever Love
15. KESAN PERTAMA



Tak lama setelah itu.


Fani menghampiri David di rumahnya namun terkunci tak ada siapapun.



Kemudian dia mencoba menghubungi sepupunya Desi mengenai sahabatnya Cinta apakah sudah memberikan kabar.



Desi pun mulai panik.


Karena Cinta belum memberi kabar sama sekali.


Dan lagi bibi Cinta menghubungi Desi kenapa keponakannya tersebut belum pulang juga dan pergi kemana.



" David kamu sekarang dimana...? tanya Fani melalui ponselnya.



" Apakah Cinta masih bersamamu..?"


katanya lagi.



" David, Pleasee... !! Don't touch her..!!


Fani merasa khawatir.



" Kalau terjadi sesuatu padanya. I'll kill youuu...!! teriak Fani lagi.



David belum mematikan ponselnya.


Ia ingin Fani mendengar sesuatu.



" Mas David, kita dimana... "


suara gadis kecil melemah.



" Mas..! mas..! aku mau pulang..!!!


tangis gadis itu lagi.



" Aku mau pulang.. hikss.. hikss...!!


isaknya lagi.



" Jangan Mas....Jangann... jangan !!!


Gadis kecil berteriak.



Ponsel David pun mati.



" Tuuutt... tuuutttt...."




♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧




" Pak hari ini kita ada meeting dengan klien dari perusahaan Royalty Grup... sapa seorang sekretaris cantik nan seksi bernama Cindy.



" Apakah kamu sudah mengatur jadwalnya..


balas Reino.



" Sudah pak.. !


" Jam 8.00 malam. Di hotel Crystal.


" Apakah saya perlu siapkan pakaian ganti.


Ujar Cindy.



Reino melirik jamnya menandakan sudah maghrib dan waktunya untuk shalat.



Ia tak pernah meninggalkan ibadahnya tersebut.



Sementara sang sekretaris berlalu karena Reino tak menghiraukannya.



" Sombong sekali...!!


" Lihat saja aku akan membuatmu jatuh kepelukanku... " gumannya dalam hati.





1 Jam Kemudian di Hotel Crystal.



Di pintu masuk telah menunggu perwakilan dari perusahaan Royalty Grup sambil melirik jam tangannya.



" Selamat datang, Pak.. !


" Silahkan masuk..!


" Mari saya antar keruangan meeting.


ujar pria yang berumuran tigapuluhan tersebut.



Sesampai di ruangan tersebut tak ada siapapun . Masih kosong dan Bos dari Royalty Grup belum datang sepertinya.



" Maaf Pak Reino, Bos saya ada sedikit halangan dan akan sampai lima belas menit lagi.."



Reino mengerutkan dahinya.


Ia tampak kecewa dilihat dari ekspresinya.



Ini untuk pertama kalinya sejak kepulangannya dari Bandung meeting dengan klien perusahaan ayahnya.



Reino pun duduk dalam ruangan tersebut.


Ia melirik jam tangan mahalnya.



" Mengapa kita harus bekerja sama dengan perusahaan yang tidak disiplin waktu dan kerja.. "


ketus Reino dingin.



" Untuk kedepannya tidak usah bekerjasama dengan perusahaan ini lagi..!"


ujarnya lagi.



Tak lama muncul sosok pemuda yang merupakan bos dari Royalty Grup.



Reino mengira akan bertemu dengan pimpinan perusahaan tersebut. Melainkan laki-laki yang seumuran dengannya.



" Maafkan atas keterlambatan saya, tuan...??


laki-laki tersebut menjabat tangan Reino.



" Reino..!


ujarnya lantang dan memberikan tangannya tanda salam perkenalan.



Mereka pun membahas sebuah proyek besar.


Sudah hampir satu jam membicarakan detail dari kerjasama mereka.



Reino mencermati setiap detail isi proposal kerjasama yang disodorkan padanya.



Tak lama laki-laki di hadapan Reino pun berujar.



" Kenapa tuan atau saya panggil pak Reino saja ya, butuh waktu lama memahami isi proposal kami.."



" Kalau masih ada kekurangan mengenai keuntungan kami masih menyediakan bonus tambahan bila proyek ini jadi terlaksana.."




Kemudian perwakilan dari Royalty Grup memberikan sebuah kunci.



Entah kunci apa.


Bisa jadi kunci apartemen


Atau kunci mobilkah



Namun yang pasti Reino bingung


Dan lagi ia tak menunjukkan rasa tidak sukanya dengan kliennya tersebut.



" Apa maksudnya ini...??


Reino mulai kesal.



" Tak perlu sungkan pak Reino.


" Dalam bisnis ini udah sudah biasa.


" Apakah pak Reino terlalu sungkan menerima atau berpura-pura polos..?"


ujar kliennya.



" Okeey ..!! sahut Reino.



" Saya harus melihat bonus tersebut baru saya akan menandatangani proposal ini.."


Reino bersiap akan pergi meninggalkan ruangan tersebut dan masih memegang kunci tersebut.



Pimpinan Royalti Grup pun memberikan arahan kepada asistennya. Dan kemudian asistennya mengarahkan Reino untuk pergi melihat bonus tambahan yang di katakan klienny tersebut.



Pimpinan Royalty Grup meninggalkan Reino di hotel tersebut dan melaju dengan avanza hitamya.




#Episode selanjutnya chapter tentang #Reino 2 yaa... ditunggu