Forever Love

Forever Love
Pertemuan tak sengaja



" Maaf nona sepertinya anda salah kamar, ini kamar saya .. " kata pemuda di belakang Rindu.



Deg.



Suara itu tidak asing dan sudah lama sekali.



Sebelumnya,



Setiba di bandara Paris,


Rindu bergegas ke hotel untuk istirahat sejenak.



Ia telah memegang kunci kamar hotelnya yang terlebih dahulu sudah disediakan pihak penyelenggara even tersebut.



Rindu pun sekali lagi memperhatikan nomor yang tertera di depan pintu kamar.



" Maaf saya salah Sir.. nomornya terlihat mirip tapi tidak sama dan tidak cocok. Pantas saja saya mencoba membuka berulang kali tidak bisa.... " balas Rindu mengeluarkan kunci kamarnya dengan nomor 323 sementara nomor yang didepan pintu 232



Rindu dengan kacamata hitam merk Gucci terbaru bergegas pamit meninggalkan pemuda itu dan sedikit meliriknya.



Gadis itu menuju lift dan naik ke lantai atas gedung hotel tersebut.



" Reinoo...!


" Kenapa ia disini...?


gumannya.


Tubuh Rindu bergetar saat di dalam lift.


Ia tak percaya akan bertemu setelah sekian lama.



Untung saja tadi Rindu mengubah aksen suara dan mengecilkan volume suaranya sehingga Reino tak mampu mengenalinya.



" Aku merindukanmu Reino tapi tak mampu menghadapimu... "


Ia pun mengusap airmatanya.



Ia pun mencari kamar hotelnya dan memasukinya. Ia merebahkan tubuh langsingnya di atas kasur.



" Mengapa aku tiba - tiba merasa sesak... "


Hikkss... Gadis itu kembali menangis.



" Rindu kamu bukan lah gadis polos dan lugu yang Reino dulu kenal. Sekarang kamu adalah Sheila. Gadis cantik dan anggun. Model papan atas dan banyak pria yang ingin mendambamu... Lupakanlah dia. ."


Batinnya mengingatkan



" Tapi aku merindukannya dan sampai sekarang masih mencintainya..." batin lagi.



Takdir sungguh kejam.



Mengapa aku dan Reino harus bertemu disini.


Di Paris.



♡♡♡



Reino pun bergegas mencari beberapa dokumen yang telah ia persiapakan untuk meetingnya.



Saat berada di parkiran hotel ia baru sadar ada yang ketinggalan.



Ya Reino menginap di hotel yang sama tempat Rindu menginap.



Ia memergoki seorang gadis sedang berusaha mencoba membuka kamar hotelnya tapi tak bisa.



" Sungguh gadis yang ceroboh.."


" Ku pikir gadis bule darimana.. Pantas saja saat aku menegurnya dengan bahasa perancis ia tak menyahut.. ternyata gadis Indonesia


pikirnya tentang gadis itu dan meninggalkan kamarnya.



Reino pun berlalu menuju kantor cabang papanya yang ada di Paris.



Sementara di kamar hotel Rindu membuka kembali ponselnya dan ingin melihat semua jadwal kegiatannya besok.



Ia menghubungi asistennya agar dapat menjemputnya tepat waktu.



Tertera nama panggilan " D Devil "



Rindu pun mengangkat.



" Halo sayangg.. Mengapa tak balas pesan dari ku... Bagaimana disana sudah makan.. blaaa.. blaa... " suara laki - laki.



Rindu hanya tersenyum dan ingin memainkan emosi dari penelepon tersebut.



Ia membuat suaranya seolah olah suara asistennya.



" Maaf Tuan.. ini siapa.. ??


kata gadis itu.



Sonta pemuda diujung telepon terkejut.



Deg.



Mengapa bukan Rindu yang mengangkat ponselnya.



Kemana gadis itu.




" Kamu siapa... dimana Rindu.


" Mengapa kamu yang mengangkat ponselnya...?


kata pemuda itu lagi.



" Rindu siapa ya Tuan.. tidak ada yang bernama Rindu. Ini ponselnya nona Sheila..."


balas gadis itu terkekeh menahan mulutnya.




Pemuda tersebut terpancing emosinya dan mulai memarahi gadis itu.



" Tolong jangan main main dengan saya.. panggil Rindu dan katakan saya ingin berbicara sebentar.. Dan segera.. " ujar pemuda itu lagi.



Dia sudah terpancing gadis itu.



Rindu menuju ke kamar mandi dan menghidupkan shower sambil memegang ponselnya dan pastilah terdengar suara air dari ponsel pemuda tersebut.



" Maaf sekali lagi Tuan. Nona Sheila sedang dikamar mandi dan lagi asyik berduaan dengan..... "


Rindu masih menahan tawanya.



" Apa kamu bilang.. ??


" Berduaan ..??


" Dengan siapa...?


Pemuda tersebut marah dengan suara kerasnya.



Tak ingin larut dalam candanya.


Rindu pun membuka jati dirinya dan berkata sambil tertawa.



" Berduaan dengan bule ganteng dan besar ..... hehe..."


balas Rindu tertawa.



" Disini aku bertemu yang lebih darimu Dav... kata Rindu lagi bercanda.



" Rindu sudah puaas...!


" Cukup bercandanya...


" Kamu yaaa...


balas David.



David yang sedari tadi mulai kesal seketika merasa konyol. Karena dengan begitu ia tanpa sengaja menunjukkan perasaan kepada Rindu.



Ya David cemburu bila Rindu menemukan pria lain.




#Makasih buat like dan dukungannya😘