
Cinta dan keluarganya masih menunggu ibunya yang sedang di operasi. Dia sangat berharap operasi berhasil dan ibunya kembali sadar dan sehat.
Ayahnya pun begitu,
Heru terus melafalkan doa dalam hati untuk kesembuhan isterinya.
Dua jam kemudian,
" Keluarga dari ibu Sukmawati.??
tanya salah seorang perawat keluar dari ruang operasi setelah sebelumnya dokter yang menangani telah keluar.
" Ya kami disini, sus.." ujar Heru menjawab.
" Bagaimana keadaan isteri saya sus, ?
" Apakah operasinya berjalan dengan baik..?
tanya Heru lagi.
Perawat itu pun kemudian menjelaskan,
" Semua berjalan dengan baik pak, sekarang pasien masih belum sadar. Darah beku yang di di dalam kepala yang hampir mengenai saraf bagian inti sudah berhasil ditangani.
" Kita pasrahkan kepada Tuhan, semoga pasien sadar dan pulih kembali ya pak.
" Dan bapak di suruh keruangan dokter spesialis saraf yang menangani operasi tadi.
ujar perawat itu lagi.
" Terima kasih ya sus.. " balas ayah Cinta.
Heru pun mendatangi kedua anaknya dan kakak sepupunya Sudarti.
" Kita banyak berdoa ya semoga ibu kalian cepat sadar dan pulih.. ujar Heru.
Cinta yang tak dapat menahan tangisnya hanya bisa pasrah.
Ia pun mengucap syukur karena operasi berjalan lancar namun itu masih membutuhkan waktu untuk proses pemulihan.
Tak lama Heru pun mendatangi ruangan dokter tersebut.
" Silahkan duduk pak.." kata dokter itu melihat kedatangan Heru.
Tak lupa Heru memberikan ucapan terimakasih karena dokter yang menangani isterinya telah melakukan pekerjaan dengan baik.
" Begini pak... Mungkin tadi perawat telah menjelaskan sedikit dari kondisi isteri bapak.
" Tapi masih ada kemungkinan kecil buruk terjadi setelah operasi tadi.. " dokter menjelaskan.
" Kemungkinan buruk seperti apa yang dokter maksud, Dok..?? tanya Heru cemas.
Kemudian dokter itu melanjutkan lagi.
Ia menjelaskan secara detail kondisi dari pasien yang di tanganinya itu.
" Setelah pasien sadar, mohon jangan diberi berpikir terlalu berat atau apabila ada masalah dalam keluarga sebaiknya jangan dibebankan dulu. Karena masih rentan dan menimbulkan efek sakit kepala yang membuat memori isteri anda tidak kuat sehingga bisa menimbulkan ia bisa lupa permanen alias amnesia.."
dengan seksama dokter menjelaskan.
Heru mendengar semua penjelasan tersebut dan akan berusaha sebaik mungkin demi kesembuhan isterinya.
" Sekali lagi terimakasih ya dokter.. " Ayah cinta undur diri dan kembali menjumpai keluarganya.
Cinta yang menunggu ayahnya merasa kahwatir dan bertanya kepada ayahnya apa yang terjadi.
Ayah gadis itu menceritakan semuanya prihal kondisi ibunya
Sukmawati masih berada di ruang pemulihan setelah operasi dan belum bisa dijenguk.
Mereka pun tetap sabar menunggu.
Sudartipun tak lupa tuk menyuruh keluarganya itu untuk makan.
" Kita sebaiknya makan terlebih dahulu, mungkin sejam lagi bisa di jenguk..ujar bibi Cinta.
Mereka pun mengiyakan.
Sukmawati memang belum sadar.
Tapi dalam tidurnya.
Ia sepertinya diingatkan kembali oleh memorinya peristiwa yang telah terjadi dua puluh tahun yang silam.
" Wati aku mencintaimu... ujar lelaki yang di depannya itu.
Wajah lelaki itu tampak samar di alam bawah sadarnya.
" Kamu tidak pantas berada di samping puteraku.. Tinggalkan lah dia.. Dasarr miskin .. !!!
suara perempuan tua.
" Jangan tinggalkan aku mas, aku mencintaimu.. "
" Aku tak memiliki siapa lagi di dunia ini.
" Hanya beberapa tahun wati, tunggulah aku.. demi masa depan kita..
ujar lelaki itu.
Kemudian,
" Kamu pembohong...!! ujar Wati.
" Siapa dia mas.,. ??"
" Maafkan aku lupa mengabarimu wati,
dia isteri dan anakku.
" Aku sudah menikah, bukannya kamu pun sudah menikah dan terlebih dahulu mengandung anak haram dari lelaki itu...!!
ujar lelaki itu benci melihat wati
Plakk..!!
sebuah tamparan keras.
" Mas.. kamu bicara apa.. ?
" Aku masih setia disini menunggumu.
" Aku tidah hamil dan menikah.
ujar wati menangis tak percaya.
Kepercayaan dan kesetiaan yang selama lima tahun menunggu lelaki yang begitu dicintainya telah sirna.
Kenyataan sungguh pahit.
Sehingga ia memutuskan pergi meninggalkan semuanya dan tak kembali.
" Agung Hartawan... di kehidupan ini maupun yang akan datang,
aku bahkan anak - anakku tak kan sudi berhubungan denganmu bahkan keluargamu..!" batin perempuan itu sedih dan menangis.
#HAPPY READING YA 😘