Forever Love

Forever Love
5. RINDU #1



Tokoh Rindu untuk sementara kita masih sembunyikan ya pembaca. Harap sabar dan setia menanti update selanjutnya.



♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡



Aku mencintaimu Rei..


Dan akan selalu mencintaimu..


Aku hanya mampu merindukanmu dalam hening malam dan kesepian.



Aku takut.


Aku khawatir.


Aku merasa kau akan berpaling dari diriku setelah kita bertemu setelah kepulanganmu.


Aku tak berani menghadapimu.


Aku bukan bersembunyi.


Aku perlu waktu.



Dulu aku bukanlah gadis populer disekolahku.


Aku gadis bermata empat. Ya, aku memakai kacamata disekolah.


Aku sering di juluki gadis ndeso oleh teman laki sekolahku.


Dengan rambut yang dikepang dua dan memakai seragam yang longgar dan rok sebetis tidak seperti siswi kebanyakan yang memamerkan lekuk tubuh.



Aku tidak begitu memiliki teman akrab di sekolah.


Ya bukan karena tidak pandai bergaul namun karena dengan penampilanku tidak ada yang mau bergaul dengan gadis cupu dan ndeso.



Seandainya saja mereka tidak melihat penampilan pikirku saat itu.



Aku pindah ke sekolah itu saat tingkat 2 dan menjadi murid baru, tidak ada yang menarik untuk di ketahui.



Aku lebih sering menghabiskan waktu jam istirahatku di perpustakaan daripada di kantin.


Tanpa ku sadari ada sosok pria yang selalu mengamati dan memandangiku.



Aku menyadari itu.


Tapi aku tak terlalu menghiraukannya.


Aku sudah berusaha menghindarinya tapi dia selalu berasamaku walau dari kejauhan.



Reino Hartawan.


Namamu akan selalu ku ingat.


Hanya dirimu yang selalu bersamaku.


Menjadi teman sekaligus sebagai kakak bagiku.


Saat semua orang menghindari bahkan menjauhiku. Kau selalu bersama ku.



Awalnya aku tidak begitu menaruh harapan padamu karena melihat keadaanku .


Aku merasa tidak pantas bersamamu.


Namun engkau berkali - kali meyakinkan hatiku hingga aku pun percaya padamu.



Masih ku ingat saat pesta ulang tahun mu.



Inginku menolak saat itu tapi aku ingin menjaga perasaanmu agar tidak malu di hadapan tamu undangan dan orangtuamu.



Di satu sisi ada sosok tajam menatapku saatku itu. Ya tepat di hari ulang tahun mu itu.


Aku kenal sosok itu dengan mata dinginnya lalu aku pun tertunduk menyembunyikan wajahku.


Aku tak menyadari dunia begitu sempit.


Dan esoknya aku tidak masuk sekolah dengan alasan sakit. Ya memang aku sakit tapi bukan sakit secara fisik tapi sakit hati.



Setelah pulang acara pesta ulangtahunmu.


Aku mendapat pesan bertubi-tubi dan panggilan telepon tapi aku tidak berani mengangkatnya. Aku mematikan ponselku. Berharap dunia ini berakhir saja.



Beberapa hari setelah itu.


Kau merasa aku berbeda.


Kau merasa aku begitu ketakutan saat berjumpa denganmu.



Kau selalu bertanya mengapa aku lebih sering murung dan sedih tidak lagi ceria bersamanya.


Dengan halus aku meyakinkanmu bahwa itu hanya firasatmu saja.



Hatiku kemudian sangat kacau dan ragu.


Saat engkau mengatakan ibumu ingin bertemu denganku. Aku sontak terkejut dan ingin mati rasanya. Dengan berbagai alasan aku menolak dan mengatakan ada saatnya namun bukan sekarang.



Reiiino... ku sayang.


Andai kau tahu saat itu inginku jujur padamu mengenai kegundahan hatiku. Tapi apa daya saat itu aku hanya wanita muda 17 tahun.


Tidak berpikir panjang dan lemah.


Aku hanya memikirkan keadaan orangtuaku.



Walau kau saat itu adalah pacarku.


Tapi kau tidak mengenal diriku seutuhya


yang kau tahu hanya Rindu gadis cantik dan sedeharna .


Maafkan aku Reino.


Maaf ... hanya itu yang dapat ku katakan dalam hatiku saat saat bersama mu dulu.



Reino .. sayangku .


Aku pasti kembali ke sisimu suatu saat ini.


Tunggulah aku sebentar lagi.



Aku masi di kota ini.


Kota Jakarta yang penuh hiruk pikuk gemerlap pagi siang bahkan malam.




#TERIMAKASIH BUAT LIKE DAN KOMENNYA SALAM MANIS DARI AUTHOR😚