Forever Love

Forever Love
#CINTA



Sudah seminggu berlalu sejak kedatangan Reino dan Rindu kemari.


Entah mengapa hatiku masih merasa sakit.



Dia datang dan pergi tanpa sedikitpun ada bertanya bagaimana keadaanku.


Oh Tuhan.


Inikah yang harus kualami.



Aku ketiduran memikirkan semuanya hingga akhirnya Desi menjumpaiku tadi siang.


Sudah beberapa yang tahu mengenai pernikahan Reino dan entah siapa yang menyebarluaskan hingga Desi dan lainnya tahu.


Mereka datang menghiburku dalam kesedihan yang kualami.



Ingin rasanya ku jatuhkan tubuhku padanya dan melepaskan semua beban dihatiku namun tak dapat kulakukan.


Ia sebentar lagi akan menikah.


Dan ada calon bayi mereka yang akan lahir.



Oh Tuhan.


Mungkin memang rasa ini harus sampai disini


Sebaiknya aku mendengarkan perkataan Desi saat makan siang tadi.


Aku tahu Desi sedang menjodoh jodohkan aku dengan Ruben tadi sewaktu makan siang.


Pria itu baik namun aku hanya menganggapnya sebagai teman saja.



Benar yang dikatakan Rindu seminggu yang lalu.


Aku hanya menumpang dirumah bibi selama ini.


Rindu adalah putri kandungnya seharusnya dia yang layak berada dirumah ini.


Dan dia dalam keadaan hamil. Seharusnya aku yang mengalah dan keluar dari sini tapi aku harus kemana.


Tak ada lagi saudara yang kukenal dijakarta ini bahkan tak ada sama sekali.



Dan semalam tepatnya tengah malam


Ada sebuah nomor yang mengirimkan pesan kepadaku.


Dan aku masih hapal nomor tersebut, siapa lagi kalau bukan nomor Reino.


Sudah seminggu sejak kedatangannya dulu bersama Rindu tak pernah ada kabar lagi.


Aku pun sudah memutuskan tekad dalam hatiku tak ingin menjadi pelakor.



"Minggu di Stasiun Gambir pukul 05.00 sore.


isi pesan Reino.



Dalam hati apa yang sedang direncanakan pria itu.


Apa yang ingin dikatakannnya.


Mengapa harus di stasiun.


Mengapa tidak datang menjumpaiku langsung pikirku semalam.



Apakah aku harus datang besok menemuinya.


Oh tidak. Dia adalah milik Rindu sekarang.


Aku tidak ingin semuanya menjadi salah paham lagi.



"Reino aku merindukanmu... tapi semua sudah berakhir.


batinku menangis.



"Alangkah bahagianya bila kau selalu ada bersamaku selamanya namun itu hanya khayalanku saja.



Sudah seminggu ini bibi bolak balik menelepon orangtuaku.


Sikap bibi pun akhir akhir ini lebih pendiam.



Sempat juga ku dengar sedikit percakapan bibi melalui telepon semalam.



"Heru.. (ayahku)


"Semua demi kebaikan Sukma (ibuku)


kata bibiku pelan dari telepon.



Yang kupikirkan saat itu


Apa ada masalah.


Mengapa bibi berkata semua akan baik baik saja.


Namun aku tak mengambil pusing lagi karena setelah ku telepon ayah, beliau berkata kesehatan ibu sudah semakin membaik dan tak ada masalah.



Oh ya ..


Satu lagi


Sebenarnya aku baru tahu mengenai Rindu adalah anak bibi sehari setelah pertunangan Reino dan Rindu. Bibi sendiri bercerita padaku.



"Cinta...


"Rindu, tunangan Reino adala putriku


"Saudara sepupumu.


ujar bibi esoknya setelah pertunangan Reino.



Aku terkejut.


Tak percaya.


Reino yang menjadi guru, tetangga dan pria yang kucintai selama ini ternyata mencari keberadaan Rindu sejak dulu.


Aku saja yang baru menyadari keberadaannya yang selalu dekat denganku.



"Ohhh..


hanya itu yang terlontar dari mulutku.


Aku menyembunyikan keterkejutanku karena tak ingin bibi tahu mengenai rumitnya hubungan kami ini.



Hatiku makin sakit.


Rindu adalah kakak sepupuku.


Bagaimana mungkin aku menyakiti perasaan bibi dengan merebut calon suami putrinya.




Lagi pagi tadi ku lihat bibi menelepon ayah dikampung bertanya bagaimana keadaan ibuku. Saat aku bertanya bibi berkata sudah semakin membaik namun wajahnya tak bisa berbohong.


Seperti ada yang disembunyikan.



Dan ia pun pamit pergi ke kampung menjenguk orangtuaku. Sebenarnya aku ingin ikut namun bibi menolak keinginanku secara halus.



"Nanti kuliahmu bagaimana.


ujarnya lembut.



Aku pun mengiyakan dan tinggalah aku seorang diri semalam ini hingga bibi kembali besok.



Tak lama akupun menelpon ayah dan benar ibuku semakin membaik. Mungkin suasana dikampung lebih adem dan jauh dari kebisingan seperti dikota membuat kondisi ibu cepat pulih


Dan aku merasa senang saat itu. Ingin mendengar suara ibu namun ayah menolak karena ibu sedang tidur katanya.



Sejak mereka dikampung aku agak susah berkomunikasi dengan ibu.


Apakah ini hanya firasatku saja.



#HAPPY READING YA PEMBACA SETIA


# "UP UP UP" membuat diriku semakin tak punya ide cerita yang baik kedepannya makanya terkadang lama update.


#Harap pengertiannya ☺


#Makasih dukungannya😙