
" Tolong berhentiii.. !
seru Rina menyetop mobil yang sedang melaju.
Seketika mobil itu berhenti. Dan pengemudi dalamnya melihat keluar dari kaca jendelanya.
" Heeiii wanita... Pergilah.. !
" Kami sedang buru buru..!
kata pengemudi mobil tersebut.
Rina yang merasa diabaikan pun berusaha lagi memohon belas kasihan.
" Tolong aku...Tuan..!
" Aku diculik.. akuuuu dan sahabatku...!
" Mereka akan membawaku.. Tolong akuuu..!
pintanya sambil menangis.
" Rinto lihatlah keluar keadaan gadis itu. Sepertinya ia bersungguh sungguh dan tidak menipu kita.
ujar Reino.
Rinto pun keluar sesuai arahan Reino.
Ia menyaksikan kondisi gadis itu dengan menyedihkan.
" Mengapa kau berpakaian kurang pantas seperti ini diluar malam hari..?"
" Tidak kau tahu ini berbahaya..?"
tanya Rinto mendekati gadis itu.
Ia melihat darah yang dipergelangan tangan gadis itu. Ia pun terkejut.
" Apa wanita ini sudah gila memotong urat nadinya sendiri.. Dan berusaha menjebak kami..?
guman Rinto.
Rina pun terjatuh pingsan. Ia sudah banyak kehilangan darah. Ia mempertaruhkan nyawanya agar terlepas dari perbuatan mesum pria tua itu.
" Heii nona. Bangunlah. Jangan berpuara pura lagi...!
seru Rinto yang kebingungan .
Reino pun keluar dari mobil dan melihat semua itu.
" Apa yang terjadi Rin..?"
" Ini darahhh.. Kenapa gadis ini..?"
"Ayo kita bawa ke rumah sakit terdekat.
kata Reino lagi.
"Bagaimana dengan Cinta.. Kita akan terlambat Reino.."
tanya Rinto lagi.
Dalam benaknya ia merasa bingung. Disatu sisi ia ingin menolong Cinta segera. Tetapi gadis yang dihadapannya lebih butuh bantuan. Darahnya sudah banyak tercecer.
"Kita bawa dia sekarang.. Lihat tubuhnya sudah mulai dingin.. Mungkin ia banyak kehilangan darah.
kata Rinto dan membopong tubuh Rina ke mobil.
Kedua pria itu pun segera membawa Rina ke rumah sakit.
Sesampai di rumah sakit ia segera diberi pertolongan.
"Bagaimana ini Reino. Kita harus bergegas ke mansion itu dan menyelamatkan Cinta..?"
" Kita tidak bisa berlama disini.
kata Rinto sambil membayar biaya administrasi rumah sakit.
" Apa yang dikatakan Rinyo benar. Tapi tidak baik membiarkan dia sendirian disini sebelum keluarganya sendiri datang.."
batin Reino lagi berkata.
ujar Reino lagi dan tak lama dokter datang memeriksa keadaan Rina.
"Baiklah. Kau saja yang pergi. Aku yang menunggu disini sampai ia sadar. Pergilah cepat..!
kata Rinto.
Reino pun bergegas. Ia telah banyak kehilangan waktu. Apakah ia masih sempat menyelamatkan nyawa gadis kecilnya.
Setiba di mansion tersebut Reino mengeluarkan senjatanya. Pistol milik pribadi yang ia bawa dalam keadaan genting.
Ia menyelipkan di sepatunya.
Banyak pengawal di gerbang utama.
Dilihat dari mansion ini sepertinya dijaga ketat.
"Mereka banyak sekali..
"Baiklah aku akan masuk sebagai lelaki hidung belang untuk mencari informasi lebih dahulu.
gumannnya.
Reino pun ditanyai pegawal itu tujuan kedatangannya.
Ia diperiksa dan dimintai tanda pengenal hal itu diperlukan karena begitu peraturan mansion itu.
" Anda siapa..?"
" Apakah Tuan sudah ada janji..?
tanya pengawal tersebut menanyai Reino.
Pengawal tersebut kemudian memeriksa tubuh Reino. Tak ada yang mencurigakan.
"Belum. Saya butuh gadis. Tolong panggilkan madam. Saya ingin bertemu dengannya .
pinta Reino.
Kemudian pengawal pergi kedalam dan memberitahukan prihal kedatangan Reino.
" Suruh masuk.."
kata Madam Rose.
Reino pun dipersilahkan masuk ke mansion.
Ia melihat dan memperhatikan sekeliling tak ada petunjuk.
" Tempat ini tak mencerminkan rumah bordil tampak mewah seperti istana "
batin Reino lagi.
Madam Rose yang menuruti anak tangga mengamati sosok Reino.
" Masih muda dan tampan sekali.."
madam itu tersenyum menatap Reino yang sedari tadi juga pemuda tersebut memperhatikannya turun dari atas.
" Selamat malam. Apa yang bisa saya bantu tuan... siapa..?"
tanya Madam dengan gaya wanita anggun.
" Reino.
jawab pemuda itu tangkas.