
" Heeiii..!
"Berani mencoba menelepon polisi..!
" Kau pikir siapa dirimu..!
" Cafe inipun bisa ku beli juga dirimu..!
geram David
Tak lama tubuh Rindu melemah dan terjatuh.
Rindu pingsan.
" Sekarang bantu aku membawa ke mobil.
" Cepatt..!
Bentak David lagi.
Security tadipun menuruti perkataan David dan membopong tubuh Rindu ke mobil David.
" Wanita bodoh.
" Kenapa kau menghalangku tadi..
kata David sambil khawatir akan keadaan Rindu.
Dengan tancap gas David membawa Rindu kerumah sakit.
Belum sampai rumah sakit. Rindu mulai sadar dan merasa agak pusing.
Ia memperhatikan David disebelahnya mengendarai mobil dengan ekspresi cemas sambil memegang erat tangannya.
" David kita mau kemana..
Rindu dengan suara meringis.
" Kita kerumah sakit..
jawab pria itu lantang.
" Kita tidak perlu kerumah sakit. Balik ke hotel. Lebam ini dikompres saja sudah baikan..
ujar wanita itu lagi.
Dalam benak David. Sungguh ia merasa bodoh sekaligus kesal. Mengapa orang yang mengenai pukulannnya adalah Rindu.
Ia pun mengusap rambut Rindu dan menyandarkannya dibahunya.
" Maafkan aku Rindu. Aku tak sengaja.
ujarnya pelan sambil menyetir menuju ke rumah sakit.
Reino yang hari mengendarai sedan hitamnya pun terus membuntuti mobil David dan Rindu.
Ia harus menuntaskan semuanya disini. Ia tak ingin bayang bayang masa lalu dengan wanita yang selama ini dirindukannya merusak kebahagiaanya dimasa depan nanti.
Mobil David terparkir rapi dihalaman rumah sakit. Tak lama tampak juga mobil Reino.
David mencari dokter disana dengan segala emosinya.
" Cepat panggil dokter kalian.. Atau saya bakar nanti rumah sakit kalian..!!
bentaknya seketika didalam UGD.
" Tuan tolong kecilkan nada suara anda karena dapat mengganggu pasien lainnya.
tegur seorang perawat menatap kearah mereka sinis.
" Dave.. sudah kubilang aku tidak apa..
" Kau membuat kegaduhan disini.
" Kau membuatku malu .
Rindu berusah menenangkan emosi David.
" Maafkan kami. Tolong panggilkan dokter segera..
pinta Rindu kepada perawar tadi.
Kemudian perawat mengoleskan salep ke bagian wajah yang memar dan memberikan plaster kebagian yang terluka dan berdarah tadi.
" Hanya luka kecil.. tak perlu panik hingga ingin membakar rumah sakit kami..
ujar dokter itu pelan kepada David sementara Rindu bersama perawat tadi.
" Dan lagi. Bila wanitamu ini sungguh berharga bagimu. Jaga dan lindungilah dia. Aku tahu kau sangat mencintainya.. tetapi terlalu berlebihan itu juga salah..
katanya lagi.
Dokter itu berani berkata seperti tadi karena terlebih dahulu Rindu telah mrnceritakan kejadian yang menimpanya tadi.
Setelah selesai Rindupun kembali menemui David sebelumnya tak lupa mengucapkan terimakasih.
Maka perawat tadi pun berkata lagi,
" Tuan.. Tolong urus administrasinya didepan sekalian obatnya..
kata perawat tadi setelah Rindu diperbolehkan pulang dokter.
David pun berjalan sendiri untu mengurus adminustrasi dan menebus obat.
Dan Reino masih mengamati dari kejauhan.
" Wanita masih samar dengan penampilan seperti itu.. Aku harus ke bagian administrasi untuk mencari tahu siapa dia sesungguhnya.
batinnya.
Sementara David seperti merasa ada sosok mengikutinya sedari tadi. Ia menoleh kebelakang namun tak ada siapa siapa.
" Mungkin hanya firasatku saja..
ujarnya pelan
Setelah selesai ia pun menjumpai Rindu dan mereka masuk mobil dan kembali pulang.
Dan kali ini David tidak membawa Rindu pulang ke hotel namun ke mansionnya.
Melihat sepasang sejoli tadi sudah berlalu. Reino bergerak cepat. Ia bertanya ke bagian administrasi.
" Apakah ada seorang wanita yang terluka wajahnya tadi dibawa oleh seorang pria..??
tanya Reino.
" Maaf anda siapa, pasien. ??
kata pegawai rumah sakit.
" Saya kakaknya. Saya ingin menjenguk. Dirawat di ruang mana..?"
tanya Reino lagi.
" Sebentar saya cari dulu..
" Orang asia .??
"Ada tadi. Dan mereka baru saja keluar.
balas pegawai itu
" Atas nama siapa kalau boleh saya tahu.. Apakah dia benar adik perempuan saya yang saya cari..?
pancing Reino.
Pegawai tadipun berkata.
"Rindu.
"Atas nama Rindu Cantika.
Deg.
Seketika jantung Reino berdegup kencang dan tak percaya akan moment seperti ini harus dihadapinya