
Mereka berdua pun telah menghabiskan kebersamaan di mall tersebut.
Cintapun akhirnya pulang karena memang mobil dan supir pribadi senantiasa menunggu di area parkiran.
Cinta mengajak Desi untuk pulang bareng namun sahabatnya tersebut menolak karena masih harus ke kampus.
Cinta pun sebenarnya masih ingin melanjutkan kuliahnya namun hal itu belum mendapat persetujuan Reino suaminya dan dengan berat hati ia harus mengambil cuti sementara.
Saat perjalanan pulang tak ada yang berbeda dirasa perempuan tersebut namun tiba tiba, sebuah mobil tepat dibelakang mobilnya terus mengikuti sedari tadi mulai dari mall.
"Maaf buk..
"Sepertinya mobil yang dibelakang mengikuti kita dari tadi..
"Ibu kenal mobil siapa..?
tanya supir sambil melirik kaca spion.
Tampak seorang perempuan yang seperti tak bagi pria paruh baya tersebut.
Cinta pun melihat kearah belakang.
Samar namun tidak meleset bahwa seorang perempuan yang berada dimobil tersebut.
"Pak.
"Coba percepat aja..
"Mana tahu hanya kebetulan saja..
pinta Cinta kepada supir tersebut.
Supir tersebutpun melajukan kecepatan mobilnya sesuai permintaan Cinta.
Dan tak lama mobil yang mengikuti dibelakanng pun ikut juga menambah kecepatan.
"Bukk.. sepertinya bukan kebetulan.
"Lihat .. mobil itu pun menambah kecepatan.
"Sepertinya memang mengincar kita .
Supir tersebut sedikit agak panik.
Cinta tak habis akal.
Ia mempunyai ide.
"Brukkkk..."
sepertinya mobil dibelakang yang mengikuti mobil Cinta sengaja menabrak pelan. Seperti membuat gertakan.
"Awwww...
Suara Cinta terkejut
Ia hampir saja terjungkal kedepan
"Pak.. kita harus pergi Rumah Sakit untuk mengelabuinya.. tapi kita harus kemana..
kata Cinta berpikir
Tiba tiba Reino menghubungi Cinta dikarenakan belum sampai juga ke apartemen. Suaminya seperti memilki firasat.
Panggilan dari Reino.
"Sayanggg.. udah dimana..
"Kok belum sampai ke apartemen..
kata Reino dari ponselnya
"Maaf mas.. tapi ini..ada mobil..
"Awww...!!
jerit Cinta lagi.
Reino pun ikut khawatir mendengar jeritan suara isterinya.
"Cinta... apa yang terjadi..?
"Posisi kalian lagi dimana..?
Suara Reino khawatir.
"Aku gak tahu mas lg dimana.
"Ada mobil mengikuti kami trus dan menabrak dari belakang...
balas Cinta
Reino berpikir hal ini lah yang selalu dikhawatirkannya .
"Kasi ponsel kepada supir biar aku ngomong...
pinta Reino.
Reino pun berbicara kepada supir pribadinya memberi arahan dan perintah.
"Sayangg.. jangan panik. Tetap tenang di dalam mobil.
"Nanti kita bertemu disana.
"I love u..
kata Reino
"Love too.
balas Cinta kembali.
Reino pun mematikan ponselnya
Setelah mendapat intruksi dari tuannya, mobil Cinta terus melaju.
Tak ingin mobilnya mendapat serangan lagi dengan sigap supir menambah lagi kecepatan dan melaju kearah Kantor Polisi terdekat.
Mereka tak jadi pulang ke apartemen Reino.
Tak lupa Cinta memberi pesan singkat kepada suaminya.
"Kami sudah sampai..
pesan Cinta kepada suaminyya
Sampai menunggu kedatangan suaminya, mobil Cinta pun masuk area parkir halaman kantor polisi.
Mobik yang mengikuti tadipun berhenti tetapi tak memasuki parkiran kantor polisi.
Pengemudi mobil tersebutpun mengamati terus tindakan Cinta dan supirny tersebut.
"Kali ini kau takkan lolos..
"Dasar jalang...!!
ujar perempuan tersebut penuh rasa benci.
"Haa.. dipikirnya dia bisa kaburrrr .
senyumnya lagi sinis.
Melihat Cinta dan supir turun dari mobil, perempuan tersebut masih tetap tenang menunggu kapan mereka keluar dari kantir tersebut.
Cinta pun membuat pengadua di kantor polisi atas apa yang menimpanya barusan.
Tak lupa ia melampirkan bukti akurat.
Yaitu nomor plat mobil yang menabraknya.
BERSAMBUNG...